
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Dinas Peternakan resmi menerima bantuan sebanyak 1.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) untuk hewan ternak sapi potong.
Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat dan didistribusikan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Staf Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, H. Budiono, menuturkan bahwa vaksin tersebut diterima pada pekan ini, dan mulai pekan depan akan segera disalurkan ke sejumlah wilayah.
“Pekan ini vaksin sudah kami terima. Minggu depan langsung kami distribusikan ke lima Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peternakan di Kabupaten Ciamis,” ungkap Budiono, Jumat (13/9/2025).
Menurut Budiono, vaksin PMK akan dibagikan ke lima UPTD Peternakan yang tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Ciamis, Kawali, Rancah, Banjarsari, dan Panumbangan.
Pada masing-masing UPTD, sudah tersedia petugas teknis yang siap melaksanakan vaksinasi kepada sapi ternak milik masyarakat.
“Para petugas teknis sudah dipersiapkan di lapangan. Mereka akan melakukan vaksinasi sesuai standar agar pelaksanaan berjalan maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budiono menjelaskan bahwa vaksinasi ini akan diprioritaskan bagi sapi lokal, khususnya sapi penggemukan yang biasanya dipasarkan menjelang Iduladha.
“Jenis sapi lokal memang menjadi prioritas. Biasanya enam hingga sembilan bulan sebelum Iduladha, penjualan sapi lokal meningkat tajam. Dengan adanya vaksinasi, kesehatan sapi lebih terjamin sehingga nilai jual tetap stabil,” tuturnya.
Budiono menegaskan bahwa bantuan vaksin ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah dalam mengendalikan penyebaran PMK.
Ia menyebut, upaya pencegahan ini sangat penting karena penyakit tersebut bisa menimbulkan kerugian besar bagi para peternak.
“Vaksinasi PMK menjadi langkah pencegahan strategis. Selain melindungi ternak, program ini juga menjaga ketahanan pangan serta melindungi ekonomi peternak lokal,” katanya.
Selain persiapan vaksinasi PMK, Dinas Peternakan Ciamis saat ini juga tengah menggelar kegiatan Bulan Bhakti Peternakan sekaligus memperingati Hari Rabies Sedunia.
Untuk tahun ini, kegiatan tersebut difokuskan di dua kecamatan, yaitu Rancah dan Kawali.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan, baik dari ancaman PMK maupun rabies,” tambah Budiono.
Dengan adanya vaksinasi PMK yang segera bergulir pekan depan, masyarakat peternak di Ciamis diharapkan merasa lebih tenang dan terlindungi.
Upaya ini bukan hanya menjaga kesehatan sapi lokal, tetapi juga menjamin kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat luas.





