Berita

Puluhan Calon Juleha Ikuti Bimtek Juru Sembelih Halal Ciamis, Dapat Dua Sertifikat Sekaligus!

Disnakkan gelar bimtek juru sembelih halal Ciamis untuk pastikan kualitas kurban sesuai syariat. Simak kuota dan syarat sertifikat MUI di sini!

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis kembali menggelar pelatihan intensif bagi para perwakilan panitia kurban.

Sebanyak 40 peserta secara resmi mengikuti program bimtek juru sembelih halal ciamis guna meningkatkan kompetensi teknis mereka.

Langkah strategis ini diambil pemerintah daerah sebagai bentuk jaminan ketenteraman batin bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban.

Kegiatan krusial tersebut berlangsung dengan khidmat di Aula Korpri Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pembekalan ini dijadwalkan berjalan selama dua hari berturut-turut.

Para calon Juru Sembelih Halal (Juleha) akan menerima materi komprehensif yang memadukan wawasan ilmiah serta penerapan langsung di lapangan.

Standardisasi Mutu Kurban Melalui Bimtek Juru Sembelih Halal Ciamis

Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis, Syarief Nurhidayat, memberikan penjelasan mendalam mengenai urgensi standardisasi kompetensi penyembelihan ini.

Menurutnya, program bimtek juru sembelih halal ciamis merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mencetak tenaga juru sembelih yang bersertifikat resmi.

Penyelenggaraan kali ini bahkan telah memasuki gelombang kelima sejak pertama kali diinisiasi.

Syarief mengonfirmasi bahwa kuota peserta pada setiap angkatan selalu dibatasi demi menjaga efektivitas proses pembelajaran.

Secara berkala, pihak dinas memfasilitasi antara 30 hingga 50 orang peserta di setiap gelombang pelatihan.

Melalui pembatasan kuota ini, setiap calon Juleha diharapkan dapat menyerap materi praktik secara optimal dan presisi.

Baca Juga :  Di Bawah Gerimis, Semangat Bhayangkara ke-79 Berkobar di Ciamis

Sementara itu, kurikulum pelatihan dirancang secara khusus dengan melibatkan para pakar di bidangnya.

Penyelenggara membagi agenda menjadi dua sesi besar, yaitu pendalaman teori di dalam kelas dan simulasi praktik penyembelihan secara langsung.

Penataan metode ini bertujuan agar peserta tidak hanya paham secara konseptual, melainkan juga tangkas saat menghadapi hewan buruan di lapangan.

Selain materi teknis, daya tarik utama dari agenda ini adalah legalitas kompetensi yang akan diperoleh para peserta.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program bimtek juru sembelih halal ciamis, peserta bakal dianugerahi dua sertifikat kompetensi sekaligus.

Sertifikat resmi tersebut diterbitkan langsung oleh pihak Disnakkan Ciamis dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis.

Kolaborasi Aspek Kesejahteraan Hewan dan Syariat Islam

Syarief menekankan bahwa peran seorang Juleha sangat vital dalam menentukan status kehalalan daging konsumsi.

Oleh karena itu, sinergi antara aspek medis veteriner dan hukum Islam menjadi pondasi utama dalam kurikulum pengajaran.

Pengetahuan ini menjadi pembeda kualitas antara penyembelih amatir dan penyembelih yang telah terstandarisasi dengan baik.

“Kami memberikan dari dinas itu lebih khusus ke segi kesejahteraan hewannya, kalau MUI itu lebih ke segi syariahnya,” ujar Syarief saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Melalui pendekatan menyeluruh ini, dinas berharap para alumni bimtek juru sembelih halal ciamis mampu menularkan ilmu mereka ke lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Dorong Siswa Kuasai Bahasa Inggris Lewat Ciamis Smart Challenge 2025

Meskipun kepemilikan sertifikat resmi bersifat opsional bagi masyarakat umum, kepemilikan dokumen legal ini dinilai sangat baik untuk membangun kepercayaan publik.

Penyebaran edukasi secara berantai akan mempercepat terciptanya ekosistem pangan halal yang merata di tataran desa.

Hingga saat ini, total kumulatif alumni yang telah mengantongi sertifikat resmi telah mencapai angka yang cukup signifikan.

Tercatat ada kurang lebih hampir 200 orang Juleha di seluruh wilayah Ciamis yang telah lulus kualifikasi.

Semua alumni tersebut merupakan hasil binaan langsung dari rangkaian program bimtek juru sembelih halal ciamis yang diadakan secara bertahap.

Pihak dinas juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh peserta agar menerapkan ilmu yang didapat dengan penuh tanggung jawab.

Pengawasan terhadap tata cara penyembelihan hewan kurban harus diperketat, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Kepatuhan terhadap prosedur penanganan hewan dipercaya dapat meminimalkan tingkat stres pada ternak sebelum disembelih.

Sebagai informasi penutup, dinamika sebaran peserta pada angkatan kelima ini dipastikan telah mewakili pemetaan wilayah secara adil.

Sebanyak 40 orang peserta yang hadir merupakan utusan terbaik dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

Melalui sebaran wilayah yang merata, implementasi hasil bimtek juru sembelih halal ciamis diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas pada musim kurban mendatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca