
Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, penggunaan gadget yang berlebihan juga menyimpan risiko, terutama bagi kesehatan mata.
Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam mengatur waktu penggunaan perangkat elektronik, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.
Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Mata, dr. Sutrisno, Sp.M, dalam keterangannya pada Sabtu (27/09).
Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi memang tidak bisa dihindari, tetapi perlu disertai dengan pengendalian agar tidak menimbulkan dampak negatif.
“Tentu harus ada ukuran waktu memakai gadget untuk menjaga kesehatan mata. Teknologi memang perlu, tapi penggunaannya juga harus diatur,” ungkapnya.
Menurut dr. Sutrisno, salah satu cara untuk mencegah gangguan kesehatan mata akibat penggunaan gadget adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin.
Idealnya, pemeriksaan dilakukan setiap enam bulan hingga satu tahun sekali.
Ia menjelaskan, pemeriksaan berkala sangat penting untuk mendeteksi dini adanya gangguan refraksi atau kelainan penglihatan yang sering kali tidak disadari, terutama pada anak-anak.
“Anak-anak cenderung kesulitan mengutarakan keluhan kesehatan pada orang tuanya. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan agar potensi gangguan penglihatan bisa segera ditangani,” tambahnya.
Selain membatasi penggunaan gadget dan rutin memeriksakan mata, menjaga pola makan juga menjadi faktor penting dalam menunjang kesehatan indera penglihatan.
Dokter yang berpraktik di Jalan Rumah Sakit, Lingkungan Kalapajajar, Kelurahan Ciamis ini menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi mata dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan bergizi seimbang.
“Cukup dengan menerapkan pola makan Empat Sehat Lima Sempurna. Itu sudah ukuran yang baik untuk menjaga kesehatan mata,” jelasnya.
Pernyataan dr. Sutrisno sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dengan mengatur waktu penggunaan gadget, rutin melakukan pemeriksaan mata, serta menjaga pola makan, risiko kerusakan mata bisa diminimalisir.





