Heboh Bentrok Maut Kendari, Polisi Cari Pelaku Perusakan

Advertisement

Bentrok maut Kendari terjadi pada hari Kamis tanggal 16 Desember kemarin.

Rupanya bentrokan tersebut memicu ketegangan sampai menyebabkan kehilangan nyawa.

Terjadinya bentrok ini berawal dari adanya pawai budaya Kelompok pemuda di kawasan Kendari yang berlangsung pada 11.00 Wita.

Mulanya pawai berlangsung kondusif namun situasi mulai memanas sekitar jam 12.30 Wita.

Kemudian sekitar pukul 16.30 Wita, kerusuhan di lokasi tersebut memuncak.

Advertisement

Kombes Ferry berkata kerusuhan mereka sekitar jam 17.00 Wita dan setelah waktu itu kondisi telah kondusif.

Kerusuhan yang terjadi sore itu rupanya memakan korban jiwa.

Kombes Ferry pun mengkonfirmasi terdapat seorang warga yang tewas di tengah bentrokan berlangsung.

Kendati demikian mereka tidak mengetahui apa penyebab warga itu meninggal dan masih pihaknya lakukan autopsy.

Sementara itu sejumlah pihak berusaha mengamankan bentrokan yang terjadi itu.

Kemudian polisi meminta bantuan TNI untuk pengamanan bentrokan di Kendari.

Polisi berkata jenazah satu korban tewas dalam bentrokan sudah dalam proses autopsy.

Lalu polisi meminta tim forensik melakukan otopsi guna memastikan penyebab tewasnya korban dalam bentrokan.

Selain korban tewas, Ferry berkata ada beberapa korban mengalami luka-luka.

Tetapi Ferry belum mengantongi informasi pasti tentang jumlah korban luka-luka dalam bentrok maut Kendari.

Tak hanya korban jiwa, terdapat tiga mobil yang dibakar ketika bentrokan antara dua kelompok.

Pihak polisi berkata masih mencari identitas pelaku pembakar mobil-mobil itu.

Ferry menjelaskan sebanyak tiga kendaraan yang pelaku bakar berada di lokasi berbeda-beda.

Dalam bentrok yang terjadi, sejumlah angkot sempat para pemuda bakar sebelumnya.

Ferry berkata para pemuda tersebut mencari lawan mereka yang kuat dugaan bersembunyi alam angkot.

Dalam video yang beredar, terlihat situasi mencekam dalam sebuah angkot.

Rupanya perekam video itu adalah salah satu penumpang angkot tersebut.

Tampak sejumlah pemuda dengan pakaian berwarna hitam mengepung angkot dengan jeritan dan tangisan dari penumpang.

Terlihat pula dalam video bentrok maut Kendari ada sejumlah pemuda sedang mengeroyok seseorang memakai balok.

Pelaku Dalam Bentrok Maut Kendari

Bentrokan yang terjadi pada hari Kamis kemarin sangat mencekam dan menakutkan banyak orang terutama warga setempat.

Tetapi pada hari ini tepatnya Jum’at 17 Desember, kondisi kawasan Kendari sudah relatif aman.

Sejumlah polisi terlihat bersiaga di sejumlah lokasi yang sempat terjadi kerusuhan.

Kepala Bid Humas Kepolisian Sulawesi Tenggara yakni Kombes Ferry Larutuka berkata warga sudah beraktivitas normal hari ini.

Dari kemarin jam 17.00 Wita usai bentrok maut Kendari, kondisi sudah terkendali.

Kendati demikian polisi tetap menempel personel guna melakukan penyekatan agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga sekarang pihak kepolisian masih mendalami apa yang menjadi penyebab bentrokan antara dua kelompok.

Berdasarkan informasi yang mereka terima, bentrok berawal dari ketersinggungan salah satu kelompok.

Hal itu berasal dari tindakan kelompok lain yang sempat melewati daerahnya.

Pihak kepolisian juga masih mendata kerusakan yang timbul sebagai akibat dari bentrokan tersebut.

Bukan hanya kendaraan, terdapat sejumlah lapak pedagang kaki lima di daerah Kendari Beach juga menjadi sasaran pelaku.

Ferry berujar satuan Reserse tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku-pelaku pengrusakan dalam kerusuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry menghimbau agar masyarakat kota Kendari tak terpicu informasi hoaks.

Ia berharap waga mau tetap menjaga kesatuan dan persatuan juga kedamaian agar bentrok maut Kendari tak terulang lagi.

Sementara itu terlihat sejumlah anggota Polri, Satpol PP dan TNI membersihkan lokasi bekas kerusakan lapak pedagang di Kendari Beach.

Pembersihan mereka lakukan guna menghilangkan kesan horor serta tidak kondusif dalam wilayah kota Kendari.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *