
Penurunan angka kemiskinan Ciamis menjadi salah satu sorotan paling menarik dan esensial dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025.
Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, secara resmi membeberkan fakta menggembirakan ini di hadapan para anggota dewan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar pada Kamis (26/03/2026).
Tercatat, tingkat penduduk miskin di wilayah Tatar Galuh ini berhasil ditekan secara terukur dan signifikan hingga menyentuh level 7,19 persen.
Keberhasilan luar biasa dalam menekan angka kemiskinan Ciamis ini bukanlah sekadar klaim sepihak di atas kertas, melainkan didukung oleh berbagai indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren sangat positif.
Hal ini membuktikan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga langsung menyentuh akar permasalahan sosial di masyarakat bawah.
“Ini menunjukkan pembangunan kita tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga relatif merata dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tegas Herdiat penuh keyakinan di Aula Tumenggung Wiradikusumah DPRD.
Ringkasan Berita
Sinergi Kebijakan dan Stabilitas Fiskal Tekan Angka Kemiskinan Ciamis
Menurut Bupati Herdiat, keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan Ciamis merupakan hasil nyata dari kolaborasi seluruh elemen.
Pemerintah daerah dan masyarakat terus bergerak bersama dalam mengeksekusi visi besar “Sinergi Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan”.
Visi ini menjadi napas utama dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2029 yang kini fondasinya mulai menunjukkan hasil konkret.
Selain itu, program jaring pengaman sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat dieksekusi maksimal berkat kondisi keuangan daerah yang sangat solid.
Realisasi pendapatan daerah yang melampaui target hingga menyentuh angka lebih dari 101 persen memberikan ruang fiskal yang cukup luas.
Tata kelola keuangan yang sehat dan belanja daerah yang terkendali ini memastikan setiap program pengentasan kemiskinan berjalan tanpa hambatan.
Salah satu katalis utama yang mempercepat turunnya angka kemiskinan Ciamis adalah lonjakan fantastis pada sektor pertanian.
Sebagai daerah agraris, pertumbuhan sektor pertanian yang meroket hingga 10,85 persen berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup petani lokal.
Kesejahteraan yang meningkat di tingkat pedesaan ini secara otomatis menggerus kantong-kantong kemiskinan yang selama ini menjadi prioritas penanganan pemerintah daerah.
Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi secara umum yang naik menjadi 5,37 persen turut menciptakan efek domino (multiplier effect) yang positif.
Perputaran uang yang semakin sehat di pasar-pasar tradisional hingga sektor transportasi menjadi tameng tangguh dalam menjaga tren penurunan angka kemiskinan Ciamis sepanjang tahun 2025.
Kualitas Hidup Naik, Ketimpangan Ekonomi Terkendali
Berbicara mengenai kesejahteraan secara holistik, penurunan angka kemiskinan Ciamis berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup warganya.
Fakta ini terkonfirmasi dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang melesat naik menjadi 74,33 poin.
Kenaikan IPM ini merepresentasikan akses pendidikan yang lebih merata, layanan kesehatan yang semakin prima, dan standar hidup layak yang makin terjangkau.
Kendati demikian, Bupati Herdiat tetap memaparkan laporan LKPJ ini secara objektif dan transparan. Di tengah euforia merosotnya angka kemiskinan Ciamis, beliau mengakui adanya sedikit riak pada tingkat pengangguran terbuka.
Namun, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena persentase pengangguran tersebut masih berada pada batas wajar dan jauh di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Lebih dari itu, tingkat ketimpangan ekonomi antar wilayah dan antar golongan juga tetap terkendali dalam kategori ringan.
Hal ini mengisyaratkan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan Ciamis benar-benar mencerminkan asas keadilan sosial yang proporsional.
Ratusan Penghargaan Bukan Tujuan Utama
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ciamis tercatat telah menggulirkan secara masif 121 program, 227 kegiatan, dan 626 subkegiatan.
Rentetan program inilah yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi instrumen ampuh dalam mengendalikan sekaligus menurunkan angka kemiskinan Ciamis.
Dedikasi tanpa henti dari pemerintah daerah ini bahkan diganjar dengan memborong 250 penghargaan bergengsi dari tingkat provinsi hingga internasional.
Beberapa di antaranya yang paling prestisius adalah predikat kota kecil terbersih tingkat ASEAN dan raihan Opini WTP dari BPK selama 12 kali berturut-turut.
Namun, di balik gemerlapnya ratusan trofi tersebut, Herdiat memiliki pandangan yang sangat membumi. Baginya, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir dari pengabdiannya.
Fokus utamanya tetap bermuara pada pemerataan kesejahteraan warga, termasuk upaya menjaga agar angka kemiskinan Ciamis tidak kembali merangkak naik.
“Prestasi ini adalah efek dari kerja keras, bukan target utama. Yang utama adalah manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Herdiat dengan nada penuh penekanan.
Menutup pemaparan LKPJ 2025 yang komprehensif tersebut, Herdiat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus merapatkan barisan.
Tren positif penurunan angka kemiskinan Ciamis ini diharapkan menjadi pijakan optimisme untuk memperkuat pembangunan ke depan agar lebih efektif, efisien, dan membawa kemajuan yang berkelanjutan.





