
Upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies dan zoonosis lainnya melalui vaksinasi hewan peliharaan di Kabupaten Ciamis terus menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 500 ekor kucing peliharaan tercatat telah menjalani vaksinasi di wilayah tersebut.
Angka ini menjadi bagian dari total 600 hewan peliharaan yang telah divaksinasi oleh Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Ciamis, drh. Asri Kurnia, MP, membenarkan angka tersebut.
Asri menjelaskan, jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya dan mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka.
“Dari total 600 hewan peliharaan yang sudah kami vaksinasi hingga akhir Juli 2026, sekitar 500 di antaranya adalah kucing peliharaan,” jelas drh. Asri saat ditemui di ruang kerjanya.
Sisanya, menurutnya, terdiri dari 100 ekor anjing dan monyet peliharaan. Hal ini menandakan dominasi kucing sebagai hewan peliharaan utama di tengah masyarakat Ciamis.
Dinas Peternakan mencatat bahwa peningkatan jumlah vaksinasi juga didorong oleh kesadaran masyarakat yang makin tinggi terhadap pentingnya vaksinasi hewan, terutama untuk mencegah rabies.
Beberapa warga bahkan secara aktif melaporkan keberadaan kucing liar yang terlihat mencurigakan atau berpotensi menyebarkan penyakit.
“Memang ada beberapa kucing jalanan yang kami vaksin juga, itu atas permintaan masyarakat. Mereka datang ke Pos Kesehatan Hewan atau kami yang turun langsung ke lapangan,” tambah Asri.
Mekanisme vaksinasi dilakukan melalui dua jalur, yakni pelayanan langsung di Pos Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan melalui tim lapangan yang merespons permintaan dari masyarakat.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjangkau hewan-hewan peliharaan hingga ke tingkat desa.
drh. Asri menekankan, program vaksinasi ini merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran rabies.
Pasalnya rabies merupakan sebuah penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
“Vaksinasi ini penting untuk memutus rantai penularan rabies dan penyakit menular lainnya. Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin memvaksin hewan peliharaannya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu membawa kucing, anjing, atau monyet peliharaan mereka ke Pos Kesehatan Hewan agar mendapatkan vaksin secara gratis dan aman.
Dengan tren permintaan yang meningkat, Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis menargetkan jumlah vaksinasi akan terus bertambah hingga akhir tahun 2026.
Ke depan, pihaknya berencana memperluas jangkauan layanan vaksinasi, termasuk dengan menambah titik pelayanan dan intensifikasi edukasi ke masyarakat.
Program vaksinasi hewan peliharaan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju Kabupaten Ciamis bebas rabies dan penyakit hewan menular lainnya.





