Viral WNI Akan Karantina Terlantar di Soetta, Ini Penjelasan dari Satgas

Reportasee.com – WNI akan karantina terlantar di Soetta tengah viral khususnya di kalangan pengguna sosial media.

Memang banyak turis dan TKW atau Tenaga Kerja Wanita terlantar menunggu karantina di Wisma Atlet.

Hal ini berawal saat seorang wisatawan yang baru tiba dari luar negei mengunggah video dengan durasi 2 menit lebih 39 detik.

Dalam video tersebut tampak keadaan Bandara Soekarno Hatta yang penuh dengan pelaku perjalanan internasional.

Selain itu dalam video, warga yang merekam mengklaim sudha antri sejak Maghrib sampai menjelang adzan Subuh.

Ia mengatakan menunggu selama itu agar dapat melakukan proses karantina sesuai ketentuan.

Bahkan setelah mengantre sepanjang itu, proses karantina belum juga selesai. 

Lanjutan suara dalam video, ia mengaku bersama rekannya mendapat penawaran dari orang tak bertanggung jawab.

Oknum tersebut menawarkannya untuk melakukan karantina mandiri dalam sebuah hotel.

Tetapi wanita itu terkejut saat harga yang oknum sebutkan jumlahnya mencapai 19 juta rupiah.

Wanita perekam video berkata, jika 1 orang harus membayar 19 juta rupiah, maka kalau 22 orang oknum itu akan mendapat ratusan juta.

Dari video tampak para warga sedang duduk bersamaan dengan barang yang mereka bawa di area pelataran bandara.

Bahkan terlihat pula ada orang yang merebahkan dirinya di tempat pengambilan bagasi.

Orang-orang dalam video juga saling berdekatan satu sama lain dan tidak menjaga jarak.

Terdengar juga dalam video WNI akan karantina terlantar di Soetta terdengar orang yang tidur seperti pepes.

Ia melakukan protes lantaran mereka juga mempunyai hak atas karantina di Wisma Atlet.

Selain itu ia juga mengeluhkan dengan tarif karantina hotel yang fantastis mengartikan pemerintah yang menyiksa rakyat.

Sontak saja video tersebut menjadi viral dan ramai warganet bicarakan.

Penjelasan Satgas Untuk WNI Akan Karantina Terlantar di Soetta

Menanggapi video itu, Kapendam Jaya yakni Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan menuturkan Pangkogasgabpad terus melakukan evaluasi.

Evaluasi yang Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji tersebut berlangsung mengenai penanganan tahap karantina.

Meskipun begitu, perempuan perekam video yang viral tersebut memang tak berhak karantina di Wisma Atlet.

Sebab menurutnya, hanya pihak-pihak tertentu saja yang boleh melakukan karantina di Wisma Atlet.

Mereka antara lain mahasiswa atau pelajar, Pekerja Migran Indonesia juga Aparatur Sipil Negara yang baru pulang dari tugas dinas.

Ia menuturkan perempuan yang viral dalam video WNI akan karantina terlantar di Soetta itu tak termasuk kategori tersebut.

Ia merupakan wisatawan yang pulang dari luar negeri dan minta untuk karantina di Wisma Atlet.

Selain itu mereka tak mau menuju hotel repatriasi yang telah tersedia.

Sementara itu Vivi Herlambang selaku Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia juga menanggapi video tersebut.

Dia mengatakan bahwa tarif karantina di hotel bervariasi setiap orangnya berdasarkan klasifikasi bintang hotel tersebut.

Tarif untuk karantina di hotel bintang dua sebesar 6,75 juta untuk satu orang.

Sedangkan karantina dalam hotel bintang lima mencapai 12,5 juta untuk 10 hari.

Jika untuk dua orang, Vivi mengatakan beda sebab meals untuk dua pengunjung.

Vivi menyebutkan pula kalau turis dapat menghindari permainan harga calo dengan melakukan booking mandiri lewat situs resmi.

Adapun situs resmi hotel karantina H-HOTS PHRI di alamat https://quarantinehotelsjakarta.com .

Berdasarkan informasi dari pihak Satgas Bandara, kondisi lokasi pada pagi ini sudah lancar dan kondusif.

Bukan itu saja, kondisi yang seperti terekam dalam video WNI akan karantina terlantar di Soetta sudah tak terlihat lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *