WHO Sarankan Obat Covid 19, Begini Fakta Actemra Dan Kevzara

ReportaseeJATENG.com – Actemra dan Kevzara termasuk obat yang memiliki khasiat untuk pengobatan terhadap pasien kasus covid 19 menurut persetujuan WHO.

Kasus covid 19 yang semakin meningkat membuat banyak pihak terus berupaya untuk bisa menanggulangi masalah ini.

Mulai dari berbagai jenis vaksin hasil dari beberapa ilmuwan negara maju yang sudah mulai tersalurkan ke masyarakat secara resmi.

Tidak jarang banyak orang yang berkesimpulan sendiri dalam menentukan obat yang mampu mengobati infeksi virus berbahaya ini.

Akan tetapi hal tersebut malah bisa membahayakan nyawa karena mengonsumsi obat kimia secara sembarangan.

Oleh karena itu bagi pasien covid yang tengah menjalani pengobatan harus mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Dan baru-baru ini WHO merilis jenis obat terbaru yang berkhasiat mampu mengobati infesi virus covid.

Bahkan 2 jenis obat yang WHO sarankan sudah terbukti mampu mengurangi risiko kematian pada pasien yang terinfeksi virus.

Tentang Obat Tocilizumab Dan Sarilumab

Semenjak virus corona menyerang dunia WHO terus berupaya melakukan penelitian agar bisa segera selesai.

Namun virus berbahaya ini menyerang dengan lebih ganas hingga menyebabkan angka pasien terinfeksi dan meninggal meningkat.

Namun setelah melakukan penelitian dari 11.000 pasien yang terinfeksi virus covid ini WHO akhirnya menemukan obat.

Obat tersebut bernama Actemra atau Tocilizumab dan Kevzara atau Sarilumab yang tidak lain adalah obat radang sendi atau athritis.

Obat Actemra dari Roche dan Kevzara dari Sanofi memiliki kandungan kortikosteroid yang baik bagi pasien covid 19.

Dari data penelitian WHO pada 11.000 pasien, obat ini berkhasiat untuk mengurangi risiko kematian pada pasien terinfeksi.

Biasanya orang yang mengidap penyakit rheumatoid arthritis yang sering menggunakan kedua jenis obat ini.

Dan hanya orang dewasa yang mengalami penyakit rheumatoid arthritis golongan sedang hingga parah yang bisa menggunakan obat ini.

Cara Penggunaan Actemra dan Kevzara

Mungkin sebagian besar pasien yang mengidap penyakit rheumatoid arthitis tidak asing lagi dengan kedua jenis obat tersebut.

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang biasanya menyerang persendian atau menyebabkan radang sendi.

Namun bagi masyarakat umum tentu masih asing dengan jenis obat yang WHO umumkan baru-baru ini.

 

Pemberian obat Tocilizumab biasanya dalam bentuk infus IV intravena oleh ahli medis kepada pasien.

Infus IV merupakan pemberian obat langsung ke pembuluh darah pasien selama periode waktu pengobatan tertentu.

Biasanya pemberian infus yang berisi obat Tocilizumab akan memakan waktu hingga 60 menit per periode.

Dan periode pemberian obat ini kepada pasien yang mengidap penyakit autoimun adalah setiap 4 minggu sekali.

Sedangkan untuk obat Sarilumab akan diberikan ke pasien dalam bentuk jarum suntik atau pena yang telah terisi cairan obat.

Biasanya pemberian obat Sarilumab ini tepat pada bagian bawah kulit pasien setiap 2 minggu sekali.

Dan obat dalam bentuk jarum suntik maupun pena memiliki dua kekuatan antara lain 150 mg/1,14 mL ataupun 200mg/1,13 mL.

Efek Samping Yang Sering Muncul

Sama seperti penyakit yang sering menyerang tubuh dengan menciptakan berbagai gejala yang sering orang rasakan.

Penggunaan obat untuk mengatasi suatu penyakit juga sering kali menimbulkan efek samping yang mungkin pasien rasakan.

Hal tersebut masih termasuk wajar selama masih dalam pantauan serta penanganan tenaga medis yang profesional.

Bahkan efek samping yang timbul tersebut merupakan salah satu tanda kinerja dari obat pada tubuh pasien.

Pada penggunaan Actemra dan Kevzara juga memicu timbulnya efek samping pada pasien yang terinfeksi virus covid.

Efek samping tersebut antara lain sakit kepala, infeksi saluran kemih, kadar kolesterol dan tekanan darah meningkat.

Selain itu pasien juga bisa mengalami infeksi pada saluran pernapasan, serta gatal atau muncul ruam pada bagian tertentu.

Keefektifan Obat

WHO telah melakukan penelitian pada 11.000 pasien yang terinfeksi virus covid dengan memberikan dua jenis obat ini.

Dan hasilnya sangat memuaskan karena terbukti dapat menurunkan angka kematian akibat virus covid 19.

Dalam percobaan 20 pasien yang mendapat pengobatan ini, 19 pasien berhasil sembuh dan keluar rumah sakit

Obat Actemra dan Kevzara efektif menurunkan risiko kematian akibat infeksi virus berbahaya ini 19 hingga 39 persen.

Meskipun memiliki cara penggunaan yang berbeda, namun kedua jenis obat ini sangat berkhasiat untuk mengobati Rheumatoid Arthritis.

Bahkan pada golongan penyakit sedang hingga parah setelah mencoba antirematik pemodifikasi penyakit (DMARD).

Biaya Yang Diperlukan

Baik Actemra maupun Kevzara termasuk jenis obat bermerek yang belum tersedia bentuk biosimilar.

Pada umumnya obat bermerek memiliki kisaran harga yang lebih mahal bila dibandingkan dengan jenis obat biosimilar.

Untuk bisa mendapatkan pengobatan dengan dua jenis obat tersebut pasien harus membayar hingga jutaan rupiah.

Namun harga Kevzara lebih murah dari Actemra, namun semua tergantung dengan kebutuhan dan kemampuan pasien.

Dengan hadirnya kedua jenis obat ini masyarakat sangat berharap kasus covid dapat segera berakhir.