Viral Video Perempuan Bawa Anak Tertangkap Mencuri di Indomaret

Berita Viral

Reportasee.com – Viral video perempuan membawa anak tertangkap mencuri di Indomaret.

Video aksi pencurian di Indomaret tersebut kembali menjadi sorotan.

Kali ini seorang perempuan yang diduga menjadi pelaku pencurian menangis, setelah tertangkap basah melancarkan aksi pencuriannya.

Video viral yang terunggah melalui akun sosial media Instagram @memomedsos ini langsung menjadi viral pada hari Senin 17 Januari 2022.

Kali ini aksi pencurian tersebut terjadi di sebuah gerai Indomaret yang berada di Jalan Soekarno-Hatta 3, Kota Malang pada hari Jumat 14 Januari 2022.

“Seorang wanita nangis-nangis usai tertangkap tangan melakukan pencurian oleh pegawai minimarket.

Wanita tersebut terus menangis sambil memohon untuk tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Video : sausageblackpepper,” tulis pemilik akun dalam keterangan video unggahannya.

Yang ironis, perempuan ini melancarkan aksinya sambil menggendong balita yang ia akui sebagai anak.

Video viral yang telah menembus angka 59.726 viewers ini langsung saja memicu perdebatan netizen.

Banyak netizen yang merasa geram akan ulah pencurian di minimarket.

Hal ini lantaran akan merugikan kasir atau pegawai dari minimarket tersebut.

Tak jarang para pegawai yang harus ‘nombok’ jika terjadi aksi pencurian atau kehilangan barang.

Namun, lain sisi kondisi wanita yang membawa anak juga menyentil Nurani dari netizen.

Seperti netizen satu ini yang memberikan komentarnya:

“Kasian sih, sama si ibu yang bawa bayi. Tapi kan kasian juga sama pegawai yang harus potong gaji kalau ada barang hilang” komentar seorang netizen.

Klarifikasi Pihak Indomaret

Menanggapi aksi pencurian seperti yang terekam dalam video viral tersebut, A. Nenny Kristyawati selaku Public Relation Manager PT. Indomarco Prismatama memberikan penjelasan langsung.

Nenny menyebutkan bahwa ini bukanlah aksi pertama pelaku.

menurutnya, pelaku telah berulang kali melancarkan aksi pencuriannya di gerai Indomaret yang berbeda.

“Pelaku dalam video tersebut telah berkali-kali melakukan aksi pencurian di Indomaret Soekarno-Hatta 234 dan Soekarno-Hatta 3,” tutur Nenny.

Nenny mengungkapkan bahwa objek yang sering pelaku ambil berupa permen coklat.

Sedangkan dalam aksinya kali ini, pelaku tertangkap tangan saat hendak melakukan pencurian dot bayi serta susu bubuk.

“Saat kejadian pencurian kemarin, yang bersangkutan tertangkap basah ketika hendak mencuri dot bayi dan susu bubuk,” lanjut Nenny.

Setelah tertangkap tangan, perempuan itu kemudian meminta bantuan dari rekannya untuk menebus barang yang telah ia curi.

Setelah adanya penggantian barang curian, pihak Indomaret kemudian membebaskan pelaku.

Meningkatkan Pengawasan

Nenny menghimbau kepada seluruh karyawan Indomaret untuk terus meningkatkan pengawasan di setiap gerai agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali.

Salah satu cara yang dapat para peragai lakukan adalah dengan rutin memeriksa CCTV.

“Harus lebih mewaspadai pelaku, kalau sudah mengetahui waktu serta jam barang yang hilang.”

Rekaman CCTV inilah yang akan menjadi bukti agar karyawan dapat mengantisipasi pelaku pencurian yang datang di gerai Indomaret yang sama atau yang lainnya.

Jika memang terbukti mencuri, pihak Indomaret akan meneruskan kasus pencurian tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Para tim toko juga wajib meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi, terutama jika belum mengetahui pelaku yang sesungguhnya,” papar Nenny.

Penggantian Barang Hilang

Terkait penggantian barang, Nenny juga memberikan penjelasan.

Menurutnya, penggantian barang oleh karyawan ini hanya berlaku jika nilai dari barang yang hilang melebihi batas yang sudah ditentukan.

Jika sudah melebihi batas, maka penggantian barang ini akan menjadi beban karyawan.

Hal ini karena karyawan dianggap lalai sehingga menyebabkan kehilangan barang.

“Sebetulnya tidak hanya sebatas barang hilang saja. Ada beberapa kesalahan yang dapat menyebabkan adanya penggantian barang oleh karyawan,” katanya.

Misalnya pencurian, adanya kesalahan saat penerimaan barang baik barang yang berasal dari supplier ataupun barang yang berasal dari center.

“Kesalahan ini kan bisa terjadi entah karena kelalaian dari tim toko ataupun karena adanya ketidakjujuran,” pungkas Nenny.

Berita Terbaru