Viral Kucing Betina Terkena Penyakit Pyometra, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Advertisement

Ada berbagai macam jenis masalah kesehatan yang kerap menimpa kucing, salah satunya yaitu penyakit Pyometra.

Penyakit tersebut kabarnya rentan diderita oleh kucing betina dan membuat kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Oleh sebab itulah, para pemilik kucing wajib waspada dengan penyakit tersebut agar tidak menimpa hewan tersayang.

Viral Kucing Betina Mengidap Penyakit Pyometra

Terbaru, sebuah postingan yang berisi informasi tentang adanya kucing mengalami pyometra dan tengah berjuang sembuh menjadi viral di sosial media.

Pengunggah lewat akun twitternya meminta doa kepada pengguna lainnya agar kucingnya bisa sembuh.

Advertisement

Selain itu, pengunggah juga melengkapi cuitannya tersebut dengan foto kucing berbulu putih dan ada luka jahitan di perutnya.

Menanggapi postingan tersebut, banyak warganet yang belum tahu tentang penyakit Pyometra.

Lantas apa sebenarnya pyometra ini? Melansir dari Pintar Pet.com, berikut informasi selengkapnya untuk Anda.

Mengenal Pyometra

Sebagai informasi, kucing betina sangat rentan mengalami pyometra karena menyerang organ Rahim.

Pyometra yang terjadi pada kucing berupa adanya sekumpulan nanah dalam rahimnya karena infeksi dari bakteri.

Hal itu bisa terjadi karena adanya perubahan pada hormonal, fisiologis dan anatomi yang terjadi setelah kucing birahi namun tidak hamil.

Biasanya setelah masa birahi, hormone progesteron bekerja supaya dinding Rahim menebal sebagai persiapan kalau terjadi kehamilan.

Namun, jika setelah beberapa siklus birahi namun kehamilan tak terjadi dan dinding Rahim menebal maka bisa berakibat buruk.

Di mana kondisi tersebut bisa menjadi momen untuk bakteri agar bisa menginfeksinya.

Bukan itu saja, ada juga bahaya yang mengintai dari kondisi itu yakni terbentuknya kista.

Pyometra yang terjadi pada kucing tentu saja berbahaya dan berakibat fatal kalau tidak mendapat pengobatan.

Penyebab Pyometra Pada Kucing

Besar kemungkinan kucing yang mengidap Pyometra meningkat lantaran bertambahnya usia.

Penyakit tersebut bisa terjadi pada kucing yang kerap merasakan siklus panas selama satu  bulan sebelum dia jatuh sakit.

Betina ada pada risiko tertinggi dalam pengembangan penyakit Pyometra.

Tetapi kondisi tersebut bisa dokter diagnose kepada kucing yang sudah dimandulkan.

Selain itu, menurut VCA Hospital, pemakaian obat-obatan dengan preparat hormone progesterone dapat memicu terjadinya pyometra.

Sebab, efeknya bisa menimbulkan perubahan dalam Rahim sama seperti siklus birahi.

Kalau waktu pemberiannya tidak benar, maka obat-obatan tersebut justru bisa menyebabkan pyometra pada kucing.

Sebagai pemilik, Anda harus berhati-hati lantaran banyak obat-obatan anti birahi yang kini dijual bebas di petshop.

Obat tersebut mempunyai kandungan hormon progesteron yang berbahaya kalau penggunaannya tidak tepat.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter hewan sebelum memberikan obat tersebut kepada kucing.

Pasalnya, kalau tidak berkonsultasi dengan dokter hewan bisa saja penyakit ini bertambah parah pada kucing.

Gejala Pyometra Pada Kucing

Sebagian besar kucing tidak memperlihatkan gejala pyometra yang signifikan.

Di mana tanda tersebut biasanya berupa demam, tidak nafsu makan, lesu, dehidrasi sampai muntah.

Pasalnya, tanda-tanda dari penyakit satu ini bisa ringan atau ambigu.

Oleh karena itu, rontgen atau ultrasound menjadi satu-satunya cara agar bisa mendiagnosa atau menyingkirkan pyometra pada kucing.

Kalau kucing mempunyai penyakit pyometra memiliki leher Rahim terbuka, umumnya nanah akan sering keluar bersama darah dari vaginanya.

Tetapi, dokter hewan yang teliti akan langsung membersihkannya sebelum Anda bisa melihat hal tersebut.

Salah satu ciri khusus dari kucing dengan pyometra yaitu pembesaran perut dan terasa sakit karena nanah bisa menggembungkan Rahim.

Itulah informasi tentang penyakit Pyometra yang bisa menimpa kucing betina dan wajib Anda waspadai

Show More
Advertisement