Uang Kripto Shiba Inu Naik Kembali Setelah Seminggu Merah

Berita Viral

Reportasee.com – Uang kripto Shiba Inu merupakan salah satu cryptocurrency yang tengah hangat investor bicarakan.

Hal ini lantaran beberapa waktu sebelumnya, Shiba Inu mengalami kenaikan hingga 700 persen banyaknya.

Bahkan Shiba Inu Coin berhasil masuk dalam jajaran aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Shiba Inu Coin sendiri merupakan salah satu mata uang yang hadir pada tanggal Agustus tahun 2020 lalu.

Aset ini termasuk dalam token jenis ERC-20 lantaran berjalan di atas jaringan berupa blockchain Ethereum.

Kini uang kripto Shiba Inu menjadi aset terbesar di nomor 9 dan menjadi pesaing mata uang Dogecoin.

Harga Uang Kripto Shiba Inu Terbaru

Pada tanggal 6 November hari ini, harga uang kripto Shiba Inu mulai mengalami kenaikan.

Kenaikan yang berlangsung untuk Shiba Inu Coin berhasil membuatnya berada masuk dalam zona hijau.

Tentu saja harga aset Shiba Inu di hari ini menjadi sebuah harapan baru untuk investor setelah satu minggu lesu.

Harga Shiba Inu secara langsung berdasarkan data terpercaya di hari ini yaitu Rp. 0.793741.

Di mana angka tersebut dengan volume trading satu hari sebesar Rp. 150.317.906.247.908.

Perlu Anda ketahui, harga Shiba Inu terbilang begitu fluktuatif dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu.

Kisaran kenaikan harga Shiba Inu berlangsung sebesar 13,48% dalam satu hari terakhir dan harganya bisa berubah tiap saat.

Peringkat Shiba Inu Coin dalam CoinMarketCap sekarang berada di posisi 11 dengan kapitalisasi pasar di angka Rp. 435.839.764.637.834.

Sementara itu Shiba Inu mempunyai pasokan yang beredar sekitar 549.095.509.738.353 maksimal koin SIHB.

Memang Shiba Inu menjadi salah satu coin yang tengah populer namun tidak terduga dalam dunia cryptocurrency.

Penamaan aset tersebut berdasarkan jenis anjing dengan nama yang sama dan menjadi ilham mantan meme coin kesayangan market.

Nilai dalam pasar token totalnya melonjak hingga lebih dari $51 miliar pada minggu lalu.

Posisi itu menempatkannya di antara jajaran 10 cryptocurrency kisaran atas yang tersedia di pasar.

Tetapi hari ini investor harus bersabar sebab Dogecoin kembali lagi berada di posisi awalnya.

Hal ini terlepas dari kenyataan uang kripto Shiba Inu sebagai meme awalnya justru meninggalkan aset tersebut.

Tarif Shiba Inu Yang Sempat Anjlok Selama Satu Minggu

Tepat tanggal 5 November kemarin, harga uang kripto Shiba Inu terus mengalami penurunan selama satu minggu terakhir.

Penyebabnya karena para pemegang mayoritas aset kripto atau bernama whale tercatat memindahkan aset satu ini.

Besaran aset Shiba Inu yang mereka pindahkan sebesar US$ 2,3 miliar atau senilai 33 triliun rupiah menuju empat rekening berbeda.

Berdasarkan data terpercaya, harga Shiba Inu sempat mencapai US$ 0,000071 pada perdagangan hari Senin 1 November lalu.

Harganya kala itu anjlok sebesar 33% pada perdagangan 4 November dan sekarang US$ 0,000050.

Nilai kapitalisasi pasar aset Shiba Inu pun menurun dari awalnya US$ 40 miliar di 1 November menjadi US$ 27,6 miliar.

Mengutip dari media lokal, harga Shiba Inu anjlok lantaran mayoritas investor uang kripto memindahkan asetnya.

Mereka cenderung mempunyai dampak yang cukup besar terhadap harga terkait tiap transaksi berlangsung.

Whale sendiri merupakan sebutan untuk sejumlah orang yang memegang aset kripto dalam jumlah sangat besar.

Kepemilikan aset Shiba Inu memang terkonsentrasi terhadap 10 pemilik teratas yang memegang sebesar 72% koin beredar.

Selama satu minggu ini, whale gencar melakukan transaksi dengan uang kripto Shiba Inu.

Media setempat mencatatkan pemindahan para whale dengan setiap transaksi bernilai kurang lebih US$ 586 juta dengan jumlah US$ 2,3 miliar.

Fitur Baru Di Platform Triv Untuk Investor Shiba Inu Coin

Platform perdagangan untuk aset kripto yakni Triv memperkenalkan layanan terbarunya bagi investor uang kripto Shiba Inu.

Adapun fitur baru tersebut bernama Triv Staking Shiba Inu.

Dengan adanya fitur itu, pengguna bisa memperoleh bunga mulai dari 5 hingga 10 persen untuk Shiba Inu Coin atau SHIB.

Kata CEO Triv yakni Gabriel Rey mengungkap koin Shiba Inu berada di posisi top favorit dalam waktu dua minggu lebih.

Dia pun berharap adanya fitur terbaru ini, bisa menambah keuntungan khususnya pengguna platform Triv.

Hal ini lantaran bukan hanya kenaikan pada harganya, ada juga bunga yang mereka dapat dari koinnya.

Bukan hanya itu, pemilik aset kripto sekarang dapat memperoleh bunga tahunan dari hasil penyimpanan asetnya.

Bunga tersebut mereka dapatkan sebagai hasil penyimpanan aset dalam periode waktu tertentu atau bernama staking.

Rey menuturkan Triv Crypto Staking begitu membantu para investor kripto guna mendapat passive income seraya HODLL koinnya.

Sehingga tak hanya mendapatkan capital gain, mereka juga masih memperoleh bunga dengan istilah layaknya dividen.

Selain itu, menurut Rey bunga staking tak seperti deposito sebab investor bisa mengambilnya secara harian ataupun mingguan.

Adapun jenis bunga staking akan mereka bagikan secara tetap dan bisa investor cairkan langsung ke sebanyak 61 bank serta e-wallet.

Cara menggunakan platform tersebut untuk bertransaksi uang kripto Shiba Inu cukup mudah dan seperti broker pada umumnya.

Ada Masalah Besar Yang Menghantui Shiba Inu Coin?

Pada hari Kamis 4 November lalu, menjadi hari terburuk bagi SHIBarmy yakni penggemar uang kripto Shiba Inu.

Pasalnya token berlogo anjing yang berasal dari Jepang ini mengalami aksi jual secara besar-besaran atau sell off.

Aksi penjualan besar-besaran ini terjadi sampai lebih dari 30% banyaknya dalam waktu satu hari.

Ini menjadi penurunan harian paling besar semenjak bulan September lalu.

Berdasarkan data setempat, harga token meme ini ambruk sebesar 33,53% dalam kurun satu hari menjadi US$ 0,00004333.

Padahal tepat di hari yang sama, token pesaing Dogecoin ini sempat menyentuh di level harga US$ 0,00006593.

Pada keesokan harinya di tanggal 5 November harga token SHIB rupanya masih belum membaik.

Harganya pun berada di kisaran US$ 0,00004865 atau masih anjlok sebesar 15,92% daripada hari sebelumnya.

Kisaran harga itu makin jauh dari tarif paling tinggi sepanjang masa Shiba Inu yang tercapai di minggu lalu yaitu US$ 0,000088.

Nilai untuk kapitalisasi pasar atau market cap SHIB pun turut tersapu sebesar 15,78 persen menjadi US$ 26,84 miliar.

Tetapi volume perdaganganya melonjak cukup tinggi mencapai 75,83% menjadi US$ 11,47 miliar dalam satu hari belakangan.

Kala itu, token SHIB masih ada di urutan 11 besar jajaran aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Anjloknya harga SHIB sonta saja membuat market geger semalam terlebih sebagian pemilik token digital tersebut.

Meskipun tak sedikit pula jajaran trader tetap optimis membeli token itu ketika harganya murah atau buy the dip.

Salah satunya ada founder portal berita kripto yakni Gokhshtein Media yang bernama David Gokhshtein.

Sejumlah analisis kripto maupun media mengaitkan anjloknya harga uang kripto Shiba Inu dengan pergerakan dari kalangan whale.

Kendati demikian harganya berangsur membaik namun belum mampu kembali ke posisi awalnya.

Berita Terbaru