
Memasuki musim hujan, ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi perhatian utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli.
Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli, Nasir Daeng Marumu, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit ini, terutama melalui upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam wawancaranya dengan RRI pada Sabtu (30/11/2024), Nasir menjelaskan bahwa kasus DBD telah mulai muncul di Tolitoli. “Sudah ada warga yang mengalami gejala DBD dan langsung mendapatkan penanganan. Selain memberikan pengobatan, kami juga melakukan fogging atau pengasapan untuk menekan populasi nyamuk penyebab DBD,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Nasir menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu cara yang terus digalakkan adalah penerapan prinsip 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menambahkan langkah-langkah pencegahan lain, seperti penggunaan obat nyamuk atau memasang kelambu.
“Jangan biarkan ada genangan air, sekecil apa pun, karena itu adalah tempat favorit nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur,” tegas Nasir.
Penyakit DBD bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.
Gejala yang perlu diwaspadai mencakup demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celcius selama dua hingga tujuh hari, disertai nyeri pada tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan munculnya bintik-bintik merah di kulit.
Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan dini.
Nasir juga menyoroti bahwa pemberantasan DBD membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan kesadaran dan tindakan yang terkoordinasi, Dinas Kesehatan Tolitoli berharap dapat meminimalkan penyebaran penyakit ini dan melindungi kesehatan warga selama musim hujan.
Melalui langkah-langkah ini, Dinkes Tolitoli berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD.





