Berita

Heboh Isu Resesi, Benarkah Lahan Rumah Jadi Kunci Hadapi Ancaman Krisis Global?

Politisi senior ajak masyarakat hadapi ancaman krisis global dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan pokok secara mandiri.

Masyarakat Indonesia diimbau untuk tidak panik secara berlebihan dalam menghadapi ancaman krisis global yang saat ini sedang melanda berbagai belahan dunia.

Langkah mitigasi yang paling realistis justru dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni dengan memperkuat ketahanan pangan mandiri di area pekarangan rumah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPR RI sekaligus politisi senior, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,IP.,M.Si, usai menghadiri kegiatan penyuluhan keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Acara yang mengedukasi literasi keuangan masyarakat tersebut berlangsung tertib di Gedung Dakwah Banjarsari pada Selasa (21/02/2023).

Lonjakan Inflasi Global dan Dampaknya pada Pangan

Menurut Agun, fenomena ekonomi dunia saat ini memang sedang berada dalam fase yang kurang menguntungkan karena hampir seluruh negara mengalami lonjakan inflasi.

Kendati demikian, angka inflasi di dalam negeri dinilai masih berada dalam batas yang rasional, meskipun bergerak dinamis di luar prediksi awal.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir yang kami ikuti, angka inflasi nasional kita menyentuh angka 5,2 persen,” ujar Agun di hadapan para peserta penyuluhan.

Berdasarkan data sekunder pada periode kuartal pertama tahun 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memang memberikan andil inflasi yang cukup besar bagi masyarakat.

Penentu utama dari pergerakan angka tersebut salah satunya dipicu oleh fluktuasi harga komoditas sembilan bahan pokok (sembako) yang tidak stabil di pasar domestik.

Baca Juga :  Sekda Ciamis Tekankan ASN Harus Jadi Perekat Persatuan di Tengah Keberagaman

Oleh karena itu, pengendalian harga dari hulu ke hilir menjadi tantangan bersama yang harus diselesaikan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Langkah preventif yang cepat sangat dibutuhkan agar gejolak ekonomi eksternal tidak langsung merusak daya beli masyarakat di daerah.

Memaksimalkan Pekarangan Rumah Sebagai Benteng Pertahanan

Guna meredam dampak buruk dari ancaman krisis global tersebut, Agun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan aset yang dimiliki.

Salah satu langkah konkret yang bisa langsung diterapkan adalah mengoptimalkan lahan atau pekarangan rumah yang kosong untuk menanam kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kita bisa mulai menanam komoditas pangan ringan seperti cabai, tomat, sayur-mayur, atau tanaman obat keluarga di sekitar rumah. Jika kebutuhan dapur kecil bisa dipenuhi mandiri, pengeluaran rumah tangga otomatis akan lebih hemat,” tutur politisi senior tersebut.

Pola hidup produktif ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan dari level keluarga. Ketika pasokan pangan lokal di tingkat rumah tangga terjaga, maka ketergantungan terhadap pasar luar dapat diminimalisasi secara bertahap.

Indonesia Berpotensi Lebih Kuat Dibanding Negara Lain

Menariknya, Indonesia dinilai memiliki modal geografis dan demografis yang jauh lebih unggul dalam menghadapi risiko ancaman krisis global.

Ketimbang negara-negara maju yang sangat menggantungkan pasokan pangan dan energi dari jalur impor, Indonesia terbilang masih memiliki ruang besar untuk bisa bertahan (survive).

Agun menjelaskan bahwa banyak negara luar yang saat ini mulai kehabisan sumber daya manusia (SDM) produktif di sektor pertanian.

Baca Juga :  Komunitas Koi Jepang Rayakan Prestasi Irfan Hakim di ADI 2025

Akibatnya, mereka sangat rentan kolaps ketika rantai pasok global terganggu akibat konflik geopolitik maupun perubahan iklim ekstrem.

“Negara luar sekarang banyak yang sudah tidak ada SDM untuk mengolah tanah mereka. Mereka sangat bergantung pada pasokan impor. Kita di Indonesia harus bersyukur karena tanah kita subur dan tenaga kerja kita masih melimpah,” tambahnya lagi.

Serap Aspirasi Lewat Dialog Terbuka bersama Warga

Sebagai wakil rakyat yang duduk di parlemen, Agun mengaku memiliki kewajiban moral yang besar untuk terus menyampaikan kondisi riil negara kepada konstituennya.

Transparansi informasi mengenai tantangan ancaman krisis global ini sengaja disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif.

Selain rutin menggelar edukasi formal bersama OJK, dirinya juga kerap membuka ruang dialog terbuka dengan berbagai elemen masyarakat bawah guna menyerap aspirasi secara langsung.

Melalui metode jemput bola ini, banyak masukan berharga yang didapatkan mengenai kondisi ekonomi riil di lapangan.

“Melalui dialog langsung seperti ini, saya pribadi banyak sekali mendapatkan manfaat dan masukan dari warga. Hal ini menjadi modal penting bagi kami di DPR RI untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan makro pemerintah dan aksi mikro masyarakat di pekarangan rumah, Indonesia diharapkan mampu melewati badai ancaman krisis global dengan fondasi ekonomi yang tetap kokoh.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca