Penyebab Gizi Buruk Pada Anak, Kenali Sejak Dini!

Reportasee.com – Penyebab gizi buruk pada anak itu tentunya cukup beragam dan biasanya terjadi karena adanya faktor pemicu.

Anak-anak yang mengalami gizi buruk tersebut umumnya adalah anak yang sedang berada pada masa pertumbuhannya.

Maka dari itu, penting sekali untuk meningkatkan kualitas gizi di Indonesia, terutama pada pertumbuhan anak-anak tersebut di masa mendatang.

Walaupun Indonesia masih menjadi negara berkembang, tetapi negara kita ini harus terus berjuang dalam mengatasi masalah gizi buruk pada anak.

Jumlah penderita gizi buruk yang terjadi pada anak-anak juga masih sangat banyak sampai saat ini.

Bukan hanya anak, tetapi banyak juga ibu hamil yang mengalami gizi buruk sehingga berakibat pada janin yang sedang ia kandung. Hal itu yang menyebabkan kematian terjadi pada ibu hamil ataupun janin di dalam kandungannya.

Masalah gizi buruk ini masih terus bermunculan dan menjadi masalah yang sangat serius. Asupan gizi yang rendah menjadi salah satu penyebab gizi buruk pada anak.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua, supaya tak ada lagi anak Indonesia yang mengalami gizi buruk.

Faktor Penyebab Gizi Buruk Pada Anak

Banyak faktor penyebab terjadinya gizi buruk pada anak-anak sekarang ini, beberapa faktor pemicunya antara lain sebagai berikut:

Sanitasi

Masih banyak sekali sanitasi buruk di lingkungan sekitar dan di beberapa wilayah Indonesia. Sanitasi ini bisa menjadi penyabab munculnya gizi buruk karena konsumsi air yang kotor dan tidak higienis. Bahkan sanitasi yang buruk juga bisa mencemari bahan makanan untuk konsumsi.

Ekonomi

Faktor ekonomi juga telah menjadi masalah utama dalam masalah gizi buruk tersebut. Penghasilan yang tak mencukupi untuk membeli bahan makanan, serta mahalnya harga bahan makanan di pasaran membuat orang tua merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan anak-anak mereka.

Pendidikan

Orang tua juga bisa menjadi tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi anak, karena tingkat pendidikan yang rendah dan kurang memadai akan pentingnya asupan gizi yang baik bagi anak.

Pengetahuan dan informasi mengenai pemberian gizi yang baik untuk anak juga dirasa kurang, sehingga orang tua tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang menyebabkan gizi buruk tersebut.

Perilaku Orang Tua

Faktor penyebab gizi buruk pada anak yang satu ini masih berhubungan dengan perilaku orang tua dalam hal pendidikan.

Kebanyakan dari mereka tidak mau tahu dan merasa benar sendiri, sehingga tidak merasa perlu mendapatkan bimbingan dari ahli gizi atau medis mengenai asupan gizi anaknya.

Perilaku orang tua yang seperti itu juga bisa menyebabkan gizi anaknya memburuk, karena diberi makanan yang tidak layak makan dan tidak bernutrisi.

Cara Mengatasi Gizi Buruk

Untuk mencegah peningkatan jumlah anak yang mengalami gizi buruk, maka dibutuhkan langkah yang tepat dalam menangani hal tersebut.

Cara menurunkan dan mengatasi gizi buruk pada anak bisa dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Asupan Makanan Bergizi

Dalam mencegah peningkatan gizi buruk, sebaiknya para orang tua memiliki bekal ilmu gizi supaya mereka bisa menyampaikannya pada anak. Ibu hamil juga harus mengonsumsi makanan bergizi terlebih dulu, agar janin dalam kandungannya tetap sehat.

  1. Periksakan Kandungan

Lakukan cek rutin dan kontrol ke dokter kandungan secara berkala, untuk melihat perkembangan kehamilan. Maka jika terjadi sesuatu pada janin, ibu hamil bisa melakukan pencegahan atau sedini mungkin.

  1. ASI dengan MPASI

Berikan ASI eksklusif untuk bayi selama 6 bulan, kemudian berikan MPASI dengan gizi baik saat bayi sudah berusia 6 bulan. Sebaiknya tidak memberi susu formula pada anak jika ibu bisa memberinya ASI eksklusif.

  1. Memeriksa Berat dan Tinggi Badan Anak

Orang tua juga harus rutin memeriksa berat badan dan tinggi badan anak, apakah sudah sesuai atau belum. Jika berat badan dan tinggi badannya tidak sesuai dengan standar anak sehat, maka orang tua harus melakukan sesuatu secepat mungkin untuk mengatasinya.

Komplikasi dan Diagnosis Gizi Buruk pada Anak

Pada komplikasi penyebab gizi buruk bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak.

Apabila komplikasi ini terjadi, maka anak bisa mengalami tahapan perkembangan yang lambat untuk anak seusianya.

Dengan memiliki gizi yang buruk, anak akan kesulitan konsentrasi ketika belajar, mudah terserang jenis-jenis penyakit berat dan berbahaya, mengalami gangguan pada organ tubuhnya, bahkan bisa terjadi kematian.

Diagnosis gizi buruk ini bisa dengan melalui pemeriksaan pada riwayat kesehatan anak, dan kebiasaan makan pada anak.

Gejala serta tanda-tanda gizi buruk juga bisa menjadi gambaran bagi dokter yang memeriksa. Kemudian dokter juga akan memeriksa kondisi sang anak, apakah ia mengalami gejala sekaligus adanya pembengkakan pada tubuh.

Anak yang kurang gizi biasanya menderita jenis penyakit lainnya, dan jenis penyakit yang paling banyak terdeteksi adalah penyakit infeksi akibat dari tingkat kekebalan tubuhnya yang rendah.

Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi dan laboratorium, biasanya menjadi contoh pemeriksaan yang sering terjadi pada anak gizi buruk.

Beberapa gejala atau tanda anak mengalami gizi buruk misalnya secara fisik kondisinya akan terlihat pucat, kurus, massa ototnya hilang pada keempat anggota gerak tubunya, perut cembung, sering gelisah, rambut mudah rontok, kusam, kering dan warnanya berubah.

Sama halnya dengan bagian kulit yang bersisik, terdapat bercak merah atau putih pada kulit, kusam, dan bagian tepinya kehitaman. Bayi yang kekurangan gizi juga biasanya akan terlihat saat usianya masih 3 bulan. Untuk mencegah hal-hal buruk sebaiknya Anda rutin memeriksakan kondisi kesehatan anak baik di rumah sakit atau puskesmas.

Ikuti update informasi seputar berita terbaru dari Reportasee.com di Google News!