Berita

Menteri LHK Turun Lapangan, Hasil Penilaian Adipura 2026 Ciamis Bikin Terkejut?

Menteri LHK meninjau langsung kesiapan Penilaian Adipura 2026 Ciamis. Temukan fakta menarik di balik tata kelola sampah terbaik nasional di sini.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI memberikan perhatian khusus terhadap jalannya Penilaian Adipura 2026 Ciamis.

Langkah krusial ini dibuktikan dengan kunjungan kerja langsung dari Menteri LHK, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, yang meninjau sejumlah titik strategis di Kabupaten Ciamis pada Minggu (1/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kementerian LHK tersebut bertujuan untuk memverifikasi secara objektif fakta pengelolaan lingkungan di daerah yang dikenal dengan julukan Kota Tertib ini.

Lompatan Besar Tata Kelola Lingkungan di Tatar Galuh

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Hanif tidak ragu memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis.

Berdasarkan data makro kementerian, ia menilai bahwa sistem pengelolaan sampah dan kebersihan di Ciamis saat ini berada di jajaran teratas.

Prestasi ini menjadi modal yang sangat kuat dalam menghadapi seluruh tahapan Penilaian Adipura 2026 Ciamis.

Komitmen lingkungan di Tatar Galuh ini bukan tanpa alasan. Jika dibandingkan dengan 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, manajemen kebersihan di daerah ini dianggap jauh melampaui standar rata-rata nasional.

Terobosan regulasi daerah dan penyediaan infrastruktur hijau dinilai menjadi faktor pembeda yang membuat Ciamis unggul.

Namun, pihak kementerian menegaskan bahwa proses evaluasi substantif tetap berjalan ketat tanpa dispensasi khusus.

“Tujuan utama peninjauan ini adalah untuk memastikan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar melihat laporan di atas kertas. Secara umum, performa Ciamis dalam menjaga kebersihan lingkungan tergolong sangat baik,” ujar Hanif saat disambut hangat oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Ruang Pendopo VIP.

Baca Juga :  Disnakan Ciamis Perketat Screening untuk Mencegah Penyebaran PMK pada Ternak

Meski demikian, Hanif menekankan bahwa aspek verifikasi lapangan dalam Penilaian Adipura 2026 Ciamis akan tetap dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Hal ini merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar sebelum predikat supremasi kebersihan tertinggi tersebut resmi dianugerahkan kepada daerah yang lolos kualifikasi.

Mengintip TPA Sindangrasa dan Efektivitas Bank Sampah

Rangkaian verifikasi lapangan diawali dengan peninjauan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sindangrasa yang terletak di Kecamatan Banjaranyar.

Di lokasi pemrosesan ini, Menteri LHK melihat secara detail siklus pengelolaan limbah harian yang masif.

Proses tersebut dimulai dari sistem pengumpulan dari hulu domestik, metode pemilahan, hingga teknologi pengolahan akhir yang diterapkan oleh dinas terkait.

Selain fasilitas fisik berskala besar, rombongan kementerian juga memantau langsung efektivitas program Bank Sampah lokal.

Program berbasis komunitas ini dinilai menjadi salah satu indikator penentu dalam Penilaian Adipura 2026 Ciamis.

Keberhasilan Bank Sampah di sini membuktikan bahwa edukasi lingkungan berjalan baik hingga tingkat rukun tetangga.

Keberadaan Bank Sampah dianggap sebagai elemen kunci. Mengapa? Karena program ini berhasil memicu partisipasi aktif masyarakat secara mandiri untuk memilah sampah organik dan anorganik dari rumah.

Pola sirkular ekonomi ini dinilai efektif mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA secara signifikan sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi warga.

Pasar Manis Ciamis Jadi Barometer Fasilitas Publik

Tidak hanya fokus pada hilir pengelolaan sampah di TPA, tim penilai juga bergerak menuju pusat ekonomi warga, yaitu Pasar Manis Ciamis.

Pasar tradisional modern ini menjadi salah satu titik pantau krusial dalam instrumen Penilaian Adipura 2026 Ciamis. Kebersihan pasar sering kali menjadi indikator paling jujur dari kedisiplinan warga di ruang publik.

Baca Juga :  DPW Partai Berkarya Sumut Turun Tangan Salurkan Bantuan untuk Ribuan Korban Banjir Langkat–Binjai

Kebersihan fasilitas publik, drainase yang bebas sumbatan, serta manajemen limbah pasar yang rapi di Pasar Manis berhasil mencuri perhatian tim kementerian.

Kondisi pasar yang higienis ini mencerminkan sejauh mana budaya bersih telah mengakar di ruang publik terbuka dan didukung penuh oleh para pedagang lokal.

Respons Bupati Herdiat: Motivasi untuk Terus Berbenah

Menanggapi sinyal positif dan apresiasi dari Menteri LHK, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan rasa syukurnya yang mendalam.

Kendati demikian, Herdiat menegaskan bahwa capaian manis ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat Tatar Galuh yang konsisten.

Ia memastikan Pemkab Ciamis tidak akan cepat berpuas diri dengan tren positif dalam Penilaian Adipura 2026 Ciamis.

Sebaliknya, momentum ini akan dijadikan pijakan untuk meningkatkan mutu pelayanan lingkungan hidup ke tingkat yang lebih tinggi lagi pada masa depan.

“Kami sangat bersyukur atas kunjungan dan apresiasi dari Bapak Menteri LHK. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berbenah. Bagaimanapun, pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan komitmen bersama seluruh warga Ciamis,” pungkas Herdiat secara optimistis.

Dengan sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah dan kesadaran warga, peluang Kabupaten Ciamis untuk kembali memboyong penghargaan tertinggi Adipura tahun ini tampaknya terbuka sangat lebar.

Bersihnya lingkungan kini bukan lagi sekadar mengejar trofi, melainkan telah bertransformasi menjadi gaya hidup berkelanjutan di Ciamis.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca