
Ideologi nasional Pancasila bukanlah sekadar konsep normatif yang dipajang di dinding ruang-ruang pemerintahan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII, Dr. Tr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si., dalam sebuah agenda krusial di Kota Banjar.
Seusai memberikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Selasa (2/12/2025), tokoh yang akrab disapa Kang Agun ini menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hidup dan tercermin secara nyata dalam pikiran, ucapan, hingga perbuatan seluruh penyelenggara negara dan warga negara.
Baginya, konsistensi dalam mengimplementasikan nilai dasar ini adalah harga mati untuk menjaga keutuhan bangsa.
Ikatan Sejarah Agun Gunandjar dengan Kota Banjar
Kehadiran Agun Gunandjar Sudarsa di Kota Banjar kali ini memiliki makna filosofis dan historis yang sangat dalam.
Bagi pria yang dikenal vokal di Senayan ini, Kota Banjar bukan sekadar titik lokasi kegiatan formal kedewanan.
Kota ini merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan karier dan sejarah pribadinya.
Agun dikenal luas sebagai salah satu tokoh kunci yang berperan aktif dalam proses pemekaran Kota Banjar.
Kedekatan emosional ini melahirkan tanggung jawab moral yang besar bagi Agun untuk memastikan masyarakat Banjar tetap memiliki pemahaman kebangsaan yang kokoh.
Komitmen berkelanjutan ini ia wujudkan dengan terus turun ke bawah guna memperkuat nilai-nilai dasar kehidupan bernegara di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Empat Pilar: Pedoman Mutlak dalam Berpikir dan Bertindak
Dalam paparannya, Agun menjelaskan secara mendalam bahwa penerapan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) harus bermula dari prinsip dasar yang tertanam di dalam diri setiap individu.
Ia menyoroti bahwa seringkali Empat Pilar hanya dianggap sebagai hafalan, padahal esensinya adalah perilaku nyata.
“Prinsip-prinsip dasar dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan yang harus dilakukan oleh seluruh penyelenggara negara dan warga negara,” ujar Agun Gunandjar menegaskan.
Menurutnya, Empat Pilar adalah filter mental bagi setiap individu.
Bagaimana cara kita berpikir tentang orang lain, cara kita berbicara dalam ruang publik, hingga cara kita bertindak dalam kehidupan sosial harus mencerminkan nilai kemanusiaan dan keadilan.
Baginya, tanpa perwujudan dalam tindakan nyata, konsep-konsep kebangsaan tersebut akan kehilangan ruhnya.
Mandat Negara: Memberi Perlindungan dan Menumbuhkan Harapan
Poin paling krusial yang disampaikan Agun dalam sosialisasinya adalah mengenai peran fundamental negara.
Ia melontarkan pernyataan reflektif bahwa negara memiliki kekuatan besar untuk membentuk karakter warganya.
Oleh karena itu, negara tidak boleh absen atau justru melakukan pembiaran yang mendorong warganya ke arah perilaku yang merusak.
Negara, menurut Agun, memegang kewajiban konstitusional untuk memberikan perlindungan, pembinaan, serta yang paling utama adalah memberikan harapan masa depan.
Sistem yang dibangun oleh negara harus mampu merangsang masyarakat untuk menjadi warga yang patuh pada hukum dan taat pada nilai moral.
“Negara tidak boleh membuat warganya menjadi semakin jahat. Negara harus memberikan perlindungan agar mereka menjadi warga yang patuh, taat, tobat, dan memiliki harapan masa depan,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Ia memandang bahwa proses “tobat” atau perbaikan diri warga negara hanya bisa terjadi jika negara menghadirkan keadilan dan sistem yang mendukung perbaikan karakter tersebut.
Negara harus hadir sebagai orang tua yang membimbing, bukan sekadar penegak hukum yang menghukum tanpa solusi.
Tanggung Jawab Moral Sang Wakil Rakyat
Menutup agenda di Kota Banjar, Agun menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah bagian dari janji dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Ia tidak ingin masyarakat hanya sekadar datang dan mendengarkan, namun ada perubahan paradigma setelah pulang dari forum tersebut.
Agun berharap setiap individu yang hadir dapat menyesali perilaku yang kurang baik di masa lalu, bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, dan pada akhirnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Saya datang ke sini memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai wakil rakyat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab dan upaya agar setelah kegiatan ini, masyarakat dapat berubah menjadi lebih baik,” tuturnya.
Melalui konsistensi sosialisasi ini, Agun optimis nilai-nilai kebangsaan akan tetap hidup dan menjadi kompas utama dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis, adil, dan berkeadaban di masa depan.





