Lo Kheng Hong, Warren Buffet-nya Indonesia

Reportasee.com – Warren Buffet Indonesia, itulah julukan yang untuk seorang lelaki berusia 62 tahun bernama Lo Kheng Hong. Para pelaku dunia saham tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama ini.

Investor kawakan yang satu ini terkenal karena selalu mengincar saham yang memiliki nilai fundamental baik namun sedang dalam harga yang murah.

Tahun ini Lo Kheng Hong kembali membuat takjub dengan kabar pengingkatan saham Lo Kheng Hong serta kabar pemborongan saham tahun 2021.

Yuk, segera kita simak informasi selengkapnya.

Kisah Lo Kheng Hong

Tahun 2020, Lo Kheng Hong yang akrab dengan sapaan LKH atau Lo sempat bikin kehebohan di dunia bursa Indonesia.

Ia menjadi perbincangan hangat setelah tersebar fotonya bersama Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC Group.

Lebih lanjut Lo Kheng Hong membeli saham salah satu perusahaan andalan Grup MNC.

Antaralain yaitu PT Global Mediacom Tbk (BMTR), media-media Grup MNC serta induk usaha PT Media Nusantara Citra Tbk (NMNC).

NMNC adalah perusahaan yang membawahi media besar seperti RCTI, Inews serta MNCTV.

Nama Lo Kheng Hong menjadi satu-satunya orang yang sukses menjadi triliuner yang berinvestasi di pasar saham.

Alumni Sastra Inggris di Universitas Nasional ini memulai perjalanannya sebagai investor dari gaji yang selalu ia sisihkan 32 tahun yang lalu.

Lo yang selalu hidup hemat serta sederhana menabung uangnya dengan membeli saham di Bursa Efek Indonesia.

Lo menggeluti dunia saham karena terinspirasi dari kisah Warren Buffet.

Warren Buffet adalah seorang investor saham kawakan yang menjadi orang terkaya dunia dengan investasinya pada Berkshire Hathaway.

Perjalanan awal Lo sebagai investor adalah ketika ia membeli saham PT United Tractor Tbk yang saat itu memiliki pendapatan sekitar 2-4 triliun.

Pak Lo dengan kecermatannya menghitung laba bersih dan laba operasional UNTR.

Ia meyakini analisisnya bahwa UNTR memiliki prospek yang bagus sehingga memutuskan untuk membeli dan menaruh semua uangnya.

6 tahun Pak Lo habiskan untuk menunggu saham yang awalnya ia beli dengan harga Rp. 250/saham lalu menjadi Rp. 15.000/saham.

Dari investasinya ini, Pak Lo berhasil meraup keuntungan hingga mencapai angka 5.900%.

Investasi awalnya pada UNTR menjadi penanda kesuksesan Pak Lo yang pertama sebagai investor saham.

Hal itu juga menjadi awal keakraban Pak Lo dengan saham di sektor pertambahan.

Peningkatan Saham Lo Kheng Hong

Akhir kuarter pertama 2021, Saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mendadak mengalami kenaikan yang dramatis.

Dan Lo Kheng Hong ternyata memiliki lebih dari 5% saham atau setara dengan 204.491.000 unit saham yang mulai ia beli sejak awal tahun 2020.

Kenaikan dari PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) ini terus menguat tanpa adanya pergerakan kebawah level pembukaan yang peada pada angka Rp. 302 per saham. 

CFIN juga berhasil mencatat nilai transaksi harian sebesar Rp. 2.78 miliar pada hari ini, Jumat (23/04/2021).

Selain CFIN, Pak Lo juga memiliki saham sebesar 15.01% atau setara dengan 151.422.220 unit saham pada PT. Petrosea Tbk (PTRO).

Saham ni sempat meroket hingga menembus angka 62,9% pada tahun 2020.

Pada PT. Global Mediacom Tbk (BMTR) Pak Lo memiliki 5.81% saham atau setara dengan 942.184.700 unit saham.

Untuk saham emiten produsen roda kendaraan, Pak Po memiliki saham sebanyak 5.06% atau setara 176.484.000 unit saham di PT. Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

Lo Kheng Hong Borong Saham

Lo Kheng Hong memborong saham pada pertengahan tahun 2020.

Ketika hampir semua harga saham menggelepar terserang corona, Lo Kheng Hong melancarkan pembelian average down pada PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) .

Kuarter awal 2021, Pak Lo kembali memborong saham dan menambah kepemilikannya pada emiten pembiayaan PT. Clipan Finance Indonesia Tbk menjadi 5.15% dari angka semula sebesar 4,67%.

Pak Lo juga diketahui sudah menambahkan investasinya pada CFIN dengan membeli sebanyak 18.330.000 unit saham dengan harga Rp. 246 per unit saham.

Pada 6 April 2021 ditambah 885.800 lembar saham dengan harga Rp. 270 per lembar saham pada 8 April 2021.

Total uang yang diegelontorkan investor kawakan ini adalah sebesar Rp. 4,75 miliar untuk memborong saham CFIN kali ini.

Tujuan pemborongan saham tersebut merupakan murni untuk investasi dengan status kepemilikan saham lansung.

Kunci Sukes Lo Kheng Hong

Salah satu kunci sukses seorang Lo adalah ketelitian. 

Begitu cermat ia meneliti angka-angka dalam laporan keuangan.

Memilih perusahaan tempat ia akan berinvestasi dengan seksama.

Tidak ada istilah beli kucing dalam karung bagi Lo.

Pak Lo begitu sabar menganalisis dan memonitor sahamnya.

Pak Lo juga terkenal karena kehebatan dan keberaniannya dalam membeli saham.

Hal ini terbukti ketika Ia berani membeli saham pakan ternak ayam PT Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) yang kini sudah bergabung denga PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Padahal saat itu, sedang merebak kasus flu burung.

Semua orang ketakutan dan segera menjual sahamnya.

Ketakutan ini tidak hanya menjalari investor, namun juga masyarakat yang takut mengkonsumsi ayam karena takut tertular sehingga menyebabkan saham MBAI melandai.

Pak Lo dengan analisis tajamnya mengumpukan saham MBAI dengan harga Rp 250/unit lalu menjualnya dengan harga Rp. 31.500/saham setelah 6 tahun.

Dari investasi ini Pak Lo mendapatkan keuntungan sebesar 12.600% dan mengantongi Rp. 193 Miliar.