Berita

Nyaris Gulung Tikar, Kisah Kervan Gelato Bandung Bangkit Lewat Sokongan KUR Bank BJB

Di balik manis dan kenyalnya sajian es krim khas Turki yang kini ramai diantre pengunjung di Jalan Laswi, Kota Bandung, tersimpan sebuah kisah perjuangan bisnis yang nyaris pupus.

Vanya Ilva Barlian (33), pendiri sekaligus pemilik Kervan Gelato & Dessert, sempat menghadapi kebuntuan finansial akibat keterbatasan modal operasional pada masa awal merintis usaha di tahun 2023.

Beruntung, roda bisnisnya kembali berputar dan melaju pesat berkat fasilitas pembiayaan KUR bank bjb yang berhasil ia dapatkan tanpa memerlukan agunan fisik.

Kisah keberhasilan Vanya ini membuktikan bahwa semangat pantang menyerah, dikombinasikan dengan dukungan perbankan yang tepat sasaran, mampu menciptakan keajaiban ekonomi.

Namun, jalan menuju kesuksesan gerai gelato autentik ini tentu tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui proses panjang lintas benua.

Merantau ke Turki dan Memulai dari Mesin Cuci Piring

Perjalanan Vanya di dunia kuliner berawal jauh dari tanah air, tepatnya saat ia menetap di Turki bersama sang suami, Ugur Yilmaz (46).

Selama berada di negeri transkontinental tersebut, rasa jenuh sebagai ibu rumah tangga justru memicu rasa ingin tahunya yang tinggi.

Ia terdorong untuk mempelajari rahasia pembuatan gelato atau dondurma langsung dari keluarga suaminya.

Keluarga Yilmaz sendiri diketahui telah turun-temurun menjalankan bisnis es krim legendaris khas Turki.

Kendati demikian, proses belajar tersebut jauh dari kata mudah dan instan.

“Awalnya saya pikir begitu bilang mau belajar, akan langsung dikasih resep rahasianya. Ternyata sama sekali enggak,” kenang Vanya.

Alih-alih meracik adonan di dapur utama, ia justru diwajibkan memulai dari pekerjaan paling dasar dan menguras tenaga.

Vanya harus mencuci piring setiap hari dan membersihkan buah ceri satu per satu dengan tangannya sendiri.

Setelah berbulan-bulan membuktikan ketelatenan, dedikasi, dan kesabaran tingkat tinggi, barulah keluarga sang suami mempercayainya.

Ia mulai diizinkan mengolah bahan utama seperti susu segar murni. Bahan ini merupakan komponen paling krusial dalam menentukan tekstur kenyal dan rasa autentik gelato.

Dari tempaan pengalaman tersebut, Vanya menyadari sepenuhnya bahwa membuat gelato berkualitas bukan sekadar urusan takaran resep, melainkan harmoni antara rasa, waktu, kontrol suhu, dan ketulusan hati.

Baca Juga :  Merdeka di Rumah Baru! Lembah Medina Hadirkan Promo DP Nol Rupiah Spesial HUT RI ke-79

Hantaman Realita dan Peran Krusial KUR Bank BJB

Pada tahun 2022, sebuah titik balik terjadi. Vanya memutuskan untuk kembali ke Indonesia usai sang ayah tercinta meninggal dunia.

Dalam kondisi tengah mengandung tujuh bulan dan duka yang mendalam, ia bersama suaminya membulatkan tekad untuk membangun peninggalan bisnis keluarga.

Mereka secara resmi membuka gerai Kervan Gelato & Dessert di kawasan Bandung pada Maret 2023.

Sayangnya, realita bisnis sering kali tidak semulus lembaran rencana di atas kertas. Fase awal pembukaan gerai terasa sangat berat dan sepi pengunjung.

Omzet harian kedai tersebut hanya berkisar di angka ratusan ribu rupiah.

Sementara itu, seluruh tabungan pribadi mereka telah terkuras habis untuk biaya renovasi tempat dan pembelian mesin produksi berukuran kecil.

“Kami berdua sempat kebingungan bagaimana cara melanjutkan usaha ini. Kapasitas produksi sangat terbatas karena mesin yang kecil, sementara biaya operasional harian terus berjalan tanpa henti,” ujar Vanya menceritakan masa-masa kritisnya.

Di tengah situasi yang menghimpit itulah, seorang rekan sejawat menyarankan agar Vanya mencoba mencari suntikan modal melalui KUR bank bjb.

Pada awalnya, ia merasa pesimistis. Vanya merasa tidak memiliki aset berharga seperti sertifikat rumah atau BPKB kendaraan untuk dijadikan agunan pinjaman di bank.

Keraguan Vanya seketika sirna setelah ia menggali informasi lebih lanjut.

Ia menemukan fakta bahwa program KUR bank bjb menyediakan fasilitas pembiayaan khusus tanpa agunan untuk plafon pinjaman di bawah Rp100 juta.

Tidak hanya itu, proses administrasinya pun dirancang sangat sederhana, transparan, dan cepat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pencairan Cepat Tanpa Agunan yang Mengubah Segalanya

Berbekal keyakinan baru, Vanya pun memberanikan diri untuk mengajukan permohonan. Dalam waktu yang terbilang singkat, pengajuan tersebut disetujui oleh pihak bank.

“Rasanya benar-benar seperti dikasih perahu penyelamat setelah berbulan-bulan lama berenang sendirian di tengah laut,” ujarnya menggambarkan perasaan lega.

Dana pinjaman tersebut segera ia alokasikan secara strategis. Vanya membeli mesin pembuat gelato baru dengan kapasitas jauh lebih besar dan memperbarui fasilitas dapur produksinya.

Dampaknya pun langsung terasa nyata. Kapasitas produksi harian melonjak tajam, kualitas tekstur gelato menjadi lebih konsisten, dan grafik pendapatan perlahan merangkak naik.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Banjar Tanamkan Nilai Disiplin Lewat Program Saba Sakola

Pendampingan Sentra UMKM Pascapencairan KUR Bank BJB

Satu hal yang membuat program ini istimewa adalah komitmen perbankan setelah dana disalurkan.

Keberhasilan ekspansi Kervan Gelato tak lepas dari proses pendampingan intensif pascapencairan KUR bank bjb yang terus dilakukan oleh pihak bank. Vanya tidak dibiarkan berjuang sendirian.

Ia secara rutin mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan usaha melalui Sentra UMKM bjb, serta program unggulan bernama Pesat (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu).

Melalui serangkaian pelatihan komprehensif tersebut, Vanya menyegarkan kembali pengetahuannya.

Ia belajar cara mencatat laporan keuangan yang rapi, memisahkan uang pribadi dan usaha, serta mengeksekusi strategi pemasaran digital yang efektif.

Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan akuntansi ternyata menjadi modal dasar yang sangat menguntungkan untuk menyerap ilmu pengelolaan bisnis ini.

Menggerakkan Roda Ekonomi Daerah Lewat Kepercayaan

Menurut Eka Yudistira, perwakilan dari Sentra UMKM Wilayah bank bjb, langkah pemberdayaan semacam ini bukan sekadar pemenuhan target kredit.

Hal ini merupakan bagian dari visi besar bank untuk memperkuat tulang punggung ekonomi di daerah.

“Tujuan utama kami sebenarnya sangat sederhana. Ketika usaha kecil seperti milik Ibu Vanya ini tumbuh dan membuka lapangan kerja, maka secara otomatis ekonomi daerah akan ikut bergerak maju,” paparnya.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran KUR bank bjb tanpa agunan ini tetap dijaga ketat dengan prinsip kehati-hatian (prudent).

Setiap calon debitur dinilai secara objektif berdasarkan profil kelayakan usaha yang berjalan, bukan sekadar dari besaran aset pasif yang mereka jaminkan.

Saat ini, dengan omzet yang terus meroket, Vanya bahkan dengan bangga menjuluki dirinya sebagai seorang “bjb Mania”.

Istilah unik ini ia ciptakan sendiri untuk mendeskripsikan betapa kuatnya dukungan bank tersebut terhadap bisnisnya.

“Mereka tidak sekadar memberi kami uang, tapi yang paling penting, mereka memberi saya kepercayaan diri untuk berani melangkah,” pungkas Vanya yang kini tengah bersiap membuka cabang baru.

Keberhasilan Vanya menjadi bukti nyata bahwa dukungan perbankan yang tepat sasaran mampu menghidupkan kembali semangat wirausaha.

Melalui ekosistem KUR bank bjb, bank daerah ini memegang peran penting dalam memastikan UMKM tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi juga bertumbuh pesat di tengah tantangan ekonomi global.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca