Kilang Minyak Balongan Terbakar…. LAGI!!!

Berita dini hari tadi benar-benar membuat terhenyak banyak mata seketika. Kilang minyak Balongan Pertamina terbakar lagi. Ini terjadi di kilang minyak kepunyaan PT Pertamina RU VI di Balongan, kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Setidaknya ini peristiwa ke 3 yang masih hangat dalam ingatan kita. Media sosial banyak dimana-mana memberitakan peristiwa besar ini.

Kronologis Kilang Minyak Balongan Terbakar

Menurut beberapa sumber yang berada dekat lokasi, peristiwa si jago merah beraksi ini diawali pada saat hujan lebat tengah malam pada Senin 29 Maret 2021 dini hari. Hujan yang lebat diselingi petir menyambar ini sudah dimulai saat matahari tenggelam.

Kondisi sekitar sudah basah oleh guyuran hujan, sehingga tak heran tidak banyak orang yang berlalu lalang sekitar lokasi.

Menurut Ifky Sukarya yang menjabat sebagai Coorporate Secretary Subholding Refining and Petrochemical PT Pertamina, kebakaran diprediksi karena hujan yang begitu deras dan adanya petir yang menyambar.  Dia pun mengatakan bahwa kilang yang mengalami kebakaran itu terjadi di salah satu tanki yaitu di tanki P300G.

Namun untuk kepastiannya perlu adanya investigasi lebih lanjut imbuhnya kemudian.

Komentar PT Pertamina Atas Insiden Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Pihak PT Pertamina melalui salah seorang pejabatnya mengatakan bahwa saat ini pihak department safety yaitu HSSE tengah konsentrasi dalam pemadaman api. Selain juga untuk menyelidiki sebab terjadinya kebakaran kilang.

Di lain pihak pun saat ini PT Pertamina tengah melakukan tindakan shutdown yang bertujuan untuk mencegah perluasan lokasi kebakaran dan sekaligus untuk mengendalikan lajunya arus minyak.

Upaya lain yang tengah mendapat perhatian adalah mempersiapkan tempat sebagai lahan evakuasi dan penampungan sementara para pengungsi bagi penduduk sekitar daerah tersebut. Daerah yang mencakup GOR Perumahan Bumi Patra dan juga kompleks Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Tindakan cepat ini tidak terlepas dari bantuan tenaga TNI untuk memastikan bahwa asupan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan berjalan lancar seperti biasa. Hal ini terlihat dengan adanya pemblokiran jalan utama menuju daerah lokasi kebakaran.

Direktur Utama PT Pertamina Angkat Bicara

Direktur utama PT Pertamina Nicke Widyawati pun memberikan penjelasan bahwa kebakaran di kilang minyak Balongan hanya berdampak pada lokasi setempat di tangki penyimpanan yaitu T-301G. Nicke pun menegaskan bahwa hal ini tidak berpengaruh pada kegiatan fasilitas utama dalam pengolahan minyak mentah.

Tindakan Cepat Aparat Berwenang

Di pihak lain yaitu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Ahmad Dofiri memberikan indikasi adanya kebocoran pada jalur pipa tanki minyak. Hal ini diindikasikan sebagai salah satu dari kemungkinan penyebab kebakaran kilang minyak Balongan Pertamina RU VI Kab. Indramayu tersebut.

Ahmad Dofiri menyebutkan pihaknya mendapat informasi akan adanya salah satu kebocoran pada pipa kilang tangka. Pihak kepolisian pun segera melakukan investigasi dan penyelidikan terkait insiden ini.

Korban-Korban Kebakaran Sekitar Kilang Minyak Balongan

Berdasarkan hasil di lapangan, terdapat data-data yang mengarah pada para korban kebakaran sekitar kilang minyak. Ada beberapa korban dengan kriteria masing-masing.

Ada korban yang secara kebetulan tegah melintas di daerah tersebut, dan ada pula korban yang memang berdomisili di sekitar area kilang minyak Balongan.

Sebanyak 23 korban terluka akibat terkena percikan api. Dari jumlah puluhan korban tersebut, 27 diantara-nya menderita luka ringan, sementara 6 korban lainnya mengalami luka yang cukup berat.

Selebihnya ada sekitar 900 warga yang berhasil mengungsi ke daerah yang lebih aman. Pengungsi tersebut terdiri dari 200 jiwa berkumpul di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra. Sedangkan sejumlah lain sekitar 300 jiwa berhasil menempati Pendopo Kantor Bupati di Kab. Indramayu. Selebihnya sebanyak hampir 400 jiwa telah berada di Gedung Islamic Center Kab. Indramayu.

BBM Untuk Masyarakat Tidak Terganggu

Seperti yang telah Direktur Utama PT Pertamina katakan bahwa PT Pertamina memiliki prosedur dan scenario untuk pola pasukan bahan bakar secara emergency. Masyarakat tidak perlu merasa panik dan memasok bahan bakar secara membabi buta.

Pihak Pertamina akan berusaha mengupakan secara optimal stok produk yang berasal dari kilang lain. Bahan bakar ini berasal dari kilang minyak daerah lain yang akan menggantikan posisi kilang minyak Balongan yang selama ini menjadi pemasoknya. Mulyono sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina menjelaskan bahwa stok BBM berada dalam level yang aman secara nasional.

DPR Angkat Bicara

Sementara itu para wakil rakyat di tingkat DPR pun tidak tinggal diam dan ikut ambil suara mengomentari kejadian kebakaran ini. Salah satunya adalah Azis syamsudin Wakit Ketua DPR, meminta pihak PT Pertamina untuk benar-benar memastikan kondisi keamanan warga yang berdomisili si sekitar kilang minyak Balongan.

Bukan hanya pada saat terjadinya kebakaran saat ini, namun juga harus melihat bila ada dampak lingkingan yang terjadi setelah paska kebakaran ini. Apakah ada zat-zat berbahaya dab beracun yang dapat mencemari lingkungan masyarakat. Hal ini Azis ungkapkan kepada pihak Tribunnwes.com.

Selain itu Azis pun menambahkan agar adanya investigasi mendalam terkait kecelakaan ini.  Apakah adanya human error atau murni kesalahan teknis semata. Perlu adanya proses pengawasan dan monitoring secara menyeluruh di lapangan.

Api Terlihat Sangat Besar Dari Jarak 5 km

Beberapa warga mengatakan bahwa saat kejadian terdengar suara dentuman yang sangat hebat. Selain adanya juga kilatan cahaya api yang dapat terlihat dari jarak sejauh 5km.

Sementara itu Plt. Kasie Penyelamatan dan Evakuasi Pemadam Kebakaran kab.Indramayu, Suyanto memberikan keterangan bahwa ledakan itu menimbulkan kobaran api merah yang besar dan langsung melahap beberapa bangunan sekitar kilang minyak Balongan.

Kebakaran Ini Bukan Yang Pertama

Kejadian kebakaran kilang minyak Balongan ini berdasarkan hasil penelusuran ternyata bukanlah hal yang pertama terjadi di sini.

Pada bulan Oktober tahun 2007 yang lalu, terjadi kebakaran yang berdampak adanya kasilitas yang rusak dan produksi terganggu karena proses pembuangan limbah.

Dan terjadi lagi pada Januari 2019 lalu, saat kebakaran itu terjadi berpusat di fasilitas pemasok gas milik PT Pertamina EP Aset 3 ke pengolahan minyak (kilang) Balongan, Jawa Barat.

Kejadian itu terjadi pada pagi hari, namun dapat terkendali dalam hitungan menit saja.

Jadi, kebakaran kali ini pada tanggal 29 Maret 2021 merupakan kejadian kebakaran ke tiga kalinya di kilang minyak Balongan Indramayu.

Kondisi Terakhir Di Sekitar Kilang Minyak Balongan

Dari pantauan pihak terkait, kondisi saat ini api berhasil padam dan kondisi cukup kondusif. Namun tetap saja bekas-bekas kebakaran masih tampak jelas membekas. Bumbungan aasap masih terlihat di atas awan.

Pun para aparat berwenang berhasil bertindak cepat melakujan sterilisasi dengan pemblokiran akses keluar masuk area tangki di kilang minyak. Begitu pula akses jalur yang dari arah Cirebon ke Indramayu melewati rute Balongan telah tertutup untuk sementara.

Alur lalu lintas pun kini menggunakan jalur alternatif yang telah tesedia untuk jalur-jalur ke dan dari arah Indramayu.