Berita

Kesejahteraan Guru Ciamis Jadi Sorotan, Bupati Blak-blakan Anggaran APBD 2026 Terbatas

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengakui bahwa pemerintah daerah belum mampu memenuhi seluruh harapan kesejahteraan guru Ciamis akibat keterbatasan APBD.

Hal ini disampaikannya secara terbuka di hadapan ratusan anggota PGRI dalam acara Halal Bihalal di Aula Gedung STIKes Muhammadiyah Ciamis, Selasa (07/04/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama di tengah upaya tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tatar Galuh.

Meski mengakui adanya kendala finansial daerah, Herdiat tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru yang tetap gigih mengajar meski di tengah tantangan ekonomi yang kompleks bagi kesejahteraan guru Ciamis saat ini.

Realitas APBD dan Upaya Kesejahteraan Guru Ciamis

Dalam sambutannya yang emosional, Herdiat menegaskan bahwa isu kesejahteraan guru selalu menjadi prioritas dalam diskusi kebijakan daerah.

Namun, ia tidak menampik bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini memiliki ruang gerak yang sangat terbatas untuk melakukan intervensi secara masif.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa harapan para guru terkait kesejahteraan sangatlah besar,” ungkap Herdiat di hadapan ratusan anggota PGRI Ciamis.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya mencari formula terbaik. Namun, keterbatasan APBD diakui menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan guru Ciamis saat ini.

Kondisi ini menuntut adanya prioritas anggaran yang ketat. Walaupun begitu, pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap menjaga hak-hak dasar tenaga pendidik dan mencari peluang pendanaan lain guna memperbaiki standar kesejahteraan guru Ciamis di masa depan.

Baca Juga :  Perubahan Nama Ciamis menjadi Galuh Target Akhir Tahun 2023

Soliditas PGRI di Tengah Tantangan Zaman

Menyikapi keterbatasan anggaran tersebut, Bupati Herdiat mengajak seluruh anggota PGRI untuk tetap menjaga marwah dan soliditas organisasi.

Menurutnya, PGRI bukan sekadar organisasi profesi biasa, melainkan kekuatan besar dengan jaringan yang luas dari tingkat daerah hingga pusat untuk memperjuangkan kesejahteraan guru Ciamis.

Bupati menekankan bahwa menjaga kekompakan adalah kunci agar aspirasi mengenai kesejahteraan guru tidak hanya dipandang dari sisi finansial, tetapi juga dari perlindungan profesi dan kekuatan tawar dalam kebijakan pendidikan.

Ia berharap para guru tidak terpecah belah oleh perbedaan jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SLTA.

“Menjadi guru adalah perjuangan besar. Tantangan dan hambatan yang dihadapi tidaklah mudah. Saya berharap para guru yang tergabung dalam PGRI mampu melalui semua itu dengan baik dan tetap solid dalam memperjuangkan visi kesejahteraan guru Ciamis,” tambahnya.

Mewujudkan Generasi Emas 2045 dan Peran Strategis Guru

Meskipun isu kesejahteraan guru Ciamis masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, peran guru dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 tidak boleh kendur.

Pendidikan merupakan sektor vital yang akan menentukan arah masa depan bangsa dalam dua dekade mendatang.

Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di Ciamis sangat bergantung pada tangan dingin para pendidik.

Baca Juga :  Anjar Asmara Minta Herdiat Sunarya Tidak Terburu-buru Cari Pendamping

Oleh karena itu, jaminan terhadap kesejahteraan guru Ciamis tetap menjadi agenda yang akan terus diupayakan seiring membaiknya kondisi fiskal daerah.

“Jangan ada perbedaan. Satukan visi dan misi untuk menciptakan murid-murid berkualitas. Pendidikan adalah sektor penting, dan pemenuhan kesejahteraan guru Ciamis adalah bagian dari investasi masa depan kita,” tegas Herdiat.

Selain masalah ekonomi, tantangan sosial juga menjadi perhatian. Bupati menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Ciamis yang mencapai 83 kasus pada tahun 2025.

Guru diharapkan tetap profesional dalam mengawasi siswa meski di tengah diskusi panjang mengenai kesejahteraan guru Ciamis yang belum ideal.

Apresiasi untuk Guru Berdedikasi

Sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian para tenaga pendidik, acara Halal Bihalal tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada lima guru berdedikasi tinggi.

Penghargaan ini menjadi simbol bahwa pemerintah tetap memperhatikan prestasi guru, di samping terus mengupayakan perbaikan kesejahteraan guru Ciamis secara bertahap.

Langkah ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh anggota PGRI untuk tetap memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.

Meskipun perbincangan mengenai kesejahteraan guru Ciamis masih akan terus berlanjut di meja-meja birokrasi, apresiasi langsung dari kepala daerah memberikan energi positif.

Menutup rangkaian acara, Herdiat Sunarya berpesan agar para guru senantiasa menjadi suri teladan bagi siswa dan masyarakat.

Ia berjanji akan terus menjadikan kesejahteraan guru Ciamis sebagai poin krusial yang diperjuangkan dalam perencanaan anggaran tahun-tahun mendatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca