Berita

Kementan Bangun Puluhan Kandang Ayam di Ciamis, Peternak Didorong Naik Kelas

Bantuan tersebut tersebar di berbagai wilayah dan menyasar kelompok peternak yang dinilai siap mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) terus mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan peternak rakyat.

Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui pembangunan puluhan kandang ayam petelur di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sepanjang tahun 2025.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi langkah strategis agar peternak lokal dapat “naik kelas” dan lebih berdaya saing.

Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Herry Dermawan, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, Kementan telah mengalokasikan pembangunan 23 unit kandang ayam petelur bagi kelompok peternak di Ciamis.

Bantuan tersebut tersebar di berbagai wilayah dan menyasar kelompok peternak yang dinilai siap mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Selama tahun 2025 ini, Kementerian Pertanian sudah membangun 23 kandang ayam petelur untuk kelompok peternak di Ciamis. Tinggal di empat kecamatan lagi yang belum terealisasi,” ujar Herry Dermawan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan ratusan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 118 kelompok tani dari 19 kecamatan.

Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Jumat siang (19/12/2025).

Menurut Herry, program bantuan kandang ayam petelur ini dirancang secara terpadu.

Setiap kelompok penerima tidak hanya mendapatkan bangunan fisik kandang, tetapi juga paket pendukung produksi yang lengkap.

Baca Juga :  Ngarak Pataka Lebih dari Sekadar Kirab, Inilah Jantung Hati Tatar Galuh Ciamis

Kandang yang dibangun menggunakan desain semi modern dengan konstruksi baja ringan dan memiliki kapasitas hingga 600 ekor ayam petelur.

Selain kandang, kelompok peternak juga menerima bantuan 600 ekor ayam petelur siap produksi, pakan, serta obat-obatan untuk jangka waktu tertentu.

Nilai total bantuan untuk setiap unit kandang diperkirakan mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.

“Bantuannya itu lengkap. Kandangnya diberikan, ayamnya juga disediakan, berikut pakannya. Sekarang sudah ada kandang yang ayamnya mulai bertelur dan siap memasok kebutuhan dapur MBG,” ungkap Herry, yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GO PAN).

Ia menilai, model bantuan terintegrasi ini menjadi kunci agar peternak tidak berhenti hanya sebagai penerima bantuan, tetapi mampu berkembang menjadi pelaku usaha peternakan yang mandiri dan produktif.

Dengan fasilitas yang lebih modern dan dukungan awal produksi, peternak diharapkan mampu meningkatkan skala usaha, efisiensi, serta kualitas hasil ternak.

Program pembangunan kandang ayam petelur tersebut juga sejalan dengan kebutuhan nasional, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Telur hasil produksi dari kandang bantuan Kementan diproyeksikan untuk memasok dapur MBG, sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat.

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM, menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut.

Baca Juga :  Atasi Overcrowding di Lapas Kelas IIB Ciamis, 49 Narapidana Dipindah ke Garut

Ia menilai, program ini membuka peluang besar bagi peternak lokal untuk meningkatkan kesejahteraan, terlebih dengan meningkatnya permintaan pangan akibat program MBG.

“Sebelum ada program MBG, Ciamis surplus telur dan kebutuhan lokal masih tercukupi. Namun setelah program berjalan, Ciamis justru mengalami kekurangan telur hingga sekitar 40 persen,” kata Bupati Herdiat.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijadikan momentum bagi peternak untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Dengan dukungan kandang modern, bibit ayam siap produksi, serta jaminan pasar melalui dapur MBG, peternak Ciamis memiliki peluang nyata untuk berkembang.

Tidak hanya telur ayam, Bupati Herdiat menambahkan bahwa kebutuhan dapur MBG juga mencakup berbagai komoditas lain seperti daging ayam, ikan, sayuran, hingga buah-buahan.

Seluruhnya membuka ruang usaha baru bagi petani dan peternak lokal.

Dampak positif program ini juga mulai dirasakan hingga ke tingkat pasar tradisional.

Pedagang telur dan sembako di Pasar Manis Ciamis mengaku kewalahan memenuhi lonjakan permintaan, baik untuk telur ayam maupun telur puyuh, yang sebagian besar berasal dari dapur MBG.

Dengan adanya pembangunan puluhan kandang ayam petelur oleh Kementan, Ciamis diharapkan mampu memperkuat sektor peternakan rakyat.

Lebih dari sekadar menambah produksi, program ini menjadi bagian dari transformasi peternak kecil menuju usaha yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pasar.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca