Berita

Mencekam, Kebakaran Kandang Ternak di Ciamis Tewaskan Ribuan Hewan

Waspada! Kasus kebakaran kandang ternak di Ciamis meningkat tajam di puncak kemarau. Ribuan hewan mati terpanggang, simak fakta lengkapnya.

Memasuki puncak musim kemarau bulan ini, insiden kebakaran kandang ternak di Ciamis terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Rentetan amukan si jago merah telah menghanguskan sejumlah fasilitas peternakan milik warga hanya dalam waktu kurang dari dua pekan.

Tragedi ini tidak cuma memicu kepanikan warga yang takut api merembet ke permukiman padat penduduk. Lebih pilu lagi, bencana ini menyebabkan ribuan hewan ternak mati terpanggang dan memicu kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.

Kondisi cuaca panas yang terik disertai embusan angin kencang membuat material bangunan peternakan jadi sangat rentan tersulut api. Apalagi, mayoritas kandang tersebut dibangun menggunakan bahan bambu dan kayu yang mudah mengering.

Tiga Tragedi Kebakaran Kandang Ternak di Ciamis

Kasus paling baru dari rentetan kebakaran kandang ternak di Ciamis ini menimpa Engkos Kosasih (58) di Dusun Babantar, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung. Musibah nahas tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB.

Kandang ayam berukuran 270 meter persegi itu ludes terbakar tanpa menyisakan apa pun. Sebanyak 4.000 ekor ayam ras pedaging layer jantan (pejantan) yang dipelihara mati terpanggang di dalam area peternakan tersebut.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP, menyampaikan bahwa api pertama kali terlihat menyambar bagian flash oven. Amuk api ini diduga kuat bermula dari mesin oven pemanas ruangan peternakan.

“Material bangunan dari bambu dan kayu membuat api berkobar sangat cepat. Beruntung, ada warga bernama Ajat Jatnika yang berinisiatif segera menghubungi petugas piket di Pos WMK Kawali,” kata Budi Rahmat menjelaskan kronologi kejadian.

Tim bereaksi cepat dengan menerjunkan mobil pancar Z 8160 T dan tangki suplai air Z 8447 T ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 06.10 WIB pagi, api akhirnya berhasil dijinakkan tanpa menelan korban jiwa, meski kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Baca Juga :  Manfaatkan Media Sosial, Pemuda Gen Z Sulap Kebun Semangka Jadi Destinasi Wisata

Beberapa hari sebelumnya, musibah kebakaran kandang ternak di Ciamis juga menghanguskan fasilitas milik Deni Subani pada Senin (10/8/2026) pagi. Kandang yang berlokasi di Dusun Naretel, Desa Nagarawangi, Kecamatan Panawangan ini luluh lantak rata dengan tanah.

Ribuan ekor ayam di dalam bangunan berukuran 20 x 10 meter persegi itu terjebak kepungan api dan tak bisa diselamatkan. Kuat dugaan, pemicu utamanya berasal dari selang tabung gas pada oven pemanas yang tiba-tiba terlepas.

Semburan gas yang langsung tersambar api seketika memicu ledakan dan kobaran yang sangat besar. Tidak cuma ribuan ayam, tumpukan karung pakan ternak hingga peralatan kandang ikut hangus, menyisakan kerugian fantastis sebesar Rp 300 juta.

Peristiwa pilu kebakaran kandang ternak di Ciamis lainnya juga tercatat di wilayah utara, tepatnya di Dusun Cilumbu, Desa Tanjungjaya, Rajadesa. Tragedi memilukan ini terjadi pada awal bulan, yakni hari Senin (3/8/2026) pagi.

Kali ini, peternakan kambing milik warga bernama Dirja yang menjadi sasarannya. Sebanyak tiga ekor kambing tewas terbakar lantaran kelalaian dalam mengelola sisa pembakaran sampah di area belakang peternakan.

Menurut keterangan Budi Rahmat, pemilik kandang awalnya membakar sampah lalu meninggalkannya begitu saja untuk mencari rumput. Tanpa ia sadari, nyala api perlahan merembet ke bangunan kandang berukuran 5 x 3 meter persegi tersebut.

Sebanyak lima personel Damkar dari Pos WMK Rancah langsung diterjunkan guna melokalisasi kobaran api menggunakan armada andalan mereka. Beruntung api berhasil dicegah merembet ke permukiman, namun Dirja telanjur menelan kerugian sekitar Rp 15 juta.

Evaluasi Pemicu Kebakaran Kandang Ternak di Ciamis

Jika melihat pola dari rentetan kejadian di atas, insiden kebakaran di fasilitas peternakan warga Ciamis ternyata paling banyak dipicu oleh masalah pada sistem pemanas ruangan. Alat pemanas konvensional di kandang sering kali belum dilengkapi pengaman otomatis saat terjadi kebocoran gas.

Baca Juga :  Pengendalian Inflasi di Daerah: Cara Ciamis Atasi Lonjakan Harga Pangan

Di sisi lain, faktor kelalaian manusia seperti membakar sampah sembarangan di dekat bangunan mudah terbakar juga turut memperparah situasi. Pada musim kemarau yang kering, setitik percikan api yang tertiup angin bisa berujung pada bencana berskala besar.

Oleh karena itu, edukasi mengenai mitigasi kebakaran kandang ternak di Ciamis kini menjadi langkah yang sangat krusial. Para peternak diimbau rutin mengecek kelayakan instalasi pemanas, regulator, serta selang gas agar tidak kecolongan.

Dampak Ekonomi Kebakaran Kandang Ternak di Ciamis

Bila dihitung secara akumulatif, musibah kebakaran kandang ternak di Ciamis selama bulan ini telah menimbulkan kerugian ekonomi hingga ratusan juta rupiah. Peternak skala menengah dan kecil tentu menjadi kelompok yang paling terpukul akibat musibah ini.

Lenyapnya ribuan ekor ayam siap panen ini lambat laun berpotensi memengaruhi stabilitas harga daging di pasar tradisional setempat. Rantai pasokan lokal bisa sedikit tersendat karena modal para peternak lenyap menjadi abu hanya dalam semalam.

Pemerintah daerah diharapkan bisa turun tangan memberikan penyuluhan serta pendampingan pasca rentetan bencana yang melanda para peternak ini. Bantuan pemulihan modal juga sangat dibutuhkan supaya roda perekonomian desa kembali berputar tegak.

Imbauan Keselamatan Memasuki Puncak Kemarau

Memasuki masa puncak kemarau panjang, pihak otoritas tak henti-hentinya mengingatkan warga mengenai ancaman kebakaran kandang ternak di Ciamis.

Budi Rahmat kembali menegaskan agar masyarakat segera menyetop kebiasaan memusnahkan sampah dengan cara dibakar tanpa dijaga ketat.

Faktanya, selama dua pekan pertama bulan Agustus ini saja, amukan si jago merah tak cuma menyasar lahan kosong, tetapi sudah merambah ke rumah, dapur, hingga fasilitas peternakan. Menumbuhkan kesadaran mencegah api sedari dini adalah kunci menekan angka musibah.

Kesimpulannya, upaya meminimalkan risiko kebakaran kandang ternak di Ciamis sangat membutuhkan kerja sama yang erat dari seluruh pihak. Mulai dari disiplin peternak menjaga keamanan kandang, hingga inisiatif warga untuk lapor cepat ke Damkar jika melihat api.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca