Kang Agun; Toleransi dan Kolaborasi Kunci Membangun Bangsa

0
69
Kang Agun; Toleransi dan Kolaborasi Kunci Membangun Bangsa

Reportasee.com – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,Ip.,M.Si, menegaskan, toleransi dan kolaborasi kunci membangun bangsa yang lebih baik.

Hal itu Kang Agun sampaikan saat menjadi keynote speaker pada acara Forum Semua Bicara yang diinisasi Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Kabupaten Ciamis, di Aula The Priangan Hotel, Kamis (14/02/2021).

Kang Agun menjelaskan, dengan cara toleransi semua bisa saling menghargai, menghormati dan mengakui keberadaan orang lain.

Pada kesempatan itu, Kang Agun mengaku sangat mengapresiasi gagasan FKB Kabupaten Ciamis yang menyelenggarakan acara tersebut.

Baca:  Tanggapan Agun Gunandjar Sudarsa Soal Vaksinasi Covid-19

“Ini patut dicontoh oleh lembaga lain, termasuk oleh pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, Agun menuturkan, toleransi bukan dilakukan dengan cara seseorang menuntut orang lain harus mengakui keberadaanya.

Namun, seseorang harus memberikan ruang untuk mengakui serta menghormati keunikan masing-masing. Selain itu, juga memberikan ruang kepada orang lain untuk berinteraksi.

Selain toleransi, kata Kang Agun, kolaborasi juga sangat penting dalam kehidupan. Karena dengan kolaborasi, semua menjadi setara.

Baca:  Dana Dompet Digital Solusi Keuangan Terkini Tahun 2021 Dengan Ragam Keuntungan

“Kita tidak bisa berkolaborasi jika kita selalu merasa posisi kita lebih tinggi dari orang lain. Dan jika kita berkolaborasi, kita akan memberikan kesempatan bagi yang lain untuk berbicara atau mengutarakan pikirannya,” tandasnya.

Kang Agun menambahkan, dalam menghadapi problematika serta tantangan bangsa yang sedang berkembang saat ini, ia menegaskan soal dua kunci yang akan membawa bangsa ini keluar dari masalah.

Dua kunci tersebut, Agun mengungkapkan, mampu menjawab tantangan dan mampu menatap masa depan bangsa yang lebih baik.

Baca:  Satpol PP Ciamis Sanksi Pelanggar Prokes Bersihkan Alun-Alun

“Kunci tersebut yaitu toleransi dan kolaborasi,” ujarnya.

Pada kontek kehidupan beragama, Kang Agun menambahkan, toleransi bukan berarti harus meleburkan keyakinan.

Namun, toleransi berarti saling menghargai perbedaan keyakinan. Juga, saling memberikan ruang untuk melaksanakan ajaran agama serta mengembangkan agamanya masing-masing.

“Selain merupakan identitas bangsa, budaya bermusyawarah juga merupakan pelaksanaan dari azas kekeluargaan. Dan ini merupakan fundamen etik kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. ***