Berita

Strategi Jitu 10 Kader GP Ansor Ciamis Rebut Kursi DPRD Lewat PKB, Ini Fakta Menariknya!

Dunia politik lokal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali diwarnai oleh dinamika yang sangat menarik menjelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024.

Sepuluh Kader GP Ansor Ciamis secara resmi mengambil langkah berani dengan mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg).

Menariknya, kesepuluh tokoh pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini secara kompak menggunakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai kendaraan politik mereka.

Keputusan strategis para Kader GP Ansor Ciamis ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Ciamis, Maulana Sidik.

Ia turut hadir mengawal para kadernya dalam proses penyerahan berkas bakal calon legislatif (bacaleg) ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ciamis beberapa waktu lalu.

Langkah “turun gunung” yang diambil oleh para Kader GP Ansor Ciamis ini tentu menjadi magnet perhatian publik.

Mengingat rekam jejak mereka yang selama ini dikenal sebagai motor penggerak keagamaan dan sosial kemasyarakatan di akar rumput, kehadiran mereka diyakini akan mengubah peta persaingan suara secara signifikan di Tatar Galuh.

“Hari ini, kami bersama jajaran pengurus PKB datang langsung ke KPU Ciamis. Tujuannya sangat jelas, yaitu untuk mengantar 10 kader Pemuda Ansor menyerahkan berkas bacaleg,” ujar Maulana Sidik kepada awak media.

Mengapa Kader GP Ansor Ciamis Setia Memilih PKB?

Banyak pihak mungkin bertanya-tanya mengenai alasan di balik solidnya para Kader GP Ansor Ciamis ini dalam memilih PKB.

Menjawab rasa penasaran tersebut, Maulana Sidik memberikan penjelasan yang sangat mendasar dan sarat akan nilai historis pergerakan.

Menurutnya, PKB bukanlah sekadar partai politik biasa bagi warga pergerakan hijau.

“PKB merupakan rumah politik bagi kaum nahdliyin. Ini bukan sekadar kontrakan atau kos-kosan politik yang bisa disinggahi sesaat lalu ditinggalkan begitu saja. Secara historis, PKB memang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi ikatan batin yang tak terpisahkan antara jam’iyah NU dengan partai tersebut.

Maka dari itu, wajar jika para Kader GP Ansor Ciamis merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membesarkan partai tersebut melalui jalur parlemen.

Lebih lanjut, Maulana memaparkan bahwa sinergi antara Kader GP Ansor Ciamis dan PKB adalah langkah logis untuk membangkitkan bangsa sesuai dengan mabda siyasi (prinsip politik) yang diajarkan para kiai.

Hal ini krusial agar kebijakan publik di Ciamis kedepannya lebih berpihak pada kemaslahatan umat.

Target Ambisius PKB dan Peran Kader GP Ansor Ciamis

Dalam momentum pendaftaran tersebut, Maulana Sidik menyuarakan optimisme tinggi.

Kehadiran sepuluh Kader GP Ansor Ciamis yang potensial diharapkan menjadi amunisi baru yang mampu mendongkrak elektabilitas partai secara keseluruhan.

Baca Juga :  Keren, Pemkab Ciamis Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data dari BPS RI

Dengan basis massa Ansor dan Banser yang terstruktur hingga tingkat desa, target untuk merebut kursi yang lebih banyak di DPRD Kabupaten Ciamis dinilai sangat realistis.

Target ini bukan tanpa alasan. Para Kader GP Ansor Ciamis selama ini memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat bawah melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Modal sosial inilah yang akan dikonversi menjadi dukungan suara pada Pileg 2024 mendatang.

Semakin banyak perwakilan dari unsur pemuda NU di DPRD, maka pengawalan terhadap program-program kerakyatan akan semakin maksimal.

Sikap Resmi Organisasi terhadap Politik Praktis

Meski banyak Kader GP Ansor Ciamis yang terjun ke politik, publik sering kali mempertanyakan posisi netralitas institusi.

Maulana Sidik memastikan bahwa secara tradisi dan kelembagaan, Gerakan Pemuda Ansor tetap pada jalurnya sebagai organisasi kaderisasi dan tidak terlibat politik praktis secara struktural.

“Secara institusi kita tetap netral. Hanya saja, organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama ini sama sekali tidak melarang kader-kadernya jika mereka secara individu ingin terjun ke dunia politik untuk mengabdi kepada negara,” tegasnya.

Kebebasan berpolitik inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh para Kader GP Ansor Ciamis untuk mengambil peran aktif.

Dengan selesainya pendaftaran berkas di KPU, kini mereka bersiap untuk memasuki tahapan kampanye dan meyakinkan masyarakat Ciamis bahwa pemuda adalah kunci perubahan di masa depan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca