Berita

Hartono Soekwanto Terinspirasi Bagaimana Budaya Jepang Merawat Tragedi Bom Atom Hiroshima

Ia melihat bagaimana warga Jepang merawat memori sejarah bukan hanya sebagai bagian dari masa lalu, tetapi sebagai pedoman moral untuk masa depan.

Kunjungan Bos Koi Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim ke Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang menjadi momen penuh refleksi, Jum`at (21/11/2025).

Di hadapan Genbaku Dome yang berdiri sebagai saksi bisu ledakan bom atom tahun 1945, Hartono menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Jepang menjaga ingatan kolektif tentang tragedi tersebut.

Bukan dengan dendam, melainkan dengan budaya yang menanamkan empati, pendidikan, dan nilai perdamaian lintas generasi.

Bagi Hartono, yang selama ini dikenal sebagai pelaku industri dan figur publik di Indonesia, pengalaman di Hiroshima membuka sudut pandang baru.

Ia melihat bagaimana warga Jepang merawat memori sejarah bukan hanya sebagai bagian dari masa lalu, tetapi sebagai pedoman moral untuk masa depan.

Di berbagai sudut taman memorial, pengunjung dari berbagai usia—termasuk anak-anak sekolah—dapat terlihat membaca cerita penyintas, menyalakan lilin, atau sekadar duduk hening.

Tradisi mengenang ini dilakukan rutin setiap tahun melalui Peace Memorial Ceremony, di mana seluruh kota berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta pada pukul yang sama dengan saat bom meledak.

“Yang saya lihat hari ini bukan hanya monumen,” ungkap Hartono dengan mata berkaca. “Saya melihat komitmen sebuah bangsa untuk tidak melupakan, demi memastikan tragedi seperti ini tak pernah terjadi lagi.”

Baca Juga :  Cara Menjalin Koneksi dengan Dosen dan Mentor di Universitas Amerika

Hartono juga menaruh perhatian pada bagaimana sistem pendidikan Jepang secara aktif mengajak generasi muda memahami dampak kemanusiaan dari bom atom.

Banyak sekolah di Hiroshima menjadikan kunjungan ke museum bom atom sebagai bagian kurikulum tahunan.

Anak-anak diajarkan tentang radiasi, korban jiwa, serta kisah-kisah penyintas atau hibakusha—dengan pendekatan yang lembut, namun sangat membekas.

Bagi Hartono, model pendidikan ini menjadi teladan penting.

“Mengingat sejarah bukan untuk menakut-nakuti anak muda, tetapi untuk membentuk karakter dan kesadaran bahwa perdamaian itu tanggung jawab semua orang,” katanya.

Dalam perjalanannya, Hartono sempat berbincang dengan beberapa warga setempat yang masih aktif dalam kegiatan kampanye perdamaian.

Meski kota Hiroshima telah bangkit menjadi kota modern dan penuh kehidupan, warganya tetap menjaga ruang bagi ingatan sejarah.

Dari museum, taman perdamaian, hingga simbol-simbol kecil seperti patung Sadako Sasaki dan ribuan origami crane, semuanya dirawat dengan penuh hormat.

“Yang luar biasa adalah cara mereka menjalani hidup,” ucap Hartono. “Mereka bangkit, bekerja keras, membangun kota ini kembali, tapi tetap menghormati luka sejarah mereka. Ada kebijaksanaan yang sangat kuat di sana.”

Baca Juga :  Langkah Mudah Memilih Universitas Terbaik di Amerika Serikat

Kunjungan tersebut memunculkan harapan bagi Hartono: bahwa bangsa manapun, termasuk Indonesia, bisa belajar dari cara Jepang memelihara memori masa lalu agar tidak terjebak pada pengulangan tragedi.

Baginya, Indonesia memiliki banyak peristiwa sejarah penting yang perlu dijaga, diceritakan, dan diwariskan melalui pendidikan dan budaya.

“Hiroshima mengajarkan saya bahwa tragedi bukan untuk disembunyikan, tapi untuk dijadikan kompas moral,” kata Hartono.

“Jika Jepang bisa merawat ingatan sejarah dengan begitu dalam, kita pun bisa.”

Di akhir kunjungan, sebelum meninggalkan taman memorial, Hartono menundukkan kepala sejenak di depan monumen peringatan.

Ia menaruh bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan harapan agar dunia semakin menjauh dari konflik serta senjata pemusnah massal.

“Tidak ada kemenangan dalam perang,” ujarnya pelan. “Yang ada hanya kehilangan. Dan Hiroshima adalah pengingat paling kuat untuk seluruh dunia bahwa perdamaian adalah jalan satu-satunya.”

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca