
Dua figur terkemuka dalam dunia perikanan hias Indonesia, Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim, tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengembangkan varietas koi langka asal Jepang, yakni Yellow dan Lemon (Yellow) Monkey.
Keduanya memandang varietas ini sebagai peluang besar untuk memperkuat industri koi nasional sekaligus memperkenalkan standar baru dalam pembenihan ikan hias berkualitas tinggi di Indonesia.
Yellow dan Lemon Monkey merupakan varietas koi berwarna kuning cerah yang kini tengah digemari di pasar global.
Varietas ini berasal dari lini pembiakan unggulan Jepang, termasuk dari Dainichi Koi Farm, yang dikenal sebagai salah satu breeder paling berpengaruh di dunia Nishikigoi.
Yellow Monkey dikenal memiliki karakter warna kuning solid dengan kilau sisik khas yang membuatnya menonjol di kolam.
Di berbagai negara, khususnya di Eropa, varietas ini sudah dilelang dengan nilai yang cukup tinggi, terutama untuk kategori tosai dan sansai dengan kualitas warna stabil.
Popularitas yang meningkat membuat varietas ini dinilai potensial sebagai investasi kolektor maupun bahan pembiakan premium.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Jepang, termasuk saat menghadiri gelaran World Nishikigoi Club (WNC) 2025, Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim berkesempatan melihat langsung kualitas varietas Yellow dan Lemon Monkey dari breeder Jepang.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum penting untuk menjajaki kerja sama pembenihan serta pengadaan indukan berkualitas tinggi.
Beberapa breeder Jepang, khususnya Dainichi, dilaporkan mulai memproduksi varietas Yellow dan Lemon Monkey secara lebih luas sejak tahun 2024.
Meski demikian, varietas “lemon” masih tergolong lebih langka dan eksklusif, sehingga pengembangannya membutuhkan perhatian khusus dari sisi genetika dan pemeliharaan warna.
Hartono Soekwanto, yang memiliki reputasi panjang dalam dunia koi internasional, menyampaikan komitmennya untuk membawa genetik terbaik dari Jepang guna dikembangkan melalui program pembenihan terkontrol di Indonesia.
Sementara itu, Irfan Hakim — yang selama ini dikenal sebagai pecinta fauna dan pegiat edukasi hewan — menilai pengembangan ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan citra industri koi nasional.
Keduanya berencana memulai proses karantina, aklimatisasi, dan pembenihan secara bertahap agar keturunan Yellow dan Lemon Monkey yang dihasilkan tetap memenuhi standar kualitas Jepang, baik dari sisi warna, bentuk tubuh, maupun karakter sisik.
Program pembenihan varietas impor seperti Yellow dan Lemon Monkey bukan tanpa tantangan.
Faktor adaptasi iklim, kestabilan warna, manajemen pakan, hingga fasilitas karantina menjadi aspek kritis yang harus dipersiapkan.
Meski begitu, keberhasilan program ini berpotensi mendatangkan sejumlah manfaat strategis, antara lain:
- meningkatkan reputasi breeder Indonesia di pasar internasional,
- memperluas pilihan varietas berkualitas bagi penghobi lokal,
- membuka peluang lelang dan perdagangan koi berkelas dunia,
- serta mengurangi ketergantungan terhadap impor ikan dewasa.
Langkah Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim ini dipandang sebagai upaya progresif dalam memadukan pengalaman breeder nasional dengan keunggulan genetik dari Jepang.
Jika program pengembangan ini berhasil, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat produksi varietas Yellow dan Lemon Monkey yang diperhitungkan di pasar Asia bahkan dunia.





