
Perjuangan petinju andalan Jawa Barat dan Indonesia, Maikhel Roberrd Muskita, di ajang SEA Games XXXIII tahun 2025 mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Hartono Soekwanto, tokoh olahraga sekaligus bos KOI asal Kota Bandung, yang menilai capaian Maikhel sebagai prestasi membanggakan meski belum berhasil meraih medali emas.
Maikhel sukses mempersembahkan medali perak dari cabang olahraga tinju SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Bertanding di kelas light heavyweight putra (75–81 kg), Maikhel harus mengakui keunggulan petinju Filipina, Eumir Felix Marcial, pada partai final.
Eumir dikenal sebagai petinju kelas dunia yang juga merupakan peraih medali Olimpiade Tokyo 2020, sehingga laga puncak tersebut menjadi ujian berat bagi Maikhel.
Perjalanan Maikhel menuju partai final tidaklah mudah. Pada cabang olahraga tinju SEA Games ke-33 yang berlangsung di Chulalongkorn University, Bangkok, Maikhel mendapatkan bye dan langsung tampil di babak semifinal.
Di fase tersebut, ia harus menghadapi petinju tuan rumah Thailand, Yomkoht Jakkapong, yang sebelumnya tercatat sebagai peraih tiga medali emas SEA Games.
Namun, pengalaman dan mental tanding Maikhel terbukti mampu mengatasi tekanan. Sejak ronde pertama, petinju peraih medali emas PON XXI ini tampil agresif dan percaya diri.
Pukulan-pukulan kerasnya bahkan sempat menjatuhkan Yomkoht di awal laga.
Hingga pertarungan tiga ronde berakhir, Maikhel memastikan kemenangan meyakinkan dan melangkah ke babak final.
Menanggapi pencapaian tersebut, Hartono Soekwanto menilai langkah Maikhel hingga partai puncak merupakan hasil perjuangan maksimal.
Menurutnya, menghadapi petinju tuan rumah di semifinal dan atlet peraih medali Olimpiade di final adalah tantangan besar yang tidak mudah dilalui.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan Maikhel di SEA Games Thailand. Ia sudah berjuang maksimal dan mampu mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” ujar Hartono.
Hartono menegaskan, hasil yang diraih Maikhel patut diapresiasi dan menjadi contoh positif bagi generasi muda, khususnya atlet tinju di Jawa Barat dan Indonesia secara umum.
Di partai final kelas light heavyweight putra, Maikhel menghadapi Eumir Marcial, petinju Filipina yang melaju ke final setelah meraih kemenangan Referee Stop Contest (RSC) pada ronde kedua atas petinju Vietnam, Manh Cuong Nguyen.
Duel final pun berlangsung ketat dengan jual beli pukulan selama lima ronde.
Meski tampil berani dan menunjukkan daya juang tinggi, Maikhel akhirnya harus menerima keputusan juri dengan skor 1–4.
Hasil tersebut membuat Maikhel harus puas dengan medali perak dan belum mampu mengulang sukses meraih emas seperti pada SEA Games Vietnam 2021.
Terlepas dari hasil akhir, Hartono Soekwanto menegaskan bahwa Maikhel telah menunjukkan karakter petarung sejati.
Ia menilai pengalaman menghadapi petinju berlevel dunia akan menjadi bekal penting bagi Maikhel untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
“Kami berharap hasil ini menjadi motivasi tambahan. Maikhel masih muda dan potensinya sangat besar. Pengalaman melawan petinju kelas dunia seperti ini akan sangat berharga untuk langkahnya ke depan,” tegas Hartono.
Apresiasi dari tokoh olahraga seperti Hartono Soekwanto menjadi bukti bahwa perjuangan Maikhel Muskita di SEA Games XXXIII tidak hanya dinilai dari warna medali, tetapi juga dari keberanian, konsistensi, dan semangat juang yang ia tunjukkan.
Dengan dukungan yang terus mengalir, Maikhel diharapkan mampu kembali membawa prestasi terbaik bagi Indonesia pada ajang internasional berikutnya.





