
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi pelajar di wilayah kerja Puskesmas Ciamis mengungkap fakta menarik terkait kondisi kesehatan anak sekolah.
Dari ribuan siswa yang telah diperiksa, gangguan kesehatan yang paling dominan ditemukan adalah masalah gigi berlubang dan karies gigi.
Kepala Puskesmas Ciamis, Gurlia Bayurini, Apt, M.M, melalui Kepala Bidang Program, Tuti, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan mayoritas siswa mengalami gangguan pada gigi.
“Masalah gigi mendominasi hasil pemeriksaan. Mulai dari gigi berlubang hingga karies menjadi temuan paling banyak di kalangan pelajar,” ujar Tuti, Jumat (29/8).
Kesehatan gigi dan mulut kerap kali dianggap sepele, padahal kondisinya dapat memengaruhi kualitas hidup anak, termasuk kemampuan mereka berkonsentrasi dan berprestasi di sekolah. Sakit gigi, misalnya, sering mengganggu aktivitas belajar dan menurunkan semangat siswa.
Hasil pemeriksaan di Ciamis seakan menjadi cermin bahwa perawatan gigi anak sekolah masih belum optimal.
Minimnya kesadaran menjaga kebersihan gigi, pola konsumsi makanan manis, serta keterbatasan akses ke layanan kesehatan gigi, bisa menjadi penyebab tingginya kasus gigi berlubang pada anak.
Sejauh ini, Puskesmas Ciamis telah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 10.471 pelajar.
Jumlah ini baru setengah dari total target program, yakni 20 ribu pelajar. Masih ada sekitar 10 ribu siswa lagi yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain masalah gigi, Tuti menjelaskan, kasus lain seperti penyakit gula (diabetes) pada anak sekolah relatif jarang ditemukan.
Namun, jika ada indikasi gangguan gula darah, siswa segera dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Kabupaten Ciamis, dr. Eni Rochaeni, menambahkan bahwa program PKG ini ditargetkan selesai pada Oktober 2025.
“Data yang kami kumpulkan dari hasil pemeriksaan akan digunakan untuk pemetaan masalah kesehatan pelajar. Dari situ, kami bisa merancang intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran,” jelas dr. Eni.
Dengan temuan gigi berlubang sebagai masalah kesehatan dominan, program PKG ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi anak sejak dini.





