
Kekerasan, kelaparan, dan ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita sering kali menjadi pemandangan yang dianggap lumrah.
Namun, bagi DOM Band, fenomena ini justru menjadi pemantik lahirnya karya musik yang sarat pesan kemanusiaan.
Lewat single perdana mereka berjudul “Terjadi di Depan Mataku”, grup musik bergenre Alternative Rock ini ingin mengajak pendengar untuk tidak tinggal diam melihat penderitaan yang nyata terjadi di hadapan mata.
Single “Terjadi di Depan Mataku” lahir dari keprihatinan mendalam terhadap realitas sosial yang semakin memprihatinkan.
Lagu ini ditulis oleh Donny Michael, vokalis DOM Band yang juga dikenal sebagai aktor, bersama gitaris Adie dan aktris Aryani Fitriana.
“Lagu ini terinspirasi dari peristiwa yang sering kita saksikan, mulai dari kekerasan, kelaparan, hingga pembunuhan. Semua itu terjadi begitu nyata di depan mata kita, tapi mengapa seolah dianggap biasa saja?” ungkap Adie.
Lirik lagu ini menggambarkan keresahan batin sekaligus refleksi moral tentang hilangnya empati di tengah masyarakat.
DOM Band berharap karya ini dapat mengetuk hati pendengar agar lebih peka terhadap isu-isu kemanusiaan.
Terbentuk pada 2023, DOM Band digawangi oleh Donny (vokal), Adie (gitar), dan Emus (bass).
Meski tergolong baru, perjalanan mereka sejatinya berawal sejak 2016 ketika Donny dan Adie membentuk band bersama.
Namun, kesibukan pribadi membuat proyek tersebut tertunda hingga keduanya kembali berkarya pascapandemi dan merekrut Emus sebagai personel baru.
“Kami selalu menjaga persahabatan, bahkan saat band vakum. Ketika akhirnya memutuskan kembali bermusik, kami sepakat ingin menciptakan karya yang bukan hanya enak didengar, tapi juga memiliki pesan,” ujar Donny.
Kesempatan besar datang ketika “Terjadi di Depan Mataku” terpilih menjadi salah satu soundtrack film “Gaza: Hayya 3”, yang disutradarai Jastis Arimba dan diadaptasi dari novel karya Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa.
Film ini dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Donny Michael sendiri, Aryani Fitriana, Cut Syifa, Oki Setiana Dewi, hingga Mario Irwinsyah, dan resmi tayang di bioskop Indonesia pada 12 Juni 2025.
“Melihat cerita film ini, saya merasa ada keresahan yang harus saya suarakan. Saya menulis liriknya dengan cepat, sementara Adie menciptakan melodi, dibantu oleh Dimas Achonk sebagai produser musik,” kata Donny.
Emus menambahkan, proses penulisan lagu dilakukan dalam waktu singkat demi menyesuaikan jadwal produksi film.
“Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan kami bangga bisa menyuarakan pesan kemanusiaan melalui musik ini,” ujarnya.
Bagi DOM Band, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan suara hati.
Melalui lirik-lirik yang mereka tulis, DOM Band ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar dan tidak membiarkan ketidakadilan terus terjadi.
“Kami ingin musik kami menjadi pengingat, bahwa penderitaan yang kita lihat bukan hal biasa. Semua orang punya peran untuk peduli,” tutur Donny.
Single “Terjadi di Depan Mataku” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan YouTube.
Terjadi Di Depan Mataku (Lirik)
Ku terlahir putih bersih , tanpa dosa tanpa cela
Ku hidup tanpa ingin , menyakiti sebuah hati
Oh mengapa... ini terjadi diantara manusia
Dan mengapa... Semua tertatih di tangan manusia
Oh tuhan... Mengapa semua terjadi di depan mataku
Ya tuhan... Mengapa semua terlihat biasa
Untuk mereka
Apakah anak wanita dan tumpah darah
Semua itu biasa untuk mereka
Dan apakah karena sebuah tahta dan harta
Mengapa, Jujur
Aku sangat tidak peduli dengan semua itu
Ku terlahir putih bersih , tanpa dosa tanpa cela
Ku hidup tanpa ingin , menyakiti sebuah hati
Oh mengapa... ini terjadi diantara manusia
Dan mengapa ... Semua tertatih di tangan manusia
Oh tuhan... Mengapa semua terjadi di depan mataku
Ya tuhan... Mengapa semua terlihat biasa
Untuk mereka
Oh tuhan... Mengapa semua terjadi di depan mataku
Ya tuhan... Mengapa semua terlihat biasa
Untuk mereka
Ku terlahir putih bersih
tanpa dosa tanpa cela
Kredit Lagu
- Musisi: DOM Band
- Pencipta: Donny Michael, Juniadi Kurnia (Adie), Aryani Fitriana
- Produser Musik: Dimas Achonk
- Mixing & Mastering: Studio Mimpi oleh Dimas Achonk & Soni Kastanya
- Label: Homey Record
Dengan pesan kuat yang dibawanya, DOM Band berharap lagu ini tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga gerakan kecil yang mampu menyadarkan banyak orang untuk lebih peka dan tidak diam menghadapi ketidakadilan.





