Berita

Bank bjb di WJF 2025; Mengubah Wajah UMKM Jawa Barat Lewat Gebrakan Digitalisasi

Gebrakan inovatif mewarnai gelaran West Java Festival (WJF) yang berlangsung meriah di Kiara Artha Park, Bandung, pada 8–9 November 2025 lalu.

Kehadiran bank bjb di WJF 2025 terbukti bukan sekadar pengisi daftar sponsor utama, melainkan wujud nyata komitmen strategis lembaga keuangan daerah ini.

Mereka hadir membawa misi besar: mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat agar mampu beradaptasi cepat dengan era ekonomi digital.

Melalui pendekatan yang komprehensif, festival yang menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung ini sukses menjadi lebih dari sekadar ajang selebrasi.

WJF berubah wujud menjadi sebuah ekosistem interaktif di mana kekayaan budaya, kuliner khas Jawa Barat, dan teknologi finansial modern melebur menjadi satu kesatuan yang solid.

Namun, di balik kemeriahan panggung hiburan dan deretan booth yang penuh warna, terdapat sebuah upaya serius dan sistematis.

Bank bjb mengambil peran sentral dalam memperkuat fondasi ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat luas.

Transformasi Nyata Melalui Inisiatif Bank bjb di WJF 2025

Keterlibatan aktif bank bjb di WJF 2025 lahir dari sebuah visi progresif, yakni menjadikan digitalisasi sebagai pintu masuk utama bagi UMKM untuk naik kelas.

Transformasi ini dianggap krusial agar produk lokal mampu bersaing, tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di lanskap bisnis yang semakin modern.

Oleh karena itu, pihak bank menghadirkan beragam inisiatif cemerlang selama jalannya festival.

Mulai dari fasilitas transaksi nontunai yang masif, literasi keuangan digital terapan, hingga program edukasi intensif yang didesain khusus bagi para pelaku usaha lokal.

Di area festival yang luas, para pengunjung dapat dengan sangat mudah mengakses booth interaktif milik bank bjb.

Booth ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi layanan perbankan, tetapi juga bertransformasi menjadi episentrum aktivitas ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Di titik inilah, pihak perbankan secara proaktif memperkenalkan sekaligus memfasilitasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Sistem pembayaran unggulan dari bank bjb ini diklaim jauh lebih cepat, aman, efisien, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan masyarakat pada uang tunai.

Mengapa Sistem Nontunai Menjadi Pilihan Utama?

Bagi mayoritas pelaku UMKM yang berpartisipasi membuka tenant, kehadiran sistem QRIS membawa angin segar bagi bisnis mereka.

Inovasi ini bukan hanya mempermudah dan mempercepat proses transaksi di tengah antrean pengunjung, melainkan juga membuka jalan untuk tata kelola pencatatan keuangan yang jauh lebih profesional dan transparan.

Baca Juga :  PSGC Ciamis Tetapkan 24 Pemain Berangkat ke Solo, Lima Ditahan karena Kondisi Fisik

Perwakilan Corporate Secretary bank bjb menegaskan bahwa adaptasi teknologi kini sudah menjadi sebuah keniscayaan. Menurutnya, digitalisasi telah melepas statusnya sebagai sekadar pilihan alternatif bagi para pelaku usaha.

Langkah ini dinilai telah berubah menjadi kebutuhan mutlak. Tujuannya jelas, yakni agar UMKM tetap relevan dan mampu berkembang pesat di tengah ketatnya persaingan masa kini.

“Oleh karena itu, melalui partisipasi bank bjb di WJF 2025, kami ingin memastikan pelaku usaha bisa memanfaatkan fitur digital secara maksimal,” ungkap perwakilan tersebut.

Sebagai langkah stimulasi tambahan, bank bjb juga royal membagikan beragam promo menarik.

Strategi jemput bola ini terbukti sangat ampuh dalam mendorong antusiasme masyarakat untuk mulai beralih melakukan transaksi secara digital selama dua hari festival berlangsung.

Ekosistem Digital: Dari Aplikasi DIGI hingga Inovasi Samsat Keliling

Program edukasi nyatanya tidak hanya menyasar kalangan penjual, tetapi juga memanjakan para pembeli.

Pengunjung yang baru mengunduh aplikasi DIGI bank bjb atau membuka tabungan T-Samsat di lokasi festival, langsung berkesempatan besar mendapatkan voucher diskon khusus.

Voucher tersebut dapat langsung dibelanjakan di berbagai tenant UMKM WJF.

Lebih lanjut, bagi pengunjung yang aktif bertransaksi secara nontunai, bank bjb menghadirkan aktivasi Wheel of Fortune.

Setiap bukti struk transaksi digital dapat ditukarkan dengan peluang emas memenangkan berbagai hadiah eksklusif yang menarik.

Hasilnya, booth bank bjb tidak pernah terlihat sepi dari hiruk-pikuk pengunjung.

Area ini disulap menjadi zona multifungsi yang menyediakan layanan pengisian daya ponsel cerdas gratis, refreshment corner, serta area permainan interaktif yang secara halus mengedukasi pengunjung tentang kepraktisan transaksi QRIS.

Di sisi lain, kolaborasi strategis juga terjalin amat apik dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat.

Melalui terobosan layanan mobil Samsat Keliling, masyarakat kini bisa menunaikan kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor—baik roda dua maupun empat—langsung di tengah suasana santai festival.

Memadukan Tradisi “Gapura Panca Waluya” dan Teknologi Modern

Inovasi pelayanan publik ini secara nyata memperlihatkan sinergi solid antara sektor perbankan dan otoritas pemerintah daerah.

Selain bertujuan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), langkah progresif bank bjb di WJF 2025 ini memberikan tingkat kenyamanan yang maksimal bagi warga Jawa Barat.

Banyak pelaku usaha lokal yang mengaku merasakan dampak positifnya secara instan.

Manfaat digitalisasi ini dirasakan langsung di zona Pawon Jawa Barat. Sebagai informasi, ini adalah area khusus yang menyajikan ragam jajanan otentik, mulai dari surabi oncom hingga peuyeum Bandung.

Baca Juga :  M Ijudin Paparkan Perda Penopang Ekonomi Kerakyatan di Cidolog Ciamis

Di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan, salah satu pedagang kuliner membagikan pengalamannya.

“Sekarang pembeli bisa bayar langsung lewat QRIS, prosesnya jauh lebih cepat,” ujarnya.

Tidak hanya soal kecepatan, ia juga merasa sangat terbantu dari sisi pembukuan.

“Kami sebagai penjual juga mendapat laporan transaksi harian secara otomatis dari aplikasi,” tambahnya.

Menariknya, gempuran inovasi digital ini sama sekali tidak menghilangkan esensi kebudayaan dari festival itu sendiri.

WJF 2025 tetap teguh mengusung tema besar “Gapura Panca Waluya”, sebuah filosofi mendalam yang merepresentasikan lima nilai luhur masyarakat Sunda: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.

Harmonisasi antara kearifan lokal budaya Sunda dan teknologi finansial modern tersebut justru menjadi daya pikat yang unik.

Hal ini sekaligus menjadi bukti autentik bahwa kemajuan peradaban digital yang serba cepat tidak harus berujung pada tergerusnya akar nilai-nilai tradisional masyarakat setempat.

Respons Positif Pengunjung dan Visi Kemandirian Ekonomi

Pengalaman interaktif yang disajikan sukses meninggalkan kesan yang amat mendalam bagi para pengunjung yang memadati Kiara Artha Park.

Kemudahan proses transaksi yang dipadukan dengan atmosfer hiburan kelas atas menciptakan standar baru untuk pengalaman sebuah festival daerah.

Jauh-jauh datang dari Cimahi, Rizky (28) tidak menyangka kunjungannya ke WJF 2025 akan seproduktif ini. Ia merasa sangat terbantu dengan hadirnya fasilitas Samsat Keliling di tengah area festival.

Bagi Rizky, ini adalah pengalaman langka. Ia bisa melunasi pajak kendaraannya sembari jalan-jalan santai menanti konser musik favoritnya dimulai.

“Acaranya seru banget! Apalagi ditambah dapat voucher diskon belanja, rasanya sangat praktis dan menyenangkan,” pujinya antusias.

Antusiasme serupa juga digaungkan dari kalangan generasi Z. Sinta (22), seorang mahasiswa perguruan tinggi di Bandung, mengaku sangat dimudahkan oleh ekosistem layanan digital tersebut.

“Baru saja selesai download aplikasi DIGI, eh langsung dapat promo belanja dan bisa ikut games. Benar-benar festival yang dikemas sangat ramah untuk anak muda,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Melalui pergerakan aktif dan strategis bank bjb di WJF 2025, institusi keuangan ini sukses menegaskan posisinya kembali.

Mereka bukan sekadar bank, melainkan mitra utama terdepan dalam memutar roda pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif di Jawa Barat.

Transformasi digital yang mereka gaungkan membuktikan bahwa inovasi finansial dapat menjadi jembatan paling kokoh menuju kemandirian ekonomi.

Pada akhirnya, sinergi spektakuler ini berhasil melahirkan sebuah panggung besar di mana kearifan lokal dan daya saing global dapat berdiri sejajar demi satu tujuan mulia: kemajuan bersama masyarakat Jawa Barat.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca