Berita

Menguak Grafik Fluktuatif Balita Stunting di Kabupaten Ciamis, Mampukah Target Zero New Stunting Terealisasi?

Penanganan kasus balita stunting di Kabupaten Ciamis terus menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan rilis data terbaru yang dihimpun dari platform Open Data Jawa Barat (Jabar), grafik perkembangan angka gangguan pertumbuhan pada anak ini menunjukkan tren yang fluktuatif atau naik turun sejak periode 2014 hingga 2022.

Meskipun sempat mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada beberapa tahun lalu, dinamika penurunan yang konsisten mulai terlihat dalam dua tahun terakhir.

Langkah intervensi yang dilakukan oleh berbagai pihak dinilai mulai memberikan dampak positif di lapangan.

Rekam Jejak Data Terbuka Jawa Barat

Jika menilik ke belakang, catatan mengenai kasus balita stunting di Kabupaten Ciamis menyajikan angka yang cukup dinamis. Pada tahun 2014, jumlah anak di Ciamis yang mengalami kondisi ini tercatat mencapai angka 2.929 orang.

Memasuki tahun 2015, upaya penanganan awal terhadap masalah balita stunting di Ciamis sempat membuahkan hasil yang cukup baik. Angka tersebut berhasil ditekan hingga turun menjadi 2.236 orang.

Namun, tantangan besar kembali dihadapi oleh Dinas Kesehatan dan para kader penggerak di tahun berikutnya. Pada tahun 2016, jumlah kasus stunting pada balita di Ciamis justru melonjak tajam dan naik signifikan menjadi 4.092 orang.

Grafik kenaikan ini ternyata tidak berhenti sampai di sana. Jumlah anak yang mengalami gangguan pertumbuhan tersebut tercatat kembali meroket di tahun 2017 hingga menyentuh angka 5.831 orang.

Fase Penurunan dan Lonjakan Pandemi

Kabar baik sempat berembus kembali pada tahun 2018. Penurunan jumlah kasus gangguan tumbuh kembang balita stunting di Kabupaten Ciamis ini terjadi lagi, dengan total angka capaian berada di posisi 4.847 orang.

Baca Juga :  PAPERA Ciamis Siap Menangkan GERINDRA di Pileg dan Pilpres 2024

Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun 2019. Pada periode tersebut, jumlah anak yang didiagnosis mengalami masalah stunting di Kabupaten Ciamis kembali turun menjadi 4.254 orang.

Sayangnya, situasi berbalik drastis ketika memasuki tahun 2020 yang juga bertepatan dengan masa pandemi Covid-19.

Akibat pembatasan aktivitas sosial dan optimalisasi Posyandu yang sempat terganggu, grafik balita stunting di Ciamis naik lagi secara drastis menjadi 7.688 orang.

Kondisi tersebut langsung menjadi sinyal darurat bagi pemangku kebijakan. Oleh karena itu, langkah mitigasi dan evaluasi total segera dijalankan secara masif ke tingkat desa.

Kebangkitan Strategi Intervensi Kasus Balita Stunting di Kabupaten Ciamis

Setelah evaluasi besar-besaran pasca-pandemi, hasil nyata mulai terlihat dalam kurun dua tahun terakhir. Berdasarkan validasi data terkini, jumlah balita stunting di Kabupaten Ciamis berangsur turun secara konsisten.

Pada tahun 2021, kerja keras seluruh elemen berhasil menekan angka kasus hingga berada di posisi 3.303 orang. Tidak berhenti di situ, efektivitas program intervensi gizi spesifik menunjukkan hasil yang jauh lebih mengesankan pada tahun 2022.

Jumlah kasus gizi buruk pada anak pada tahun 2022 berhasil dipangkas secara drastis hingga menyisakan 1.872 orang. Angka ini menjadi rekor terendah sepanjang lini masa pendataan sejak tahun 2014.

Penurunan ini terjadi berkat integrasi program yang kuat dari tingkat kabupaten hingga tingkat rukun tetangga. Pemberian makanan tambahan dan edukasi pola asuh menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.

Baca Juga :  Harga BBM Naik, Partai Demokrat Ciamis Nilai Telah Mengikis Harapan Rakyat

Faktor Pendorong Keberhasilan di Lapangan

Keberhasilan memangkas angka penularan masalah gizi ini tentu tidak lepas dari peran aktif Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Lembaga ini bergerak aktif mengawal alokasi dana desa agar tepat sasaran untuk sektor kesehatan masyarakat.

Selain itu, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi lingkungan yang layak juga turut digenjot di kawasan pelosok. Langkah preventif ini terbukti efektif memutus rantai penularan penyakit infeksi berulang yang rentan menyerang anak-anak.

Melalui program bapak asuh, sektor swasta pun ikut dilibatkan dalam mendistribusikan paket nutrisi premium. Sinergi ini mempercepat pemulihan fisik anak yang masuk dalam kategori rawan pangan di daerah tersebut.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis beserta seluruh jajaran instansi terkait masih terus berkomitmen kuat dan berupaya keras untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Langkah kuratif dan preventif terus dijalankan berdampingan demi menjaga tren penurunan ini.

Bahkan untuk target ke depan, pemerintah daerah telah mencanangkan program jangka panjang yang sangat ambisius.

Pemerintah harus merealisasikan upaya nyata menuju zero new stunting atau tidak ada lagi penambahan angka kasus baru di wilayah tersebut.

Melalui sinergi lintas sektor, optimisme untuk mewujudkan generasi emas bebas stunting kini bukan lagi sekadar impian. Semua pihak berharap agar pemantauan gizi anak di setiap kecamatan dapat berjalan lebih ketat dan terpantau dengan baik.

Secara keseluruhan, fluktuasi data dari tahun ke tahun memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya konsistensi dalam pengawasan.

Komitmen bersama menjadi modal utama agar kasus balita stunting di Kabupaten Ciamis benar-benar bisa lenyap sepenuhnya di masa mendatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca