
Inovasi luar biasa datang dari sektor pertanian ketika lahan bekas sawah padi berhasil disulap menjadi destinasi wisata petik melon di Ciamis.
Fenomena ini sukses mematahkan mitos lama bahwa tanah di daerah tersebut kurang cocok untuk budidaya buah yang identik dengan rasa manis dan tekstur renyah ini.
Selain itu, inisiatif berani ini berhasil menarik perhatian banyak kalangan masyarakat dari berbagai daerah.
Ringkasan Berita
Sensasi Wisata Petik Melon di Ciamis yang Menggugah Selera
Lastri Nur Agro Jaya (LNAJ) kini membuktikan secara nyata bahwa lahan pertanian lokal bisa dioptimalkan secara maksimal sebagai fruit farm mandiri.
Kehadiran destinasi wisata petik melon di Ciamis ini berlokasi strategis di RT 10, RW 02, Dusun Desa, Desa Werasari, Kecamatan Sadananya.
Hasil panen perdananya terbilang sangat sukses dan sukses melampaui ekspektasi awal para pengelola kebun.
Ratusan penikmat buah manis dari berbagai segmen masyarakat antusias memadati lahan seluas 75 bata tersebut.
Namun, pencapaian luar biasa ini tentu tidak diraih dengan mudah tanpa dedikasi tinggi dari para petani.
Oleh karena itu, sebuah proses panjang harus dilalui demi memastikan kualitas dan ukuran buah tetap terjaga dengan baik.
Keraguan yang Berubah Menjadi Prestasi Gemilang
Pada mulanya, langkah eksperimental ini sempat mengundang banyak tanda tanya dari warga desa sekitar lokasi.
“Pertamanya, saat saya mencoba menanam melon, banyak yang meragukan soal kecocokan tanahnya,” ungkap Catur Susetio Wahyu Widodo, pimpinan LNAJ.
Akan tetapi, ia memiliki tekad bulat untuk membuktikan bahwa lahan tersebut menyimpan potensi yang belum tergali.
Melalui ketekunan yang tinggi, Catur dengan serius mempelajari ilmu teknologi pertanian mutakhir secara otodidak.
Pada akhirnya, konsep wisata petik melon di Ciamis ini mampu membungkam keraguan berbagai pihak yang sempat pesimis sebelumnya.
Pengetahuan inovatifnya mengenai struktur tanah dan kebutuhan unsur hara terbukti sangat akurat dalam praktiknya.
Pemilihan Bibit Rock Melon Merlin F1 yang Tepat
Pemilihan varietas bibit menjadi salah satu faktor kunci paling fundamental dalam kesuksesan panen raya ini.
“Kami tanam 2500 bibit dan alhamdulillah jenis Rock Melon Merlin F1 ini bisa berbuah semuanya dan bisa dipetik,” jelas Catur.
Dengan demikian, penggunaan bibit unggul memegang peranan sangat vital untuk menekan angka gagal panen.
Pria yang akrab dengan sebutan Al Fakir Pakubumi ini juga merasa bangga karena seluruh buah tumbuh subur dan siap dipanen.
Para pengunjung wisata petik melon di Ciamis dapat langsung memilih dan memetik buah segar langsung dari pohonnya.
Sensasi eksklusif ini tentu memberikan pengalaman interaktif yang sangat berbeda bagi setiap wisatawan yang hadir.
Perawatan Intensif Selama Tujuh Puluh Hari
Tentu saja, merawat ribuan tanaman merambat di lahan yang dulunya diperuntukkan sebagai sawah padi bukanlah pekerjaan mudah.
Selama lebih dari 70 hari lamanya, Catur beserta para petani lainnya harus berkebun secara intensif dan terjadwal.
Sementara itu, cuaca pegunungan yang kadang tidak menentu juga menjadi tantangan adaptasi tersendiri.
Perawatan ekstra ketat sangat dibutuhkan mulai dari tahap penyemaian awal hingga proses pemupukan rutin sebelum dan setelah masa tanam.
Demi menjaga kualitas wisata petik melon di Ciamis, tingkat kelembapan serta kadar nutrisi di dalam tanah harus selalu seimbang.
Di sisi lain, metode pengendalian hama tanaman juga wajib diterapkan dengan penuh kedisiplinan.
“Dari penyemaian hingga masa tanam, kami intensifkan perawatan terutama untuk menjaga tingkat PH tanah dan mengenyahkan hama tanaman,” ujar Catur menambahkan detail penting.
Hal operasional ini dilakukan agar melon yang dihasilkan memiliki tingkat kemanisan yang merata dan optimal.
Oleh sebab itu, teknik pengairan dan penyinaran juga disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pertumbuhan tanaman.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Werasari
Kesuksesan panen raya buah manis ini ternyata tidak hanya dinikmati oleh para pengelola lahan pertanian semata.
Kehadiran daya tarik wisata petik melon di Ciamis perlahan juga membuka peluang usaha baru yang menguntungkan bagi warga setempat.
Roda ekonomi kerakyatan pun perlahan namun pasti mulai berputar aktif di sekitar area perkebunan tersebut.
Saat ini, banyak keluarga dan penikmat buah yang singgah sekadar untuk bersantai menikmati kesejukan suasana pedesaan yang masih asri.
Mereka biasanya langsung memesan jus segar atau sekadar menimbang hasil petikan di lokasi saung yang masih terbilang sederhana tersebut.
Selain itu, beberapa infrastruktur pendukung juga tengah dipersiapkan demi meningkatkan kenyamanan kunjungan masa depan.
Catur dengan bangga menyatakan bahwa masyarakat sekitar senantiasa didorong untuk mengambil bagian dalam kesuksesan ini.
“Intinya kami berdayakan warga sekitar untuk berjualan camilan dan jus melon di sekitar lahan ini,” tandasnya.
Dengan demikian, ekosistem wisata petik melon di Ciamis ini secara otomatis memberikan manfaat finansial langsung bagi pelestarian ekonomi lingkungan.
Potensi Agrowisata Unggulan di Masa Depan
Jika terus dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan, konsep perkebunan produktif dan terintegrasi ini bisa menjadi percontohan ideal bagi wilayah lainnya.
Keberhasilan inisiatif wisata petik melon di Ciamis membuktikan bahwa kreativitas tanpa batas dapat mengalahkan berbagai keterbatasan alam yang ada.
Pemerintah desa maupun daerah diharapkan kelak dapat menyalurkan dukungan pendampingan untuk perluasan fasilitas.
Inovasi dari Lastri Nur Agro Jaya (LNAJ) merupakan terobosan agrikultur yang patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.
Apabila Anda sedang mencari alternatif liburan edukatif yang berbeda bersama keluarga, wisata petik melon di Ciamis merupakan destinasi yang wajib masuk daftar prioritas akhir pekan Anda.





