Viral Video Netizen Tendang Sesajen Sedekah Desa di Gunung Semeru

Reportasee.com – Viral video seorang netizen menendang sesajen untuk ritual sedekah desa di Gunung Semeru.

Ada-ada saja memang ulah dan perilaku salah seorang netizen.

Seperti ulah netizen satu ini yang nekat menendang sesajen sedekah desa di Gunung Semeru.

Video viral yang beredar ini memicu kemarahan dari masyarakat serta relawan di Gunung Semeru.

Beberapa masyakat bahkan kompak untuk memburu oknum tersebut.

Putri Abdurrahman Wahid yang juga merupakan seorang pengamat sosial dan budaya, turut memprotes aksi tak bertangjawab itu.

Menurutnya, hal ini merupakan salah satu bentuk perbuatan intoleransi.

Setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih sendiri kepercayaan yang akan mereka anut.

Kepercayaan terhadap sesajen adalah satu bentuknya, setiap orang memiliki kebebasan sepenuhnya untuk percaya ataupun tidak.

Maka boleh ada satu pun orang boleh memaksakan kepercayaanya, pun tidak boleh ada pihak yang berlaku semena-mena karena perbedaan keyakinan yang ada.

Menurut Alissa, kalau meyakini sesajen itu tidak boleh, ya monggo silahkan saja.

Tapi memaksakan hal itu kepada yang meyakininya jelas tidak boleh.

“Repot sekali kalau bertemu model seperti ini. Dunia bukan milik kelompoknya saja,” tulis Alissa.

Menendang Sesajen Sedekah Desa Gunung Semeru

Dalam video viral tersebut, terlihat orang yang sedang membuang sesajen.

Ia mengabadikan perbuatannya dengan memberikan penjelasan bahwa sesajen akan membuat Allah murka dan Allah akan menurunkan azabnya.

Sebuah akun dengan nama pengguna @Setiawan3833 milik Sam Setiawan, yang pertama kali menunggah video ini pada 8 Januari 2022.

Sam lalu menambahkan keterangan tempat kejadian peristiwa dalam captionnya.

“Jangan berlaku sombong dengan tidak menghormati kearian lokal, adat dan budaya lainnya. Kejadian di Sumbersari, Lumajang”.

Sesajen tersebut adalah sesajen yang dibuat oleh masyarakat setelah mengadakan acara sedekah desa dan ruwatan untuk memohon keselamatan diri dari bencana.

Menyaksikan sesajen buatan masyarakat yang dengan seenaknya ditendang dan dibuang, tentunya menyulut amarah, baik masyarakat desa maupun masyarakat yang menyaksikan.

Sam menuturkan, kondisi masyarakat Lumajang memang masih heterogen.

Masih banyak masyarkat yang menganut dan meyakini kepercayaan hindu.

“Begitupun kebanyakan masyarakat di Sumbersari Pronojiwo,” tambah Sam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *