Viral Rekruitmen Relawan Perang Ukraina, Dapat Kecaman Dari Senegal

Reportasee.comViral rekruitmen relawan perang Ukraina rupanya mendapat kecaman oleh kementerian luar negeri Senegal.

Di mana rekruitmen tersebut berasal dari unggahan kedutaan besar Ukraina pada hari Kamis tanggal 3 Maret kemarin.

Dalam unggahan itu menyerukan sukarelawan Senegal untuk bergabung pada perjuangannya dalam melawan Rusia, kata kementerian di sebuah pernyataan.

Perekrutan para sukarelawan, petempur asing dan tentara bayaran adalah ilegal di Senegal.

Selain itu pihaknya juga bisa menghukumnya berdasarkan undang-undang menurut pernyataan itu.

Yurii Pyvovarov selaku Duta Besar Ukraina dipanggil  ke pihak kementerian Senegal guna menjelaskan tentang unggahan tersebut.

Sesudah memverifikasi legitimasi unggahan tersebut, kemudian kementerian meminta dubes agar menghapusnya, menurut pertanyaan yang beredar.

Akan tetapi belum ada informasi yang lebih jelas terkait tindakan yang akan pihaknya ambil.

Para pejabat Ukraina sudah membuat seruan serupa di beberapa negara lain.

Adapun beberapa di antara seruan itu sudah negara lain jawab.

Media lokal di negara Jepang melaporkan di hari Selasa bahwa pilihan pria sudah mendaftarkan diri sebagai sukarelawan.

Pendaftaran berlangsung lewat sebuah perusahaan yang berbasis di kawasan Tokyo.

Senegal sendiri adalah salah satu dari 17 negara Afrika yang termasuk abstain dari pemungutan suara pihak PBB.

Mereka mengecam akan invasi Rusia ke negara Ukraina serta menyerukan Moskow agar segera menarik para pasukannya.

Resolusi tersebut sudah mereka sahkan tepat akhir sesi darurat Majelis Umum oleh Dewan Keamanan.

Hal ini berlangsung saat pasukan Rusia menggempur beberapa kota di Ukraina dengan pengeboman serta serangan udara.

Karena serangan itulah memaksa sampai ratusan ribu orang mengungsi.

Tanggapan Postingan Viral Rekruitmen Relawan Perang Ukraina 

Negara Amerika Serikat rupanya ikut menanggapi beredarnya postingan viral rekruitmen relawan perang Ukraina.

Di mana Amerika Serikat melarang warganya untuk pergi ke Ukraina serta bergabung dengan angkatan bersenjata milik negara eks Uni Soviet tersebut.

Tujuannya adalah guna membantu memerangi invasi dari negara Rusia.

Karine Jean Pierre sebagai wakil juru bicara Gedung Putih menuturkan warga Ukraina sudah menunjukkan keberanian mereka.

Selain itu mereka juga menyerukan tipa sumber daya dan kekuatan yang pihaknya miliki guna membela diri.

Dia berkata pihaknya memuji keberanian dari warga Ukraina.

Akan tetapi untuk imbauan perjalanan bagi warganya ke Ukraina tetap saja berlaku.

Sehingga pihaknya menetapkan warga Amerika tak boleh bepergian ke kawasan Ukraina.

Seruan itu hadir usai Presiden Ukraina yaitu Volodymyr Zelensky menyerukan semua warga asing di luar negeri yang hendak membantu melawan invasi dari Rusia.

Presiden Ukraina menuturkan apabila ada warga asing yang ingin membantu maka bisa datang ke negaranya.

Hanna Maliar sebagai wakil Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan Presiden Zelensky sudah mengumumkan pembentukan unit baru.

Pihaknya menamakan unit baru tersebut dengan nama International Legion.

Mereka mengaku sudah menerima sebanyak ribuan permintaan yang berasal warga asing dan bersedia bergabung untuk melawan penjajahan Rusia.

Selain itu warga asing tersebut ingin membantu melindungi keamanan global dari adanya rezim Putin atau Presiden Rusia.

Dalam pernyataan yang ada di situs kantor presiden, Zelensky menuturkan mengajak tiap WNA yang termasuk sahabat perdamaian serta demokrasi.

Di mana mereka bisa datang ke Ukraina serta membantu memerangi agresi dari Rusia.

Pernyataan di kantor Zelensky mengatakan invasi Rusia adalah awal dari perang untuk melawan Eropa.

Bukan hanya itu peperangan juga akan melawan struktur, melanggar HAM, demokrasi, perdamaian serta hukum internasional.

Sampai saat ini postingan viral rekruitmen relawan perang Ukraina masih menjadi pembicaraan hangat publik seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *