Viral di Twitter Inner Child yang Terluka, Ini Tips Mengatasinya

Advertisement

Istilah inner child menjadi salah satu kalimat baru dan menjadi trending terutama di kalangan pengguna sosial media.

Tak heran banyak yang merasa penasaran terkait istilah tersebut dan bertanya apa maksudnya.

Bagi Anda yang juga merasa penasaran, bisa simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa Arti Inner Child?

Menyadur dari Psychology Today, inner child adalah kumpulan kejadian masa kecil yang baik ataupun buruk.

Di mana kejadian itu yang membentuk kepribadian seseorang seperti saat ini.

Advertisement

Anda mungkin sudah kerap mendengar bahwa kita harus berdamai dengan inner-child yang mungkin saja masih terdapat luka dan belum sembuh.

Luka-luka tersebut kerap kali membuat orang tua menjadi salah jalan ketika mengasuh anak.

Pasalnya mungkin saja para orang tua secara tak sadar menganggap bahwa penyebab luka di masa kecil itu adalah sebuah hal normal.

Hal ini juga secara tak sadar bisa membuat orang tua menormalisasikannya saat menerapkannya kepada anak.

Ciri-ciri Inner-Child yang Terluka

Tak hanya kejadian yang baik, ada juga peristiwa buruk di masa kecil dan membuat inner-child terluka.

Advertisement

Tanda-tanda Anda yang memiliki inner child terluka antara lain:

1. Tak Percaya Terhadap Dirinya Sendiri

Ciri pertama orang yang mempunyai inner-child terluka yaitu tidak memiliki rasa kepercayaan diri.

Selain itu, mereka juga selalu meragukan potensi terhadap diri dan kerap membandingkan dirinya dengan orang lain.

Hal tersebut akan menyebabkan mereka selalu mengkritisi dirinya sendiri tanpa berhenti.

Advertisement

2. Mudah Merasa Cemas, Takut dan Tak Layak untuk Dicintai

Tidak ada satu orang pun yang tak mempunyai rasa ketakutan.

Tetapi maksud dari ketakutan di sini yaitu ketakutan berlebih dan beranggapan kalau orang di sekitar akan meninggalkan  Anda.

Bukan hanya itu, orang dengan inner child yang terluka kerap merasa tak layak mendapat cinta, cemas sampai mudah depresi.

Ketakutan yang berlebihan ini  bisa menjadi dampak yang begitu negatif dan berbahaya kalau tak mendapat penanganan.

Advertisement

3. Mempunyai Emosi yang Tak Stabil

Bisa saja Anda dalam kondisi senang kemudian secara tiba-tiba menjadi begitu marah tak terkendali.

Pengalaman menyakitkan seperti mendapat kekerasan selama anak-anak membuat Anda memiliki emosi yang berubah-ubah.

4. Terlalu Kompetitif

Bagi orang yang memiliki inner-child terluka menganggap kegagalan adalah musuh terbesar.

Advertisement

Selain itu ia akan merasa bahwa kegagalan adalah hal yang salah kalau mengalaminya.

Ini lantaran bagi mereka selalu menjadi yang terbaik serta terdepan merupakan sebuah misi dan harus tercapai.

Mengatasi Inner-Child yang Terluka

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, tak perlu khawatir sebab ada beberapa cara untuk menyembuhkannya yaitu:

1. Memahami Penyebabnya

Bagi beberapa orang, mereka mudah memahami penyebab luka inner-child.

Namun ada juga yang kesulitan untuk menemukan penyebab dari luka tersebut.

Agar berhasil menyembuhkan lukanya, maka perlu benar-benar tahu apa penyebab dari luka itu.

Kalau Anda tak dapat menemukannya sendiri, coba cari bantuan psikolog ataupun psikiater.

2. Meditasi

Berikutnya ada meditasi yang bisa menjadi salah satu metode terbaik agar bisa lebih terhubung dengan diri sendiri.

Selain itu meditasi juga sangat baik untuk berhubungan dengan inner-child di dalam diri.

Hal tersebut akan membuat Anda lebih mudah mengontrol emosi serta reaksi diri terhadap situasi yang dapat memicu stress ataupun trauma.

3. Berkonsultasi ke Profesional

Luka masa lalu atau trauma memang dapat memicu stress, namun Anda jangan berputus asa.

Sebab sudah ada banyak professional kesehatan yang membantu Anda untuk mencari cara terbaik agar bisa mengatasi trauma maupun luka itu.

Demikian informasi tentang inner child yang terluka dan cara terbaik untuk mengatasinya.

Advertisement
Show More