Uang Kripto Bitcoin Resmi Jadi Alat Pembayaran El Salvador

Berita Viral

Reportasee.com – Uang kripto Bitcoin sudah legal menjadi salah satu alat pembayaran di negara El Salvador. 

Sementara itu tepat di hari ini, harga mata uang kripto berguguran 24 jam terakhir.

Dua mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar yaitu ethereum dan bitcoin terjun bebas.

Nilainya sendiri masing-masing merosot hingga 11,54 persen serta 13,46 persen.

Mengutip sumber terpercaya, harga bitcoin kini seharga US$ 46.669 per koinnya.

Menjadi alat pembayaran di El Salvador rupanya tak membuat uang kripto Bitcoin lantas stabil.

Sah, El Salvador Gunakan Uang Kripto Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

El Salvador resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerima uang kripto Bitcoin jadi alat pembayaran sah.

Langkah dari negara tersebut memicu dunia memperdebatkan baik peluang maupun bahaya bagi mata uang kripto.

Mulai hari ini, bisnis akan negara wajibkan jika memungkinkan menerima koin digital kontroversial itu sebagai alat pembayaran.

Selain itu negara juga mengharapkan jutaan orang mengunduh aplikasi dompet digital baru dari pemerintah.

Di mana mereka akan mendapatkan USD 30 dalam bentuk uang Bitcoin pada setiap warga negara El Salvador.

Penggemar Bitcoin yang ada di seluruh dunia sudah membeli koin digital seharga USD 30.

Pembelian tersebut sebagai bentuk dukungan serta membantu meningkatkan nilai mata uang yang mudah mengalami perubahan.

Salah satu warga El Salvador mengaku senang dengan langkah dari pemerintah itu namun juga mengaku khawatir.

Kekhawatiran terjadi sebab seberapa stabil pendapatannya dengan alat pembayaran Bitcoin.

Warga El Salvador yang seorang supir taksi tersebut mengaku sudah menerima Bitcoin selama dua bulan semenjak kabar beredar.

Ia pun baru saja meminta penumpang membayar sebesar USD 40 dalam bentuk Bitcoin untuk ongkos menuju bandara.

Hanya saja sekitar 10% penumpang yang suka membayar menggunakan Bitcoin.

Ia mengatakan biaya konversi Bitcoin menjadi mata uang lokal yaitu dolar Amerika Serikat sebesar 10%.

Dia berharap dapat mengembangkan dompetnya menjadi USD 1.000 dalam bentuk Bitcoin namun takut mata uangnya akan turun.

Memang harga uang kripto Bitcoin sendiri sudah naik dan turun cukup dramatis dalam satu tahun belakangan.

 

Jadi Alat Transaksi, El Salvador Beli 200 Bitcoin

Beberapa waktu sebelumnya, nilai uang kripto Bitcoin mengalami kenaikan cukup drastis.

Kenaikan ini terjadi setelah El Salvador secara resmi membeli sebanyak 200 Bitcoin pertama.

Presiden El Salvador yakni Nayib Bukele mengatakan pembelian tepat Senin lalu.

Meski ada klaim tidak berkaitan, tak lama pasca pengumuman itu, harga Bitcoin melonjak satu hari.

Lonjakan terjadi sebelum El Salvador secara resmi mengadopsinya sebagai alat pembayaran sah bersama mata uang dolar AS.

Nilai bitcoin sementara saat itu naik hingga 1,39 persen menjadi 52.600 dolar AS lebih.

Harganya berkisar di 747 juta rupiah di hari Senin sore waktu setempat.

Data menunjukkan dengan analisis pasar dalam Reuters menempatkannya dalam jalur guna mencapai kisaran mulai dari 56.000 hingga 56.300 dolar AS.

Sebelumnya di Senin lalu, Bukele mencuit kalau broker mereka akan membeli lebih banyak lantaran tenggat waktu kian dekat.

Negara El Salvador melegalkan Bitcoin mulai hari Selasa 7 September kemarin.

Bagi Bukele, langkah ini nantinya menghemat komisi hingga jutaan dolar atas uang yang warga kirim ke luar negeri.

Tetapi jajak pendapat menunjukkan warga Salvador skeptis mengenai penggunaan mata uang Bitcoin.

Sehingga memperlihatkan kekhawatiran kepada volatilitas mata uang Bitcoin.

Menurut para kritikus, keberadaan uang kripto Bitcoin bisa meningkatkan resiko terhadap peraturan dan keuangan untuk lembaga terkait.

McDonalds El Salvador Terima Pembayaran Dengan Bitcoin

Menyusul peresmian uang kripto Bitcoin sebagai alat pembayaran di El Salvador, sudah ada banyak tempat menerima transaksi dengan cryptocurrency tersebut.

Salah satunya ada restoran makanan cepat saji yakni McDonalds mulai menerima transaksi pembayaran menggunakan Bitcoin.

Penerimaan tersebut tentunya untuk McDonalds yang ada di El Salvador tepat hari Selasa kemarin.

Memang sejak kemarin negara sudah mengisahkan bitcoin menjadi alat pembayaran di wilayah Amerika Tengah ini.

Meskipun banyak protes terkait perencanaan itu, sudah ada beberapa warga sukses melakukan transaksi memakai Bitcoin.

Salah satu perusahaan yang sukses mengintegrasikan pembayaran dalam lightning network yaitu OpenNode.

Adapun lightning network merupakan sistem pembayaran menggunakan protokol pembayaran dengan 2 lapis yang berbasis blockchain.

Restoran McDonald yang ada di El Salvador memakai jaringan lightning dengan kode berupa QR yang berasal dari ponsel pelanggan.

Perwakilan OpenNode mengatakan mereka begitu bersemangat melakukan kerja sama dengan McDonalds.

Kerjasama bermaksud membantu penerapan hukum dalam negara terkait pembayaran menggunakan lightning network Bitcoin sukses dari segi operasional.

Ini menjadi kesempatan besar guna menunjukkan lighting network dapat bekerja dengan volume tinggi tiap hari dengan pembelian bernilai rendah.

Bukan hanya McDonalds, merk lain yaitu Nike dan Walmart yang ada di El Salvador juga nantinya mengaktifkan pembayaran menggunakan Bitcoin.

Tetapi sampai sekarang rencana penggunaan uang kripto Bitcoin belum ada konfirmasi lebih lanjut.

Upaya El Salvador Legalkan Bitcoin Tuai Pro Dan Kontra

Langkah dari pemerintah El Salvador melegalkan uang kripto Bitcoin jadi alat transaksi yang resmi nyatanya tak berjalan mulus.

Rencana awal El Salvador melegalkan bitcoin pertama kali mereka umumkan di 5 Juni 2021 lalu.

Dengan menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran, akan merubah struktur di bidang ekonomi negara.

Sebagian besar sumber ekonomi El Salvador sendiri berasal dari remitansi.

Pemakaian bitcoin menjadi alat transaksi akan mempengaruhi para pelaku usaha lokal.

Selain itu pengaruh juga terjadi terhadap investasi secara global maupun kehidupan sehari-hari warga setempat.

Proses persiapan maupun peluncuran undang-undang mengenai bitcoin pun menjadi berantakan.

Banyak warga El Salvador mengeluh mereka tak tahu proses diskusi apalagi pembuatan undang-undang itu.

Bukan itu saja, mereka juga mengatakan menerima sedikit saja komunikasi resmi dari aturan tentang pelegalan bitcoin.

Di sisi lain, lembaga keuangan secara global mulai dari bank besar sampai lembaga pemeringkat mengatakan undang-undang dapat berbahaya.

Resiko berbahaya ini terkait negosiasi pinjaman dengan IMF, melemahkan jaringan digital bitcoin juga merugikan perusahaan di bidang asuransi lokal.

Bahkan jumlah pihak yang menolak terkait pelegalan bitcoin di kawasan El Salvador juga kian meningkat.

Gelombang protes pun terjadi di wilayah San Salvador mengenai peraturan penggunaan Bitcoin.

Protes terjadi karena para pensiunan khawatir pembayaran dana pensiun akan tersalur dalam aset kripto yang begitu fluktuatif.

Selain itu, pihak lain menilai undang-undang ini bisa meningkatkan kejahatan terkait pencucian uang di negara dengan tingkat korupsi masih tinggi.

Dalam jajak pendapat yang berlangsung di Juli lalu, hingga 75 persen penduduk El Salvador menyatakan keberatan terkait undang-undang bitcoin.

Sedangkan sekitar setengah lainnya berkata tak tahu apa pun terkait pelegalan bitcoin di negara El Salvador.

Kendati demikian kini uang kripto Bitcoin sudah resmi dan bisa warga El Salvador gunakan.

Berita Terbaru