32 C
Indonesia
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaBeritaTren Cabut Bulu dari Waktu ke Waktu

Tren Cabut Bulu dari Waktu ke Waktu

Reportasee.com – Tren cabut bulu dari waktu ke waktu. Berbincang-bincang seputar bulu badan, kini bukan lagi berbicara mengenai kecantikan, tetapi juga berbicara tentang identitas atau gender.

Bulu badan bagi seorang pria berarti sebuah lambang kemaskulinan. Bulu badan yang lebat dapat meningkatkan kepercayaan diri pria. Baik itu bulu kumis, dada, ketiak, kaki dan tangan.

Sebagian pria bahkan berupaya menumbuhkan rambut di area yang mereka inginkan. Misalnya saja, pria yang tak ragu-ragu menggunakan berbagai cara untuk menumbuhkan rambut di area dagu serta pelipis.

Metode yang mereka gunakan pun beragam, mulai dari pemakaian bubuk arang hingga pemakaian Beard Serum.

Lain halnya dengan sudut pandang wanita. Bulu badan bagi wanita adalah momok yang mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri mereka.

Semulus apapun kulit wanita, tidak akan berarti jika bulu tetap tumbuh liar dan tak terkendali. Terlebih jika itu memenuhi bagian tangan kaki dan wajah.

Stigma kecantikan wanita bermula dari kulit putih mulus tanpa bulu semakin menguat. Terlebih industri entertainer juga memberikan syarat kelulusan ujian berdasarkan hal remeh tersebut.

Setiap iklan yang beredar di media sosial atau sejenisnya pasti menampilkan wanita yang tampak spotless dengan kulit halus mulus bebas bulu.

Mungkin kita masih mengingat bagaimana kasus Abas kekasih Lucinta Luna yang mendapat kritikan pedas. Apalagi kalau bukan perkara bulu badan.

Ratusan netizen membuat hate comment dengan meragukan identitas gender Abas karena kakinya yang nyaris tanpa bulu.

Tren Cabut Bulu Badan Wanita Metropolitan

Tahun 2009 adalah kali pertama perawatan hair removal atau perontok bulu badan muncul. Mulanya, metode perawatan hair removal kurang begitu mendapat simpati dari masyarakat.

Wanita memang lebih detail dalam hal menjaga kecantikan, tetapi mereka menolak metode perawatan tersebut karena khawatir terjadi iritasi, rasa tidak nyaman dan sebagainya.

Sehingga perlengkapan cukur seperti spatula, gunting, jepit pencabut bulu masih menjadi senjata andalan.

Bersamaan dengan perkembangan teknologi, klinik perawatan pembersihan bulu-bulu pun menawarkan berbagai kemudahan.

Metode yang populer dapat menggunakan gel, cream hingga laser atau waxing. Setiap klien bebas memilih bagian tubuh manapun yang mereka inginkan untuk mereka bersihkan buluya.

Akan tetapi, metode pencabutan bulu ini hanya dinikmati oleh sebagian besar wanita metropolitan kalangan menengah  ke atas.

Pasalnya, harga untuk sekali perawatan bulu berkisar antara tiga ratus hingga satu juta rupiah tergantung metode mana yang mereka gunakan.

Baca:  Android Suka Mati Sendiri, Inilah Cara Cepat dan Mudah

Meski sebagian metode perawatan hair removal menimbulkan rasa kurang nyaman, kenyataanya masih banyak wanita yang tetap nekat melakukannya.

Peralatan apapun akan mereka lakukan apabila hasilnya menyangkut nilai pribadi serta berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri mereka.

Mereka yang menjalani perawatan laser atau waxing secara personal menginginkan bagian-bagian tubuh mereka yang mungkin tergolong sensitif menjadi bebas bulu.

Baca:  Cara Membersihkan Sepatu Putih yang Efektif dan Tepat

Tak melulu karena alasan serius, ada juga golongan wanita yang melakukannya dengan alasan penasaran dan hanya ingin menjadi penikmat tren kecantikan sesaat.

Dampak Perawatan Bulu Jika Menggunakan Laser dan Waxing

Folikulitis, Radang Kulit, Hiperpigmentasi, adalah deretan gejala penyakit kulit yang mungkin mengancam pengguna. Folikulitis merupakan sebutan akrab untuk infeksi di area sekitar folikel rambut.

Sedangkan hiperpigmentasi adalah penggelapan warna kulit yang tidak merata akibat infeksi. Pada kasus tertentu infeksi berkembang liar dan memerlukan penanganan dengan antibiotik.

Perlu konsultasi lebih dalam dengan dokter kulit yang Anda percayai untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan kulit di kemudian hari.

Perawatan Mandiri Merontokkan Bulu Badan di Rumah

Kemunculan hair removal dalam bentuk kemasan botol kosmetik pada awal tahun 2020-an terbilang cukup sukses mendapat perhatian dari pasar kosmetik.

Masyarakat bahkan dapat membelinya secara bebas di berbagai marketplace. Harganya pun jauh lebih ekonomis dengan kisaran harga 100-350 ribu rupiah.

Tekstur yang tersedia juga cukup beragam seperti tekstur liquid, gel, dan cream.

Perempuan khususnya yang tergolong kaum milenial dan wanita karir merasa cukup beruntung saat mereka memakai obat perontok bulu ini.

Terlebih dengan kemasan uniknya yang travelable, perempuan dapat membawanya saat bepergian.

Waktu yang mereka miliki juga tidak akan lebih efektif, karena hair removal yang beredar di pasaran memiliki cara kerja yang efektif hanya dalam hitungan menit.

Formula Cabut Bulu yang Lagi Tren

Pencampuran-pencampuran bahan kimia sebelumnya memang mendominasi dan cukup dimaklumi industri kecantikan.

Menariknya, bahan-bahan alami dapat menjadi formula inovatif dengan fungsi yang sama untuk mengangkat rambut-rambut halus.

Bahan-bahan yang familiar digunakan terutama adalah lidah buaya, lemon, kentang, kunyit, gula serta papaya.

Kelima bahan yang biasa kita temui di meja makan tersebut selain sanggup mencabut akar bulu, juga membuat kulit lebih halus dan cerah.

Semakin nyaman merawat diri di rumah dengan obat perontok bulu alami berkemasan mini yang mungkin bisa kita gunakan berkali kali.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer