Tips Mengontrol Emosi Agar Terhindar Dari Kejadian Viral Marah-Marah di Kereta

Advertisement

Tips mengontrol emosi di bawah ini penting untuk Anda ikuti agar terhindar dari kejadian viral yang menghebohkan publik.

Kejadian ini berawal dari viralnya sebuah video di sosial media yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya mengamuk di dalam KRL.

Belum ada informasi lebih lanjut terkait pemicu insiden yang viral tersebut.

Akan tetapi dalam video yang beredar di sosial media Twitter ini, ibu-ibu yang mengamuk sempat menyebutkan tentang kursi prioritas.

Di mana seharusnya dia adalah orang yang menduduki kursi itu namun ada penumpang lain menempatinya.

Advertisement

Viral Ibu-Ibu Marah di Kereta, Ini Tips Mengontrol Emosi

Memang ada banyak hal di sehari-hari yang mengakibatkan seseorang menjadi mudah emosi.

Sebenarnya kemarahan merupakan emosi yang begitu umum dan bahkan terbilang semat.

Tetapi emosi maupun amarah yang tak terkendali bisa merusak kesehatan pada mental serta memberikan dampak buruk ke orang sekitar.

Penyebab kemarahan bisa karena kejadian internal maupun eksternal.

Karena itulah penting untuk Anda mengetahui tips mengontrol emosi supaya terhindar dari video yang sedang viral tersebut.

Advertisement

Adapun tips mengontrol rasa marah itu antara lain:

1. Membuang Pikiran Buruk Jauh-jauh

Saat Anda tengah dilanda dengan masalah yang tergolong pelik maka bagian otak cenderung berfokus memikirkan jalan keluar terbaik.

Padahal tanpa Anda sadari, tak jarang bukan sebuah masalah yang mendorong timbulnya reaksi negative.

Akan tetapi pemicu hal tersebut adalah pikiran serta asumsi buruk yang justru Anda ciptakan sendiri.

Advertisement

Karena itulah salah satu cara agar dapat mengendalikan emosi yang bisa Anda lakukan adalah berhenti memikirkan kemungkinan buruk.

Memang terdengar klise, namun menghindari diri supaya tak terlalu larut dalam masalah malah dapat meringankan beban Anda.

2. Hindari Meluapkan Reaksi Buruk Secara Langsung

Berteriak, menangis, menjerit, memaki bahkan menghancurkan benda-benda di sekitar kerap orang pilih sebagai bentuk meluapkan emosi.

Tetapi ada baiknya jika Anda memikirkan matang-matang konsekuensi dari perilaku tersebut.

Advertisement

Sebab tak menutup kemungkinan jika masalah malah akan bertambah runyam lantaran reaksi Anda tergolong berlebihan.

Sebagai gantinya, tips mengontrol emosi adalah dengan menenangkan diri dengan cara menarik napas dalam-dalam kemudian keluarkan secara perlahan.

Anda dapat melakukan teknik pernapasan itu selama beberapa menit kemudian rasakan sensasi nyaman yang berbeda daripada sebelumnya.

Dengan cara tersebut, siapa saja bisa lebih berhati-hati saat memutuskan langkah apa yang harus diambil selanjutnya.

3. Memancarkan Emosi Positif

Membiarkan diri sendiri terpuruk di dalam emosi negative yang membelenggu tentu saja tidak baik.

Advertisement

Sehingga daripada Anda terus berpikir tentang masalah tersebut, cobalah mencari jalan keluar yang akan memunculkan aura positif dari dalam diri.

Setelah sudah cukup merasa tenang, pikirkan inti dari masalah yang membuat Anda merasa uring-uringan.

Berikutnya petik manfaat baik yang dapat menjadi cambuk positif guna menghalau emosi buruk di dalam pikiran.

4. Berlapang Dada

Usai berjuang menghalau masalah yang tak jarang datang bertubi-tubi, saat ini saatnya Anda bangkit untuk membuktikan tengah dalam keadaan baik-baik saja.

Hal ini bukan berarti Anda harus selalu menutupi kesedihan yang terasa.

Hanya saja tak semua masalah harus seseorang tunjukkan secara terang-terangan.

Apalagi jika tengah berada di situasi yang mengharuskan bersikap professional.

Sehingga Anda perlu menerima hal itu dengan lapang dada di mana ada sejumlah hal yang tak mungkin berubah.

Tugas Anda di sini yaitu mengendalikan emosi itu seberat ataupun sesulit apapun rasanya.

Itulah beberapa tips mengontrol emosi yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian kejadian marah-marah viral yang belum lama ini terjadi bisa kita minimalisir.

Advertisement
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *