BeritaProvinsi Sulawesi BaratRegional

Sosialisasi Pemilih Pemula, Upaya Mahasiswa Unasman dalam KKN PUMD

PMB Unigal
PMB Unigal
PMB Unigal
Aqsa Guest House
H. Dindin Hardi S.Pd.,M.Pd
PMB Unigal
pmb Unigal
PMB Unigal
Aqsa Guest House
H. Dindin Hardi S.Pd.,M.Pd

Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Unasman Membangun Desa (PUMD) dengan fokus pada Sosialisasi Pemilih Pemula.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam acara sosialisasi, Ahmad Saleh S.IP.,M.AP, Dosen FISIP Unasman, menjadi pemateri utama bersama Musriadi, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mapilli.

Menurut Ahmad Saleh, tujuan utama sosialisasi ini adalah memberikan informasi dan pemahaman kepada pemilih pemula agar aktif berpartisipasi dalam Pemilu 2024.

Pemilih pemula diharapkan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya.

Menurutnya, partisipasi cerdas dari generasi pemilih muda dan pemula adalah aspek krusial dalam demokrasi dan proses pemilihan umum.

Ahmad Saleh menyoroti prediksi bahwa Pemilu 2024 akan didominasi oleh pemilih muda dan pemilih pemula, seiring persentase mereka mencapai 52 persen dalam Daftar Pemilih Tetap Nasional.

“Pemilih muda dan pemilih pemula adalah pemilih yang sangat penting dalam demokrasi dan pemilihan umum. Mereka akan menjadi penentu hasil Pemilu 2024,” ungkap Ahmad Saleh di Kantor Desa Rappang Barat, Kamis (18/01/2024).

Pemilih pemula dari generasi Z, yang lahir dari pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an, membentuk kelompok demografis yang khusus.

Mereka tumbuh dewasa di era teknologi digital yang pesat, di mana teknologi dan internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari sejak dini.

Mereka sangat akrab dengan perangkat pintar, media sosial, dan berbagai platform digital.

Menurut Dosen Unasman, karakteristik unik dan eksposur yang kuat terhadap teknologi membuat Generasi Z memiliki potensi besar untuk membentuk perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk partisipasi politik.

Tantangan utama adalah perilaku pemilih pemula yang cenderung apatis dan labil terhadap dunia politik, mengurangi kesadaran politik dan dampaknya pada partisipasi.

Dengan pendidikan pemilih dan sosialisasi yang efektif, diharapkan pemilih pemula dapat berperan aktif dalam menggunakan hak pilihnya.

Pendidikan pemilih dan sosialisasi bukan hanya langkah penting untuk meningkatkan partisipasi, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Hal ini bertujuan untuk menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang aspiratif, berkualitas, dan bertanggungjawab.

Lanjutkan Membaca
Back to top button