Berita

Sinergi Foundation Perkuat Akses Publik Lewat Pembangunan Jembatan di Cianjur

Infrastruktur ini menjadi akses utama bagi ribuan warga Kampung Bojong dan Kampung Puncak Keusik, Desa Wangunjaya–Mekarsari, yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan mobilitas.

Upaya memperkuat akses publik di wilayah pedesaan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga dalam pengelolaan dana umat.

Sinergi Foundation, melalui program Sasaka Indonesia, bersama Permata Bank Syariah lewat Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK), membangun jembatan penghubung vital di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.

Infrastruktur ini menjadi akses utama bagi ribuan warga Kampung Bojong dan Kampung Puncak Keusik, Desa Wangunjaya–Mekarsari, yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan mobilitas.

Jembatan sepanjang kurang lebih 60 meter tersebut resmi dioperasikan dan menjadi penghubung dua wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat kondisi jembatan lama yang rusak dan tidak lagi aman dilalui.

Kehadiran jembatan baru ini sekaligus mempertegas komitmen Sinergi Foundation dalam menyalurkan dana umat secara tepat sasaran dan berkelanjutan, khususnya untuk pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Ketua UPZDK, Awaludin Gumbira, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan bagian dari upaya memperluas akses dasar masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur publik seperti jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga.

“Jembatan ini tidak hanya kita lihat sebagai konstruksi fisik. Di dalamnya ada esensi yang lebih luas, mulai dari akses pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Awaludin usai penandatanganan simbolis peresmian jembatan, Sabtu (27/12/2025).

Dari sisi pendidikan, jembatan ini mempermudah mobilitas anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan para guru, termasuk guru mengaji, dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajar.

Akses yang lebih aman dan dekat diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pendidikan dan melahirkan generasi penerus yang lebih unggul.

Sementara dalam aspek ekonomi, jembatan tersebut menjadi jalur utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas produktif.

Warga dapat lebih mudah menjual hasil pertanian, mengangkut produk lokal, dan memperkuat roda perekonomian desa.

Baca Juga :  Anies Hadiri Apel Siaga, Sampaikan 3 Pesan ke 15 Ribu Relawan

Selain itu, akses yang lebih singkat juga mengurangi biaya dan waktu tempuh dalam aktivitas sehari-hari.

Pada aspek kesehatan, keberadaan jembatan memberikan kemudahan bagi warga yang membutuhkan layanan medis.

Masyarakat tidak lagi harus memutar jauh ketika hendak menuju klinik atau puskesmas, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Head of ZIS Directorate Sinergi Foundation, Waeli Mohdan, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung beralas pijak plat bordes ini berlangsung selama 90 hari, mulai 1 Oktober hingga 1 Desember 2025.

Proses pembangunan meliputi berbagai tahapan, mulai dari persiapan tim, pengadaan material, pabrikasi, pemasangan bentangan, hingga tahap penyelesaian akhir.

Ia menyebutkan, jembatan tersebut dirancang memiliki usia pakai antara 25 hingga 30 tahun, bergantung pada penggunaan dan perawatan oleh masyarakat, di luar faktor bencana alam.

Oleh karena itu, Sinergi Foundation mendorong keterlibatan warga dalam menjaga dan merawat fasilitas publik ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami menitipkan jembatan ini kepada masyarakat untuk dirawat bersama. Akses ini sangat penting bagi dua wilayah, semoga dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi pahala jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari donatur, relawan, hingga masyarakat,” ujar Waeli.

Prosesi peresmian jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan Surat Keputusan penyerahan jembatan kepada pemerintah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibentuk tim penanggung jawab yang akan mengelola serta melakukan pemeliharaan jembatan secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Permata Bank Syariah dan UPZDK melalui Sinergi Foundation turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.

Sebanyak 84 paket sembako diserahkan kepada warga dhuafa, lansia, anak yatim, guru ngaji, dan marbot masjid sebagai bentuk kepedulian sosial yang terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Polemik Pendapat Ahli di Sidang Praperadilan Tom Lembong

Tokoh masyarakat Kampung Puncak Keusik, Warsudin, menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan dua desa dengan jumlah penduduk lebih dari 10 ribu jiwa.

Sebelum jembatan diperbaiki, warga harus menempuh jalur alternatif sejauh kurang lebih 30 kilometer untuk mencapai wilayah seberang.

Menurutnya, jembatan dengan lebar sekitar 1,2 meter ini dilalui oleh sekitar 300 hingga 500 orang setiap hari dan beroperasi selama 24 jam.

Jembatan tersebut menghubungkan sekitar 10 dusun serta puluhan RT dan RW, sehingga keberadaannya sangat menentukan kelangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

“Jika jembatan ini tidak ada atau rusak, hampir seluruh aktivitas masyarakat akan lumpuh. Mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, kami sangat bersyukur jembatan ini kini bisa digunakan dengan aman,” ungkap Warsudin.

Ia juga mengingatkan bahwa jembatan sebelumnya dibangun pada 1992 melalui swadaya masyarakat dan dukungan pemerintah setempat.

Seiring bertambahnya usia dan meningkatnya intensitas penggunaan, kondisi jembatan lama menjadi rusak dan berisiko menimbulkan kecelakaan.

Beberapa kejadian nyaris jatuh bahkan sempat terjadi sebelum perbaikan dilakukan.

Warsudin menyampaikan apresiasi kepada Sinergi Foundation dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat sekitar yang secara sukarela membantu proses pembangunan.

Dukungan tenaga dan logistik dari warga dinilai mempercepat pengerjaan jembatan hingga dapat selesai tepat waktu.

Dengan rampungnya pembangunan jembatan ini, Sinergi Foundation menegaskan perannya dalam memperkuat akses publik melalui pemanfaatan dana umat yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penghubung kehidupan sosial, ekonomi, dan pelayanan dasar yang berkelanjutan bagi warga Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca