Berita

Perlirisan Foto Batu Hajar Aswad Secara Detail

Reportasee.com – Batu Hajar Aswad merupakan batu hitam yang turun dari surga yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim melalui Malaikat Jibril. Batu Hajar Aswad memang hingga kini masih menjadi rahasi mengenai bagaimana bentuk da rupanya. Lalu Kabar menggembirakan hadir pada Senin 3 Mei 2021 lalu. Otoritas Arab Saudi memperlihatkan sebuah foto terbaru dari batu Hajar aswad ini. Sebelumnya batu hajar aswan ini sama sekali belum pernah mendapatkan publikasi.


Dan pada senin lalu kantor umum kepresidenan dua masjid suci kemudian merilis foto dari hajar aswad secar deial dengan menggunakan teknk fotografi baru. Teknik pengambilan gambar hajar aswad kali ini menggunakan teknik foto panoramik.

Presiden Umum Urusan Dua masjid Suci yang terletak di Arab menggambil gambar Hajar Aswad sampai dengan sebanyak 1.050. Pengambilan foto Batu Hitam dari Surga serta Ka’bah dengan menggunakan teknologi Fox Stack Panorama.

Teknik Fotografi dengan fokus pada panorama yang bertumpuk ini mengkombinasikan beberapa gambar dengan berbagai angle. Selain itu fokus pada gambar juga untuk dapat menghasilkan satu gambar resolusi tinggi dengan tingkat akurasi yang tinggi pula. Setelah proses pengambilan foto selama tujuh jam dan editing selam satu minggu akhir sang photografer akhirnya dapat menghasilkan gambar dengan resolusi 49 ribu megapixel.

Penunjukkan kali ini menjadi penunjukan pertama bagi pihak Otoritas di Dua Masjid Suci tersebut dengan detail seperti ini. Otoritas dua masjid suci di arab ini tertarik untuk menggunakan teknik foto terbaru tersebut karena merasa hajar aswad adalah hal yang sangat penting bagi Umat Islam.

Lalu sangat banyak yang merasa penasaran mengenai gambaran dari hajar aswad ini secara karakteristik. Karakteristik dari Hajar Aswad ini dapat diketahui dalam informasi berikut.

Karakteristik Hajar Aswad

Umat islam mempercayai bahwa batu Hajar Aswad ini merupakan batu yang Allah turunkan dari surga untuk nabi Ibrahim melalui Malaikan Jibril.

Batu Hajar Aswad ini memiliki Kaateristik dengan warna hitam kemerahan. Batu ini berbentuk Oval dengan diameter sebesar 30 senti meter dan terletak pada sudut timur. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa lokasi batu ini terletak di sebelah tenggara dari ka’bah.

Batu ini diletakkan pada tempat setinggi 1,5 meter diatas lantai dan memiliki bingkai yang terbuat dari perak murni yang berfungsi sebagai pelindungnya. Hajar Aswad ini menjadi titik akhir dan awal dari rukun haji yakni Thawaf, untuk mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.

Sultan bin Ati Al – Qurashi seorang menteri badan proyek dan studi Rekayasa di presidensi Umum Urusan dua masjid suci arab mengatakan bahwa pemerintah ingin mendokumentasikan batu Hajar Aswad dan Ka’bah. Pemerintah ingin menunjukkan detail teknis dan dimensi rekayasanya. Gambar yang telah berhasil diambil kemudian di cetak dengan bentuk 3 dimensi.

Lalu Badan Proyek dan juga Studi Rekayasa melakukan penyelenggaraan sebuah pameran virtual untuk dapat memperlihatkan kepada publik mengenai foto detail dari Batu Surga Hajar Aswad. Seluruh hasil karya yang ada berbentuk dalam model 3 dimensi. Model yang mencakup 123 potongan berbeda asal asal musem arsitektur dua masjid suci tersebut yang dianggap replika dari eksak dan juga koleksi arkeologis yang telah ada.

Lalu umat islam menganggap batu ini suci dan berasal dari surga. Bagaimana sejarah adanya Hajar Aswad ini?

Sejarah Batu Hajar Aswad

Menurut sebuah informasi dari Geologypage yang telah terbut pada 11 januari 2018 lalu. Hajar Aswad ini merupakan peninggalan dari umat islam. Menurut Tradisi umat islam batuan ini sudah ada sejak Zaman Adam dan juga Hawa manusia pertama yang Allah Ciptakan di alam semesta ini.

Pada awalnya batu hajar aswad ini memiliki warna putih. Namun konon para manusia yang menyentuh batu hajar aswad ini meminta pengampunan dari Allah SWT. Lalu sejak saat itulah batu hajar aswad ini berubah warna menjadi kehitaman, yang mana warna yang berangsur gelap ini mencerminkan adanya dosa dari umat manusia. Hal ini juga telah tertera dalam hadis Riwayat Tirmidzi yang memiliki arti bahwa “Batu hitam yang turun dari surga itu lebih putih dari susu, akan tetapi dosa umat manusia anak-anak adam yang mengubahnya menjadi hitam” (HR Tirmidzi.

Batu ini terletak di Kota Makkah yang merupakan pusat spiritual umat muslim. Di Kota itu pulalah Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya tepatnya pada abad ke 7. Sederhananya, Hajar aswad ini merupakan sebuah batu yang berwarna gelap karena terpoles halus oleh tangan jutaan umat muslim yang berziarah.

Batu tersebut pecah pada abad pertengahan menjadi beberapa bagian. Hal ini karena adanya kerusakan yang timbul pada abad pertengahan. Oleh karena itu pengelola dan pemerintah menyatukan pecahan batuan ini dengan memberikan bingkai yang berupa perak murni lalu meletakkannya di sudut tenggaran ka’bah.

Hajar Aswad ini memiliki diameter sebesar30 cm yang terletak di atas tanah dengan ketinggian 1, 5 meter. Saat umat muslim melaksanakan ibadah haji, para umat muslim akan berjaalan berlawanan arah dengan jarum jam mengelilingi ka’bah. Para Umat muslim yang berjalan mengintari ka’bah ini biasanya menyentuh, mencium, atau jika tidak sampai maka mereka akan melambaikan tangannya ke Hajar Aswad.

Batu ini Ditemukan Oleh Nabi Ibrahim

Terdapat berbagai pendapatan yang simpang siur mengenai apa Hajar aswad sebenarnya. Para Umat muslim berpendapat bahwa orang pertama yang menemukan batu ini adalah Nabi Ibrahim bersama dengan Nabi Ismail Putranya. Nabi Ibrahim dan juga ismail ini menemukan Hajar Aswad pada saat mereka mencari batu untuk membangun Ka’bah.

Nabi Ibrahim dan juga Ismail langsung menyadari nilainya saat menemukan batu tersebut lalu mereka menjadikannya sebagai salah satu penjuru dari bangunan. Sementara seorang sejarawan Sekuler mengatakan bahwa Kemungkinan besar Hajar Aswad ini merupakan batuan Meteorid. Namun hipotesis ini hingga kini masih belum terbukti lantara untuk dapat melakukan uji sangat perlu menurunkan hajar aswad dari tempatnya. Sementara para pihak pengelola melarang Hajar Aswad di turunkan dari posisinya.

Sebenarnya sangat banyak para ahli Geologi dari seluruh dunia yang telah mencoba untuk menemukan dan memstikan sifat serta jenis dari batu ini. Akan tetapi berbagai penelitian tidak pernah mencapai temuan akhir karena adanya batasan budaya dan agama. Sehingga sangat tidak mungkin untuk melakukan pengeboran pada batu ini untuk mengetahui lebih lanjut meskipun bertujuan untuk kajian ilmiah.

Sifat dari batu inipun sangat banyak perdebatan yang membahas sifatnya. Tim Ahli Geologi yang berasal dari Universitas Oxford mempelajari sebuah sampel amplasment batuan dan menemukan sejumlah penting iridium dan banyaknya kecurut yang pecah.

Kondisi tersebut merupakan salah satu fitur geogologi yang sangat langka dimana hanya akan terbentuk di batuan dasar yang terletak di bawah kawah tumpukan dari meteorit.


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Back to top button