Perempuan Tanah Jahanam, Film Karya Terbaik Joko Anwar

Advertisement

Reportasee.com – Perempuan Tanah Jahanam adalah salah satu film horor yang banyak masyarakat saksikan sebagai persembahan terbaik Joko Anwar.

Film ini tak sekedar menyajikan cerita horor saja, namun di dalamnya terdapat pula sejumlah unsur budaya Indonesia.

Nilai kebudayaan yang ada dalam film tampak dari tutur bahasa pemain dalam pengucapan dialog.

Bukan itu saja terlihat pula nilai budaya dari rumah-rumah yang menjadi setting lokasi dalam film horor tersebut.

Film horor tersebut menggaet banyak artis ternama guna memerankan sederet tokoh dalam film.

Advertisement

Tak sampai situ saja, film ini juga masuk jajaran tayangan horor terlaris di Indonesia bahkan sampai mancanegara.

Kisah dalam film menceritakan tentang perjuangan hidup karakter Maya dan Dini.

Mereka merupakan dua orang sahabat yang bertahan hidup di kawasan kota hingga petugas gerbang tol.

Keduanya hanya mempunyai satu sama lain dengan kehidupan tak pernah mudah dan kerap mempunyai kegagalan.

Insiden penyerangan yang Maya alami ketika bekerja di tol rupanya membawa ke babak baru berikutnya.

Dalam film Perempuan Tanah Jahanam ia mendapat informasi kalau mungkin mempunyai warisan yang keluarganya tinggalkan di desa.

Akhirnya Maya dan Dini bertekad menuju kampung tempat tinggalnya dulu yaitu Desa Harjosari.

Tetapi saat sampai di sana. mereka hanya mendapati sebuah rumah besar kosong dan terlihat menyeramkan.

Desa itu pun terlihat aneh serta tak wajar lantaran terdapat sangat banyak makam anak-anak.

Warga desa juga tampak tak suka dengan kedatangan Maya dan Dini.

Sampai pada suatu hari saat Maya tengah mencari makan, dua warga suruhan Ki Saptadi mendatangi Dini.

Mereka berkata kalau rumah besar yang Dini tempati itu milik pewaris bernama Rahayu dan Dini pun mengaku sebagai pewaris.

Tetapi nahas, mereka menjebak Dini lalu Nyi Misni yakni ibu Ki Saptadi membunuhnya dengan kejam.

Sebab ia menyembelih Dini lalu menguliti tubuhnya dan menjadi wayang kulit.

Pembunuhan tersebut berlangsung sebagai ritual guna menghilangkan kutukan yang menimpa desa di film Perempuan Tanah Jahanam.

Ulasan Film Horor Perempuan Tanah Jahanam

Perjuangan Joko Anwar untuk menuntaskan film yang ia sebut sudah mulai digarap sejak tahun 2009 silam tidak sia-sia.

Sebab film ini jauh lebih bagus daripada karyanya yang tayang tidak lama sebelum film tersebut.

Adapun film horor yang Tara Basro bintangi ini mempunyai naskah cerita yang kuat serta matang.

Alur kisahnya tersusun dengan baik sejak awal  sampai akhir sehingga tak terdapat kesan paksaan muncul.

Selain itu cerita juga berhasil mereka bawakan dengan cemerlang melalui akting pemain juga pengambilan gambar.

Sebagai film horor, Perempuan Tanah Jahanam menyuguhkan kisah yang berbeda dengan film Pengabdi Setan.

Dari segi genre, film ini terbilang horor psikologis dengan rasa takut yang terbangun melalui para tokoh yakni Maya dan Dini.

Kelebihan horor psikologis tersebut mampu membuat pemirsa merasakan ketakutan serupa dengan karakter dalam film.

Dengan kata lain, Joko bisa membawa para penonton untuk ikut masuk dalam cerita filmnya.

Kesuksesan itu mungkin saja datang lantaran akting serta cerita yang kuat dan berhasil Joko Anwar jaga.

Dari awal sampai akhir film, ketegangan terasa secara intens walaupun terdapat candaan yang terselip di penayangannya.

Perbedaan yang film ini miliki adalah tidak banyak menampilkan hantu, dedemit maupun jumpscare yang biasanya menjadi andalan film horor.

Agaknya Joko Anwar sengaja tidak memberikan penonton tanda-tanda kalau penampakan hantu akan muncul.

Ini menjadi kejutan dari Joko untuk para penikmat dan pemburu hantu di layar lebar lewat film Perempuan Tanah Jahanam.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *