
Inovasi pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis resmi diperkenalkan kepada warga Dusun Pasir Datar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jumat (10/07/2026).
Program pemberdayaan masyarakat ini digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Pemula (PkM-DP) Fakultas Pertanian Universitas Galuh (Unigal).
Langkah ini hadir sebagai bentuk kepedulian akademisi dalam mengatasi penumpukan limbah rumah tangga di lingkungan pemukiman warga.
Melalui penerapan teknologi tepat guna berupa Smart Bio-Cultural Composter, masyarakat setempat kini dibimbing untuk mengolah sisa dapur menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan visi besar Unigal dalam mendorong terwujudnya kawasan permukiman yang asri, bersih, dan berkelanjutan.
Edukasi yang diberikan secara bertahap mulai merubah pola pikir masyarakat pedesaan. Kebiasaan lama membuang atau membakar sampah organik secara sembarangan kini dialihkan menjadi aktivitas pengolahan sisa makanan yang berdaya guna secara ekonomis.
Ketua Tim PkM-DP Unigal, Mochamad Arief Rizki Mauladi, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa sisa bahan makanan dari puluhan rumah tangga di kawasan penyangga kampus sebenarnya menyimpan potensi besar apabila dikelola secara mandiri dan terencana.
“Melalui unit komposter modifikasi 60 liter ini, sampah organik dapur dari ibu-ibu rumah tangga tidak lagi dibakar atau dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang bermanfaat untuk tanaman pekarangan warga,” ujar Arief saat menyampaikan materi di hadapan peserta.
Ia menambahkan bahwa masalah penumpukan sampah organik di tingkat pemukiman sering kali berawal dari ketiadaan sarana olah limbah yang praktis di rumah tangga.
Kehadiran unit komposter terintegrasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah yang mudah dioperasikan oleh siapa saja.
Integrasi Teknologi dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Digital di Ciamis
Daya tarik utama program pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis ini terletak pada perpaduan antara alat komposter fisik dan sistem pemantauan data berbasis internet.
Setiap unit komposter dipasangi stiker QR-Code khusus yang terhubung langsung ke platform digital logbook. Warga cukup memindai kode batang tersebut menggunakan ponsel pintar untuk mencatat volume sampah dapur harian secara real-time.
Platform ini tidak hanya memudahkan pengumpulan data setoran limbah warga secara transparan dan akurat. Di dalam platform tersebut, masyarakat juga dapat mengakses panduan teknis operasional serta materi edukasi mengenai nilai-nilai kearifan lokal Galuh dalam memelihara kelestarian alam lingkungan.
Penggabungan kearifan lokal dan teknologi mutakhir ini diharapkan mampu memperkuat komitmen warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten. Nilai-nilai budaya Galuh mengajarkan pentingnya keselarasan antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya.
Sebanyak 35 anggota aktif Paguyuban Ibu-ibu RT 01 RW 03 Dusun Pasir Datar menyambut antusias program ini. Para peserta terlibat aktif mengikuti setiap tahapan lokakarya, mulai dari pemaparan teori hingga praktik simulasi di lapangan.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Paguyuban, Hj. Heni Juliansih, S.Pd., M.Pd., ini diisi dengan praktik pemotongan sampah dapur, penggunaan bio-aktivator EM4 untuk mempercepat proses pembusukan, hingga simulasi pencatatan data ke sistem digital.
Para peserta diajarkan cara memilah sampah sisa sayuran dan buah-buahan sebelum dimasukkan ke dalam wadah komposter. Proses pemilahan yang benar di tingkat awal sangat menentukan kualitas Pupuk Organik Cair yang dihasilkan nantinya.
Proses pendampingan warga didukung oleh tim dosen lintas keahlian dari Universitas Galuh. Anggota tim terdiri dari Tiktiek Kurniawati, S.H., M.M. selaku Pakar Manajemen SDM, serta Ghea Andriany Hervista, M.Pd. selaku Pakar Sejarah dan Budaya, dengan dibantu oleh mahasiswa Program Studi Agribisnis Unigal.
Keterlibatan lintas disiplin ilmu ini memastikan bahwa program tidak hanya berhenti pada pembagian alat teknis semata. Sisi manajemen pengelolaan kelompok dan pendekatan sosial budaya juga dibangun agar program dapat bertahan dalam jangka panjang.
Keberhasilan skema pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis ini membuktikan bahwa sentuhan teknologi dapat diadaptasi dengan mudah oleh masyarakat pedesaan apabila didampingi dengan metode pelatihan yang tepat.
Sinergi antara pencatatan data digital, teknik pembuatan kompos, dan nilai budaya lokal membantu warga memproduksi pupuk tanaman secara mandiri di rumah masing-masing.
Skema pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis ini diproyeksikan dapat diterapkan secara meluas di wilayah rukun tetangga lainnya untuk meminimalisasi potensi penumpukan limbah di kawasan Ciamis.
Inisiatif pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis menjadi jawaban konkret atas kerinduan warga akan kawasan pemukiman yang bersih, sehat, serta ramah lingkungan.
Pemanfaatan stiker QR-Code pada pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis memudahkan pengurus RT memantau tingkat keaktifan warga secara berkesinambungan melalui laporan digital harian.
Melalui keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis, kelompok ibu rumah tangga kini dapat menghemat biaya pembelian pupuk untuk tanaman pekarangan mereka sekaligus menciptakan peluang usaha pupuk organik.
Langkah pengelolaan sampah berbasis digital di Ciamis yang diprakarsai Unigal ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi bermanfaat yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah desa, dan elemen masyarakat lokal, pengelolaan lingkungan berbasis pemukiman di Kabupaten Ciamis diyakini akan menjadi percontohan bagi daerah lain.





