Trending

Viral Penganiayaan Balita 3 Tahun di Bantaeng Secara Sadis, Simak Pencegahannya

Baru-baru ini viral kasus penganiayaan balita 3 tahun di Bantaeng yang menjadi sorotan para warganet di sosial media.

Tentu saja penganiayaan terhadap balita merupakan hal yang sepatutnya tidak dialami oleh anak tersebut.

Pasalnya balita masih rentan mengalami kekerasan baik secara mental maupun psikis yang berpengaruh kepada masa depannya.

Viral Kasus Penganiayaan Balita 3 Tahun di Bantaeng yang Sadis

Terbaru, viral di sosial media seorang balita laki-laki yang menjadi korban penganiayaan oleh perempuan namun bergaya pria.

Belakangan ini, pelaku penganiayaan tersebut bernama Nhino.

Kejadian itu terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang sontak menghebohkan masyarakat.

Video yang tersebar berdurasi singkat 2 menit 51 detik dan merekam aksi sadis saat Nhino melakukan aksi sadis terhadap seorang balita.

Rupanya perekam video adalah seseorang yang melihat kejadian mengerikan itu secara diam-diam.

Tetapi bukannya mencegah, pengambil video hanya membiarkan balita tersebut mengalami penyiksaan.

Mulanya dalam video penganiayaan balita 3 tahun di Bantaeng, korban terus merengek tepat di depan pelaku.

Namun lantaran tidak kunjung diam, pelaku kemudian mencubit lalu menjambak rambut korbannya.

Sontak saja pelaku merasa kesal lantaran korban justru semakin menangis, dia juga mengaku balita tersebut sempat memukulinya.

Tidak berhenti sampai di situs, kemudian pelaku meninju dan membenturkan kepala korban ke kursi sampai berulang kali.

Video itu pun menjadi viral di sosial media seluruh Indonesia.

Dari keterangan beberapa warganet, Nhino merupakan kekasih dari ibu korban.

Ketika kejadian berlangsung, korban tengah dititipkan ke pelaku.

AKBP Andi Rukmana selaku Kapolres Bantaeng membenarkan peristiwa di dalam video.

Ia mengaku kejadian penganiayaan tersebut terjadi di Be’lang, Kec. Bissapu, Bantaeng pada hari Rabu 23 November 2022.

Menurut Rukmana, kejadian itu tengah dalam penyelidikan dan kuat dugaan pelaku melarikan diri setelah tahu dirinya viral di sosial media.

Rukmana mengatakan pihaknya sudah mengunjungi korban dan menemukan ada beberapa luka lebam di tubuhnya setelah mendapat penganiayaan pelaku.

Kepolisian sudah mengarahkan korban agar melapor lantaran pihaknya hanya tahu kasus tersebut dari sosial media.

Cara Orang Tua Mencegah Melakukan Kekerasan Pada Anak

Membina seorang balita memang bisa menjadi tantangan untuk orang tua dan menyebabkan ibu dan ayah kewalahan.

Tidak jarang hal ini membuat orang tua merasa frustasi dan bahkan dapat menjadi akar dari terjadinya kekerasan.

Untuk membantu Anda mencegah diri sendiri menjadi pelaku kekerasaan, berikut ini ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan.

Menjadi Orangtua yang Mengasuh

Di balik perilaku anak yang kerap kali membuat orang tua kewalahan dan frustasi, penting untuk orang tua ingat bahwa si kecil tetap perlu tahu ia istimewa.

Oleh sebab itulah orang tua perlu lebih mengedukasi diri sendiri supaya bisa memahami anak-anaknya.

Selain itu pelajari bagaimana anak berperilaku serta apa yang mereka bisa atau tak dapat lakukan pada usia berbeda.

Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Mencari Bantuan

Saat masalah besar dan kecil dalam kehidupan menumpuk, kerap kali orang dewasa merasa kewalahan dan di luar kendali.

Jika sudah demikian hindari melampiaskan emosi kepada anak kecil.

Sebagai gantinya, ambil napas dalam-dalam, menyalakan musik lalu ketahui siapa yang harus Anda hubungi agar bisa meminta bantuan.

Menemukan Penyebab dan Solusi Masalah

Mendengar tangisan balita memang dapat membuat orang dewasa merasa frustasi.

Tetapi dengan memarahi anak sampai melampiaskan secara kekerasan tak akan mengatasi masalah.

Justru hal ini dapat menimbulkan masalah lainnya yang justru semakin pelik.

Semoga saja kasus penganiayaan balita 3 tahun di Bantaeng yang viral tak pernah terjadi lagi di mana saja.