3 Kasus Parkir Viral di Yogyakarta yang Hebohkan Warganet

Advertisement

Reportasee.comKasus parkir viral di Yogyakarta akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat warganet khususnya masyarakat Indonesia.

Hal ini bermula dari kasus parkir yang mengangkat nama kota Yogyakarta sampai bertengger di daftar trending topik Twitter.

Adapun kasus tersebut berlangsung di jalan Affandi tepatnya di sebuah tempat makan populer yang ada di kota Yogyakarta yakni Mie Gacoan.

Banyak warganet mengeluhkan parkir di tempat makan itu sampai menjadikannya viral.

Deretan Kasus Parkir yang Jadi Viral di Kota Yogyakarta 

Kabarnya permasalahan parkir yang terjadi di kota Yogyakarta yang hanya terjadi satu kali saja.

Advertisement

Sebelumnya juga sempat terjadi beberapa kasus parkir yang membuat kota Yogyakarta menjadi perbincangan hangat oleh warganet.

Apa saja kasus tersebut? Berikut rangkuman sejumlah kasus parkir yang sempat terjadi di kota Yogyakarta dan menjadi viral.

1. Tarif Parkir Mencapai 20 Ribu Rupiah

Kasus perparkiran pertama yang sempat ramai jadi perbincangan hangat di sosial media yaitu kasus di Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta. 

Hal tersebut berlangsung usai ada seorang warga yang membayar biaya parkir mencapai 20 ribu rupiah.

Kabarnya kasus parkir viral di Yogyakarta  ini dilimpahkan ke aparat setempat.

Dalam kasus pertama ini, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta pun kabarnya sudah menangkap oknum berupa juru parkir terkait.

Walaupun kepolisian memerlukan waktu beberapa lama lantaran para petugas sempat sulit menemukan pelaku.

Adapun kasus ini terkuak dari sebuah unggahan sosial media Facebook dengan akun yang bernama Rena Desca Physio.

Dalam unggahan tersebut, ia menjelaskan bahwa kala itu dia sedang berwisata bersama keluarganya di tanggal 30 Mei 2021 lalu.

Masih dari unggahan yang sama, dia saat itu parkir di sekitar kawasan Museum Sonobudoyo atau lebih tepatnya di Jl KH Ahmad Dahlan.

Saat akan mengambil mobil yang ia parkir di lokasi tersebut pun, seorang juru parkir meminta agar dia membayar biaya parkir sebesar 20 ribu rupiah.

2. Parkir Nuthuk

Sempat menjadi perbincangan hangat di sosial media yakni adanya tarif parkir nuthuk tepatnya di Jl Margo Utomo dekat dengan Malioboro Yogyakarta.

Saat itu, tarif bus yang mencapai 350 ribu rupiah menjadi permasalahan.

Kejadian ini sempat membuat berang pihak Pemerintah Kota Yogyakarta dan berencana membawanya ke ranah hukum.

Kini lokasi parkir yang termasuk kasus parkir viral di Yogyakarta tepatnya di Jl Margo Utama sudah tak beroperasi.

Kendati demikian, ketua FKPPY berharap pihak pemerintah menindak parkir-parkir yang cukup meresahkan tersebut.

Menurutnya, parkir liar yang menetapkan harga parkir sembarangan dapat berdampak kepada petugas parkir resmi.

Pasalnya petugas parkir resmi selama ini telah memenuhi aturan yang berlaku.

Kabarnya kasus parkir Nuthuk sempat mendapat kecaman dari Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dia mengecam adanya tindakan nuthuk terhadap parkir bus yang mencapai harga 350 ribu rupiah.

Menteri itu juga menyatakan bahwa pihak pemerintah sedang berupaya memperbaiki perekonomian serta lapangan kerja di bidang pariwisata juga ekonomi kreatif.

Karena itulah pihaknya berharap oknum-oknum tidak merusak upaya tersebut.

Di mana ada oknum yang dengan sengaja ingin mendapat keuntungan secara pribadi serta memanfaatkan situasi.

3. Parkir Mie Gacoan

Terbaru ada kasus parkiran Yogyakarta yang heboh kembali usai adanya kejadian Mie Gacoan yang tepatnya di Jalan Affandi.

Kasus itu sedang viral di sosial media usai sejumlah masyarakat menyebut adanya pungutan parkir untuk pembeli tanpa kendaraan.

Dishub Sleman pun langsung sigap untuk mendatangi lokasi tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan ke pihak terkait, dia menjelaskan bahwa manajemen restoran tak terbukti ada pungutan parkir seperti yang lagi viral.

Sesudah melewati penyelidikan lebih lanjut, terkuak dalam kasus parkir viral di Yogyakarta kali ini pihak restoran belum mempunyai izin parkir.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *