
Harapan baru kini memancar jelas dari wajah para penyintas bencana di Sumatera. Sinergi Foundation (SF) kembali membuktikan komitmen kemanusiaannya dengan merampungkan 50 unit hunian baru melalui program Kampung Bangkit Aceh Tamiang.
Puluhan rumah berkonsep rumah tumbuh ini resmi selesai dibangun dan langsung diserahterimakan kepada warga Desa Baling Karang, Kecamatan Sekerak, pada Minggu (15/2/2026).
Keberhasilan inisiasi Kampung Bangkit Aceh Tamiang ini menjadi titik balik krusial bagi puluhan kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Setelah berbulan-bulan bertahan di bawah terpal pengungsian yang minim fasilitas, kini mereka bisa kembali menata asa.
Proses perpindahan warga dari tenda darurat menuju hunian baru yang jauh lebih kokoh dan layak ini pun diwarnai suasana yang penuh haru.
Tangis Haru Penerima Manfaat Kampung Bangkit Aceh Tamiang
Suasana yang semula riuh dengan aktivitas warga perlahan berubah menjadi sangat khidmat. Beberapa penyintas tampak tak kuasa membendung air mata saat tangan mereka akhirnya memegang kunci rumah sendiri.
Fitriyani, salah satu penerima manfaat Kampung Bangkit Aceh Tamiang, membagikan kisah kelamnya selama dua bulan terakhir.
Hidup di tenda pengungsian bukan sekadar soal menahan hawa panas terik di siang hari, tetapi juga menghadapi berbagai risiko keamanan yang mengancam nyawa keluarganya setiap malam.
“Saat pertama kali masuk rumah ini, kami sekeluarga menangis. Rasanya seperti tidak percaya bisa punya rumah yang nyaman dan dingin lagi,” ungkap Fitriyani dengan nada bergetar.
Ia mengaku sempat mengalami trauma ringan dengan kondisi di posko darurat yang terbuka. “Di tenda kami sering ketakutan, bahkan pernah ada ular masuk ke dalam posko.
Sekarang kami tidak perlu merasakan pengalaman mengerikan itu lagi. Terima kasih kepada donatur dan Sinergi Foundation,” lanjutnya penuh syukur.
Perasaan lega yang sama turut dirasakan Jamaludin, penerima manfaat pertama yang menempati hunian ini.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa tidur nyenyak setelah sebulan lebih mengungsi akibat rumah lama hanyut terbawa arus banjir bandang,” ucapnya.
Konsep Cerdas Hunian Tahan Banjir di Kampung Bangkit Aceh Tamiang
Sebagai informasi, Kampung Bangkit Aceh Tamiang adalah program pemulihan pascabencana yang digagas secara matang oleh Sinergi Foundation sejak Desember 2025.
Berdasarkan hasil asesmen komprehensif tim relawan di lapangan, Desa Baling Karang dipilih karena merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan infrastruktur paling parah.
Menariknya, program ini tidak sekadar membangun tempat bernaung. Desain hunian Kampung Bangkit Aceh Tamiang mengusung konsep rumah panggung yang diadaptasi dari kearifan lokal.
Ini merupakan langkah mitigasi cerdas untuk meminimalisir dampak kerugian materiil dan korban jiwa jika bencana banjir serupa kembali melanda di masa depan.
Selain itu, sebutan ‘Rumah Tumbuh’ memiliki makna fungsional jangka panjang.
Haidar Junda Rabbani, Head of Program Pendistribusian & Pendayagunaan Zakat Sinergi Foundation, menjelaskan bahwa desain ini sengaja dirancang agar warga bisa mengembangkan hunian mereka secara mandiri di kemudian hari.
“Karena material yang kami gunakan adalah bahan layak untuk sebuah rumah yang kokoh. Kami berharap rumah ini menjadi titik awal bagi para penyintas untuk merasa aman, dan ke depannya dapat memperluas area rumah seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi keluarga,” tutur Haidar.
Solusi Krisis Air Bersih dan Berkah Gotong Royong
Lebih lanjut, Sinergi Foundation tidak hanya berfokus pada bangunan fisik rumah. Tim di lapangan menyadari bahwa sanitasi adalah kebutuhan krusial pascabencana.
Oleh karena itu, SF turut merampungkan proyek pipanisasi berskala desa yang menjadi pelengkap fasilitas di kawasan Kampung Bangkit Aceh Tamiang tersebut.
Para relawan bersama warga bahu-membahu melakukan penggalian dan pembersihan di area hulu sungai.
Mereka kemudian memasang sistem tandon ganda yang berfungsi sebagai sarana filtrasi. Kini, air yang jernih dan layak konsumsi telah mengalir deras, menggantikan air keruh berlumpur yang sebelumnya terpaksa mereka gunakan.
Nilai tambah lainnya dari pelaksanaan Kampung Bangkit Aceh Tamiang adalah pendekatannya.
Alih-alih menggunakan jasa kontraktor luar daerah, Sinergi Foundation justru menerapkan skema gotong royong yang secara langsung memberdayakan masyarakat setempat.
“Warga digerakkan untuk saling bantu membangun rumah saudara dan tetangga mereka. Kami menyediakan alat pertukangan dan bahan bangunan berkualitas, sementara warga menyediakan tenaga dan kayu untuk tiang penopang,” ujar Haidar memaparkan strateginya.
Strategi ini terbukti sangat efektif karena memberikan suntikan mata pencaharian sementara bagi warga yang kehilangan pekerjaan utama mereka akibat bencana alam.
Kesibukan membangun desa ini juga secara tidak langsung menjadi bentuk trauma healing bagi para penyintas.
Kesuksesan berdirinya Kampung Bangkit Aceh Tamiang ini tentu tak lepas dari kolaborasi kuat berbagai pihak. Haidar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra dan donatur.
“Terima kasih atas kepercayaan yang dititipkan melalui Sinergi Foundation. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” pungkasnya.





