
Ribuan pasang mata terpukau menyaksikan kolaborasi megah antara Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran dan Lingkung Seni Puspa Arum dalam pementasan bertajuk “Prahara Rancamaya”, yang menjadi salah satu suguhan utama dalam perhelatan Hariring Coklat Kita – Napak Jagat Pasundan (NJP), Sabtu (30/11/2025).
“Prahara Rancamaya” tampil bukan sekadar sebagai pertunjukan seni, tetapi sebagai sendratari kolosal yang merangkai unsur seni tradisi dan modern dalam satu panggung.
Pertunjukan ini menampilkan tari tradisi, silat Pajampangan dengan perisai, serta narasi buhun atau bahasa Sunda kuno yang menambah nuansa magis dalam setiap adegan.
Ketua Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, Tedy Subarkah, menjelaskan bahwa seluruh alur cerita, naskah, dan narasi dalam pementasan tersebut ia susun sendiri.
“Prahara Rancamaya dengan Luna sebagai narator waktu itu adalah sendra tari yang menggambarkan peristiwa putri Padjadjaran, Nyi Purnamasari, dan Bagas Setra di Rancamaya,” ujar Tedy melalui pesan WhatsApp.
Tedy menambahkan bahwa proses kreatif ini berjalan berkat kolaborasi erat dengan dua Duta Napak Jagat Pasundan, yaitu Bob dan Acol, yang berperan sebagai penata gerak dan penata musik.
Hasilnya, “Prahara Rancamaya” tampil sebagai sebuah karya yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga kuat dari sisi moral dan budaya.
Dengan iringan musik tradisional yang ditata modern dan tari kolosal yang penuh energi, penampilan ini berhasil mencuri perhatian ribuan penonton.
Kehadiran Luna sebagai narator memperkaya suasana dramatik, membawa kisah cinta tragis antara Nyi Purnamasari dan Bagas Setra ke dalam ruang yang penuh emosi.
Panggung yang dipenuhi cahaya dan gerak tari menciptakan pengalaman visual yang memikat, menjadikan malam itu sebagai salah satu penampilan paling berkesan dalam rangkaian NJP 2025.
Selain “Prahara Rancamaya”, acara NJP Coklat Kita – Hariring Cianjur juga menampilkan beragam kesenian dan kolaborasi dari berbagai komunitas seni. Di antaranya:
- Paguron Kanca Satya
- Kartun Project
- The Bhayawax Oldiest
- Baraya Anjang-Anjangan
- Senaya
- Bina Budaya
- CalungRock
Tak hanya itu, kehadiran bintang tamu dari serial Preman Pensiun, yakni Aep Bancet dan Iki Kucluk, semakin menambah semarak suasana dan menarik perhatian para pengunjung.
Gelaran NJP tahun ini juga menjadi ajang promosi kekayaan seni dan budaya lokal.
Berbagai produk khas daerah dipamerkan, termasuk Beras Huma—yang digagas oleh Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran—serta kerajinan kayu dari Abah Poroy yang menaungi komunitas Baraya Anjang-Anjangan.
Perpaduan antara seni pertunjukan dan pameran budaya ini memperkuat identitas Cianjur sebagai salah satu pusat kebudayaan di Tatar Pasundan.





