3 Nama Bahan Sushi yang Tidak Halal, Muslim Wajib Tahu!

Nama bahan sushi yang tidak halal berikut ini wajib para kaum muslim ketahui menyusul viralnya restoran non-halal.

Memang belakangan ini viral kabar restoran sushi yang terkenal namun tidak halal lantaran mengandung bahan beralkohol.

Karena itulah Anda sebagai seorang muslim wajib mengetahui titik kritis kehalalan sushi.

Sehingga siapa saja mengetahui bahan-bahan apa yang membuat sushi menjadi tidak halal?

Viral Sushi Berbahan Alkohol, Ini Nama Bahan Sushi yang Tidak Halal

Mencuatnya sushi tidak halal menjadi viral berawal dari unggahan seorang aktor sekaligus model bernama Adrian Maulana.

Dia mengingatkan bahwa di sebuah jaringan restoran sushi terkenal belum memiliki sertifikat halal MUI atau Majelis Ulama Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, ia mengucapkan terima kasih ke seorang pengunjung yang menginformasikan kepadanya bahwa restoran bernama Genki Sushi mengandung shoyu dan mirin.

Lalu mengapa shoyu dan mirn dapat membuat sushi kemudian menjadi tidak halal?

Lantas seperti apa penggunaannya di dalam sushi?

Berikut informasi selengkapnya untuk Anda.

1. Shoyu

Bahan di dalam sushi yakni shoyu adalah kecap asin yang menjadi condiment wajib ketika makan sushi.

Meskipun tak semua shoyu berstatus tidak halal, namun banyak sekali restoran Jepang yang memakai shoyu beralkohol.

Mengutip dari media ternama, shoyu terbuat dari fermentasi kacang kedelai, air, garam dan gandum.

Cita rasanya yang umami membuat shoyu populer sebagai salah satu bumbu masak.

Di dalam shoyu bisa terkandung alcohol secara alami ataupun ditambah oleh produsen.

Secara alami, memang alcohol muncul dari tahap fermentasi yang memberikan aroma dan berfungsi untuk mencegah jamur.

Kemudian pada sejumlah kasus, pihak produsen menambahkan alkohol di dalam shoyu jika kandungannya dari proses fermentasi tak cukup guna mencegah jamur.

Kendati demikian, kini salah satu nama bahan sushi yang tidak halal shoyu ini sudah tersedia tanpa alkohol.

2. Sake

Titik kritis kehalalan sushi lainnya adalah penggunaan sake dalam proses pembuatannya.

Meskipun sake identik sebagai sebuah minuman, namun sake kerap menjadi bahan masakan Jepang.

Mengutip dari situs MUI, sake merupakan minuman beralkohol dari Jepang yang merupakan hasil fermentasi beras.

Selain itu sake juga kerap orang sebut dengan istilah anggur beras.

Sake berkaitan erat dengan mirin lantaran pembuatan mirin berasal dari paduan gula dengan sake.

Mirin dan sake memiliki fungsi penting guna menghilangkan bau amis pada seekor ikan.

Tetapi sake dan mirin tetap saja haram bagi muslim lantaran mengandung alkohol.

Bahkan kedua bahan tersebut masuk dalam kategori khamr dan tak dapat dilakukan proses verifikasi untuk soal kehalalannya.

Dirut LPPOM MUI menegaskan tak melihat penggunaannya baik banyak maupun sedikit, mabuk ataupun tidak mabuk tetap saja hukumnya haram.

3. Mirin

Lebih lanjut ada titik kritis dalam kehalalan makanan Jepang sushi.

Bahan berikutnya ada mirin yang menjadi bahan campuran saus masakan Jepang dan nasi sushi.

Adapun mirin mempunyai fungsi khusu yakni membuat nasi sushi menjadi lebih merekat sehingga tak mudah tercerai butiran berasnya.

Selain itu mirin juga memberikan rasa khas pada sushi yang berdasarkan banyak orang menentukan faktor keautentikan dari sebuah suhi.

Melansir dari situs MUI, mirin termasuk haram lantana mengandung alkohol.

Bukan hanya itu, di negara Jepang mirin tergolong dalam minuman keras yang akan memabukkan.

Di pasaran, mirin yang beredar bisa mengandung alkohol sampai 14%.

Karena itulah para kaum muslim harus berhati-hati baik dalam membeli maupun mengkonsumsinya.

Itulah nama bahan sushi yang tidak halal dan harus para muslim tahu agar lebih berhati-hati.