Berita

Detik-detik Musibah Kebakaran di Panawangan Ciamis Ludeskan 2 Area

Dua musibah kebakaran di Panawangan Ciamis menghanguskan rumah warga dan gudang Puskesmas secara beruntun.

Warga Kabupaten Ciamis kembali dikejutkan oleh peristiwa nahas pada awal pekan ini. Sebuah musibah kebakaran di Panawangan Ciamis terjadi secara beruntun di dua lokasi berbeda pada Senin, 22 Juni 2026.

Kejadian ini sontak memicu kepanikan warga karena api berkobar dengan sangat cepat di tengah kondisi cuaca yang terik.

Dua insiden nahas tersebut menghanguskan rumah seorang warga dan fasilitas gudang sebuah puskesmas.

Rentetan musibah kebakaran di Panawangan Ciamis ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat terkait kewaspadaan terhadap ancaman korsleting listrik.

Kronologi Awal Musibah Kebakaran di Panawangan Ciamis

Kejadian pertama melanda rumah panggung semi permanen milik Emed (62) beserta keluarganya di Dusun Naretel RT 07 RW 03, Desa Nagarawangi, Kecamatan Panawangan.

Tragedi ini bermula pada pukul 07.30 WIB saat Emed sedang bertani di kebun belakang tempat tinggalnya.

Tiba-tiba, ia terkejut melihat kobaran api membesar dari dalam rumahnya, menandakan musibah kebakaran di Panawangan Ciamis ini telah memasuki fase kritis.

Dalam kondisi panik, korban berteriak meminta pertolongan warga dan berinisiatif menghubungi petugas di Pos WMK Kawali.

Merespons panggilan darurat, tiga petugas Damkar bergerak cepat menuju lokasi menggunakan armada pemadam Z 8160 T.

Petugas bahu-membahu bersama warga, aparat desa, Babinsa, Polsek Panawangan, serta relawan Tagana guna menekan penyebaran api.

Amuk si jago merah dari titik awal musibah kebakaran di Panawangan Ciamis ini sukses dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.30 WIB.

Baca Juga :  Bantuan Sosial Kabupaten Ciamis Cair, Bupati Sasar Warga di 4 Kelurahan Jelang Lebaran

Meski demikian, rumah berukuran 12 x 8 meter persegi tersebut ludes tidak bersisa dilahap api. Kerugian material akibat insiden ini mencapai angka fantastis sekitar Rp 150 juta.

Lebih lanjut, keluarga Emed yang terdiri atas 3 KK dengan total 7 jiwa terpaksa mengungsi setelah kehilangan hunian utama.

Pemerintah Desa Nagarawangi sigap mendirikan dapur umum untuk memastikan pasokan logistik korban tercukupi.

Selain itu, Dinas Sosial setempat juga memfasilitasi kebutuhan sandang dan alas tidur bagi keluarga Emed yang masih trauma.

Titik Kedua Musibah Kebakaran di Panawangan Ciamis Melanda Puskesmas

Hanya berselang beberapa jam, petaka kembali datang. Sekitar pukul 12.30 WIB, titik api baru terpantau melalap gudang obat di instalasi farmasi Puskesmas Gardujaya Panawangan.

Lokasi puskesmas yang berdekatan dengan jalan raya Ciamis-Cirebon membuat musibah kebakaran di Panawangan Ciamis kali ini menyedot perhatian banyak pihak.

Pengunjung dan staf medis sempat mengalami kepanikan luar biasa. Pasien yang sedang mengantre seketika dievakuasi ke area luar puskesmas yang lebih aman guna meminimalisasi risiko terhirup asap.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP., menuturkan bahwa insiden diketahui pertama kali oleh staf puskesmas yang mencium bau terbakar.

Menyadari titik api, upaya menjinakkan si jago merah sempat dilakukan lewat penggunaan APAR.

Langkah tersebut nyatanya belum cukup ampuh menghentikan laju musibah kebakaran di Panawangan Ciamis lantaran material dalam gudang mudah tersulut.

Cucu Nursyamsudin (58) selaku Kepala Puskesmas Gardujaya akhirnya memanggil bantuan Damkar dari Pos WMK Kawali.

Baca Juga :  Nmax Xmax Riders Tasikmalaya Rutin Gelar Baksos Berbagi Air Bersih

Merespons hal ini, empat petugas langsung terjun kembali membawa mobil unit pancar Z 8160 T ke lapangan.

Dibantu oleh aparat setempat, tim PLN, polisi, serta relawan Tagana, operasi pengendalian api berlangsung dramatis dan kondusif.

Akhirnya, titik kedua dari serangkaian musibah kebakaran di Panawangan Ciamis sukses diatasi sebelum merambat ke ruang perawatan lain pada pukul 14.30 WIB.

Walaupun begitu, ruang obat berukuran 6 × 4 meter tersebut tidak luput dari kehancuran absolut.

“Kerugian materi akibat kebakaran gudang obat tersebut belum diperkirakan secara pasti, namun masih terus dihitung,” kata Budi Rahmat menjelaskan evaluasi dampak.

Diduga Kuat Akibat Korsleting Listrik

Melihat pola dari dua kejadian yang beruntun, aparat menyoroti instalasi jaringan kelistrikan sebagai biang masalah.

Berdasarkan observasi sementara, pemicu musibah kebakaran di Panawangan Ciamis ini diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek.

Kondisi cuaca kemarau yang terasa amat terik dan kering belakangan ini nyatanya turut memperparah kecepatan perambatan api secara signifikan.

Material penyangga dari kayu tua pada struktur rumah Emed, serta tumpukan kardus obat di puskesmas, merupakan katalis nyala api.

Masyarakat luas kini dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam merawat kabel listrik rumah tangga.

Pemeriksaan panel listrik dan penggunaan kabel berstandar tinggi wajib diterapkan guna mencegah kejadian yang sama di masa depan.

Untungnya, rentetan musibah kebakaran di Panawangan Ciamis pada awal pekan ini tidak menelan korban jiwa.

Masyarakat diharapkan selalu waspada dan cepat tanggap ketika ada potensi masalah kelistrikan di lingkungan masing-masing.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca