Masjid Agung Ciamis Pernah Dibakar Kelompok DI/TII Hingga Luluh Lantah

Berita Viral

Reportasee.com – Pada tahun 1958, kelompok Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia (DI/TII) ternyata pernah membakar Masjid Agung Ciamis.
Masjid yang berada di Jalan Nasional Ciamis, saat ini peziarah dari berbagai daerah sering memakainya untuk transit atau istirahat sholat.

Pembangunan Masjid Agung Ciamis sendiri pada tahun 1882 dengan luas tanah sekitar 8.500 meter persegi pada masa pemerintahan Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat pada tahun 1839-1886 atau masyarakat Tatar Galuh biasa menyebutnya Kanjeng Dalem atau Kanjeng Prebu.

Kemudian selsai tahun 1902 oleh Bupati Kanjeng Dalem Raden Aria Adipati Koesoemah Soebrata anak kandung Kanjeng Prebu, karena waktu itu kanjeng Prebu pensiun.

Sekretaris Umum DKM Masjid Agung Ciamis, H. Kurnia Soemantri menjelaskan, dahulu itu grombolan kelompok DI/TII datang menyerang sejumlah perumahan masyarakat, termasuk Masjid Agung Ciamis.

“Jadi dulu itu ada penyerangan kepada TNI dan perumahan rakyat serta Masjid Agung Ciamis. Waktu itu cukup parah kerusakanya,” jelasnya, Kamis (11/3/2021).

Menurut Kurnia, setelah pembakaran Masjid megah Ciamis oleh kelompok Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia.

Masjid Alami Renovasi Kembali Pada Tahun 1958

Masjid kebanggaan warga Tatar Galuh ini mengalami renovasi kembali oleh Bupati Raden Yusup Suryadipura pada tahun 1958.

Model Masjid Agung juga ada perombakan, yang tadinya atap kerucut Masjid dari genting ganti menjadi seng.
Kemudian ada penambahan menara dua buah kiri dan kanan sisi bangunan Masjid.

“Setelah adanya renovasi. Masjid Cianis ini juga ada perombakan desain kembali setelah pergantian kepemimpinan pemerintah Ciamis,” tuturnya.

Tahun 1983-1988, Masjid Agung Kembali Lakukan Renovasi

Kurnia menjelaskan, pada tahun 1983-1988 saat itu kepemimpinannya oleh Bupati Momon Gandasasmita.
Masjid ini kembali adanya renovasi bahkan hingga menyeluruh bangunan.

Masjid Agung yang dulu bagian atasnya berkerucut meningkat berubah jadi kubah.
Bahkan bangunan masjid juga memakai beton sampai bagian kubahnya juga.

Kemudian pada tahun 2002 saat kepemimpinan Bupati Oma Sasmita, bangunan Masjid Agung lebih bagus lagi.
Bagian atapnya ada 4 buah kubah kecil yang mengelilingi kubah besar.

“Tidak hanya itu, halamanya juga terdapat dua menara yang menjulang tinggi kelangit. Ada pula pepohonan dan yang unik adanya pohon kurma yang tumbuh di Masjid Agung sampai sekarang juga ada,” pungkasnya.

Berita Terbaru